Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menekankan pentingnya pemerintah untuk mengoptimalkan penanganan stunting di Palangka Raya. khususnya dengan memulai dari skala terkecil. Dia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak selalu bergantung pada intervensi medis, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat secara menyeluruh.
Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, menegaskan bahwa Pemko Palangka Raya, melalui instansi terkait terus memperkuat upaya pemenuhan gizi dalam rangka mencegah stunting di wilayah setempat. Upaya penurunan angka stunting ini, menjadi prioritas utama melalui berbagai langkah strategis yang dilakukan oleh instansi terkait.
Masalah stunting masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura). Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura meminta, pemerintah desa (Pemdes) lebih proaktif untuk menurunkan tingkat prevelensi stunting di wilayah Mura.
Peran DWP dan Tim Penggerak (TP) PKK Desa/Kelurahan sangat strategis, karena merupakan ujung tombak penyampai informasi dan edukasi bagi masyarakat. Edukasi ini terutama bagi calon pengantin, ibu hamil, orang tua yang mempunyai baduta dan balita.
Dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Lamandau, Penjabat (Pj) Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD, Febby Sutriani Said Salim terus bergerak aktif dan kunjungi TK Kumala Bhayangkari.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan Tim Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, di Aula Bappedalitbang setempat, Jum'at (4/10/2024).
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau pada triwulan I tahun 2024 telah melaksanakan intervensi gizi spesifik ke-40 desa/kelurahan lokus stunting dengan melibatkan semua perangkat daerah melalui DWP perangkai daerah sebagai Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
Pemerintah desa (Pemdes) diminta lebih proaktif untuk menurunkan tingkat prevelensi stunting di wilayah Mura. Menurut Anggota DPRD Mura, Mahyono dengan intervensi yang terkoordinasi dengan baik dari tingkat kecamatan hingga desa, khususnya di lokus stunting akan memberikan dampak yang signifikan.
Dalam rangka menurunkan angka stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) melaksanakan seminar cegah stunting tahun 2024, Senin (30/9), di Gedung B Kantor Bupati setempat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) melalui DP3ADakdukKB setempat, melaksanakan Forum Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Penurunan Stunting Lintas Agama Kabupaten Murung Raya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi petunjuk pelaksanaan intervensi spesifik bagi perangkat daerah sebagai bapak/bunda asuh anak stunting (BAAS) Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang digelar di Aula Banama Tingang, Selasa (24/9) dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani.
Stunting menjadi ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak, namun juga mereka mengalami gangguan perkembangan otak yang bisa memengaruhi kemampuan dan prestasinya di masa depan.
Penjabat (Pj) Bupati Lamandau, Said Salim, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Lamandau, Febby Surtriani, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, baru-baru ini.
Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran, secara resmi membuka pasar murah di GPU Mantawara, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Minggu (22/9/2024).
Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang bisa mempengaruhi kemampuan dan prestasinya di masa depan.
Permasalahan stunting menjadi penghambat terbesar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, karena tidak hanya merugikan dari segi kesehatan tapi juga dari sisi produktivitas dan ekonomi.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan mendesak Pemerintah Kota (Pemko) untuk meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pertemuan Evaluasi Lintas Sektor Kesehatan Ibu dan Anak serta Masalah Gizi Tahap II di Neo Hotel Palangka Raya, Selasa (10/09/2024).
Salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan pesta demokrasi adalah netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Netralitas ASN sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Pj Bupati Kapuas H Darliansjah didampingi Sekda Kapuas Septedy menghadiri secara langsung kegiatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31, Hari Anak Nasional ke-40 dan Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kalimantan Tengah, di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (5/9/2024).
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan. Merespon positif dan mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan yang komitmen dalam menurunkan angka kasus stunting.
Deputi Bidang Advokasi Penggerak dan Informasi (ADPIN) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sukaryo Teguh Santoso, memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah, serta para tokoh, akademisi, dan media atas dukungan mereka terhadap program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS).
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kesehatan Kerja bagi Tenaga Kesehatan dan Pelatihan Terintegrasi Tumbuh Kembang serta Pemberian Makan Balita bagi Tenaga Pelayanan Puskesmas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Nuryakin, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pelatihan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten/Kota Provinsi Kalteng.
Pemko Palangka Raya berkomitmen untuk terus menekan angka pengangguran, kemiskinan ekstrem, dan stunting. Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota. Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan target pemerintah pusat.
Dalam kerangka pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), permasalahan stunting mempunyai dampak merugikan baik dari sisi kesehatan, maupun dari sisi produktivitas ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, stunting terkait dengan tingkat kesehatan dan perkembangan sel otak, yang akhirnya akan menyebabkan tingkat kecerdasan menjadi tidak optimal.
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani menaruh perhatian serius dalam penanganan dan penurunan stunting di wilayahnya. Menurut Nunu, salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana balita stunting tertangani dengan baik, melalui deteksi dini dan pemantauan keberlanjutan penanganan pada balita stunting.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran. Membuka secara resmi kegiatan Penggerakan Masyarakat Cegah Stunting Itu Penting, di SMP Negeri 8 Palangka Raya, Jumat (23/8/2024).
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Penjabat Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani, Senin (12/8) lalu menghadiri kegiatan literasi dan intervensi bersama cegah stunting Forum Puspa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam pencegahan stunting di Kabupaten Pulang Pisau.
Masalah stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yaitu, meningkatnya resiko kesakitan, kematian, hambatan dan pertumbuhan baik motorik maupun mental. Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) berkomitmen stunting menjadi program strategis yang harus dituntaskan, sebagaimana program pusat yang menempatkan stunting menjadi prioritas nasional.
Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kota Palangka Raya, Fifi Arfina, melaksanakan kunjungan ke balita berisiko stunting di Jalan Mendawai pada Jumat (9/8/2024).
Stunting, masalah kesehatan yang menghambat tumbuh kembang anak-anak dan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan, kini menjadi perhatian serius di Palangka Raya.
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akan terus fokus berkomitmen dan menciptakan program untuk menurunkan angka stunting di Kota Palangka Raya. Salah satunya dengan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Nuryakin mengapresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) memperoleh penghargaan Kabupaten/Kota (terinovatif) pada penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting 2024 se-Kalteng.
Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya terus bekerja sama dengan stakeholder lain untuk bekerjasama dalam mengurangi angka stunting di Kota Palangkaraya.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangkaraya terus berupaya mendukung program Pemerintah Kota Palangkaraya dan Pemerintah Provinsi Kalteng yang menjadi fokus utama saat ini adalah stunting.
Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangkaraya Polda Kalteng. Terus turut berpartisipasi dalam penanganan stunting dengan memberikan pelayanan kesehatan keliling gratis kepada masyarakat.
Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulang Pisau pada Kamis (4/7) lalu menggelar rapat konsultasi. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Banama Tingang itu, selain dihadiri dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani juga dihadiri para camat se-Kabupaten Pulpis.
Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya acara rembuk stunting dan penilaian kinerja 8 aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S).
Upaya penurunan stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian digencarkan. Melalui sweeping dengan mendatangi anak-anak balita langsung, upaya itu dinilai cukup efektif untuk menekan angka stunting di Bumi Habaring Hurung.
Penjabat (Pj) Bupati Lamandau, Lilis Suriani. Didampingi Kepala Dinas P3AP2KB dan kepala dinas kesehatan. Menghadiri acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Semarang, belum lama ini.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan gerakan serentak penimbangan dan pengukuran terhadap balita. Guna memperbaiki capaian dalam pengumpulan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (E-PPGBM)
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau (Pulpis), Hj Nunu Andriani, menegaskan bahwa stunting adalah masalah besar yang mendesak untuk diselesaikan bersama.
Stunting tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik anak, tetapi juga kesehatannya dan kemampuan berpikirnya. Angka stunting yang tinggi akan berdampak pada manusia dewasa dengan produktivitas rendah, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi serta memperburuk ketimpangan dan kemiskinan.
Isu stunting menjadi pembahasan hangat Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor, dalam rapat rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kotim tahun 2025, Kamis (27/6).
Upaya percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pembangunan Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal ini sangat erat kaitannya dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Persoalan SDM menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian serius dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Linae Victoria Aden, sekaligus Sekretaris TPPS Provinsi Kalteng mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Tahun 2024 secara daring dan luring, di Aula Bawi Bahalap, Kantor Dinas P3APPKB Provinsi Kalteng, Senin (24/6).
Pemerintah Kabupaten (Pem kab) Pulang Pisau pekan lalu menggelar audit kasus stunting (AKS) tahap I dan manajemen pendampingan AKS Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang digelar di Aula Baperinda Kabupaten Pulang Pisau itu dipimpin langsung Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan bersama dinas dan instansi terkait terus melakukan upaya dalam mencegah maupun menekan angka stunting di Kabupaten Seruyan dengan berbagai program yang telah dijalankan.
Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani. Menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk balita yang bermasalah gizi, di Posyandu Melati di Klinik Pratama Yakes Hanggulan Sinta, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Sabtu (15/6).
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangkaraya, Ruselita menjelaskan konsumsi ikan adalah salahsatu peran kunci dalam membangun generasi unggul sekaligus menanggulangi masalah stunting di Kota Palangkaraya.
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani melakukan pemantauan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Tuwung dan Bukit Liti Kecamatan Kahayan Tengah, Rabu (12/6).
Penjabat (Pj) Bupati Murung Raya (Mu ra), Hermon mengajak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki tanggung jawab, dalam pelaksanaan pencegahan stunting ini. Tidak hanya tugas Dinas Kesehatan, DP3ADaldukKB dan Bappedalitbang setempat, tetapi tugas bersama.
Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Erlin Hardi melakukan kunjungan kerja ke Desa Wargo Mulyo Kecamatan Kapuas Kuala, Kamis (6/6) lalu. Agenda kunjungan kerja Erlin yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Wargo Mulyo saat itu yakni pelaksanaan kick off kegiatan intervensi serentak pencegahan stunting dan pengelolaan dapur sehat atasi stunting (dashat).
Prevelensi stunting Kabupaten Pulang Pisau tahun 2023 sesuai Survei Kesehatan Indonesia (SKI) ada di angka 24 persen. Turun dari tahun 2022 yang saat itu sebesar 31,6 persen.
Ikan adalah bahan pangan yang mudah diproduksi dalam berbagai skala, bergizi tinggi, dan terjangkau bagi masyarakat. Anggota Komisi B DPRD Kota Palangkaraya, Noorkhalis Ridha mengajak masyarakat Kota Palangkaraya untuk mengoptimalkan pemanfaatan ikan.
Pemerintah Kota Palangkaraya. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3APM) Kota Palangkaraya
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Dinas Kesehatan dalam melakukan pencegahan dan penurunan stunting secara dini mulai membuahkan hasil.
Persoalan stunting tentunya merupakan problem yang harus diatasi bersama. Bukan hanya pemerintah maupun bidang kesehatan saja, akan tetapi dukungan dari semua sector. Itu sangat berpengaruh, pada percepatan penurunan stunting yang sedang dihadapi saat ini.
Kerja keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau dalam penanganan stunting telah menampakkan hasil. Kabupaten Pulang Pisau berhasil meraih peringkat II dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng dalam kinerja penanganan stunting.
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani bersama unsur Forkopimda melakukan panen cabai dan penanaman bawang di Desa Anjir Pulang Pisau. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Kamis (23/5) Nunu juga didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Isu kenaikan angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat penerintah setempat bergerak cepat untuk menekan kenaikan tersebut terus berlanjut.
Program pemerintah untuk melaksanakan Posyandu massal guna menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Katingan saat ini sedang berlangsung dengan baik. Warga, terutama ibu dan anak, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menghadiri layanan kesehatan yang diadakan di Posyandu massal, seperti yang terlihat di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang, pada Senin (13/5).
Dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Katingan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menjalin kerja sama erat dengan Forkopimda, khususnya Polres Katingan. Kegiatan Gebyar Posyandu Presisi Polres Katingan bersama Forkompinda Kabupaten Katingan, dihadiri langsung oleh Pj Bupati Katingan Saiful dan sejumlah pihak terkait di aula Bhayangkara Polres Katingan pada Rabu (8/5) lalu.
Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani memboyong lurah dan kepala desa se-Kabupaten Pulang Pisau ke Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta untuk mengikuti kaji banding.
Prevalensi stunting di wilayah Kabupaten Barito Selatan, berdasarkan hasil SSGI 2022 adalah sebesar 35,6 persen. Kemudian hasil SKI 2023 sebesar 23,9 persen turun 11,7 persen.
Seluruh anggota yang tergabung di Tim Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Katingan, diminta untuk segera bergerak ke lapangan dalam melaksanakan berbagai program.
Penjabat (Pj) Bupati Kapuas Erlin Hardi mengikuti penilaian kinerja pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2024. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring itu digelar bersama tim percepatan penurunan stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Tengah dan enam di kabupaten/kota wilayah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan dari hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 terjadi penurunan kasus stunting di kabupaten lamandau. Yakni dari 25,5 persen pada tahun 2022 menjadi 13,2 persen pada tahun 2023.
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO - Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng). Polda Kalteng menggelar Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial "Gebyar Posyandu Presisi Polda Kalteng".
Polda Kalimantan Tengah menggelar Gebyar Posyandu Presisi untuk ibu rumah tangga, ibu hamil, balita dan anak-anak di Aula Universitas Palangkaraya (UPR) pada pada Rabu, (8/5/2024)
Polda Kalimantan Tengah menggelar Gebyar Posyandu Presisi untuk ibu rumah tangga, ibu hamil, balita dan anak-anak di Aula Universitas Palangkaraya (UPR), Rabu, (8/5/2024).
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menghadiri kegiatan Bakti Kesehatan dan Bantuan Sosial “Gebyar Posyandu Presisi Polda Kalteng”, bertempat di Aula Universitas Palangka Raya, Kota Palangka Raya, Rabu (8/5/2024).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting di daerah tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Pj Bupati Katingan Saiful saat menghadiri kegiatan Penilaian Kinerja (PK) tahap I dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2024.
Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia, angka stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) naik sebesar 7,6 persen dibandingkan angka sebelumnya. Hal itu membuat Peemerintah Daerah terus berupaya mengerahkan berbagai cara dalam mengatasi hal tersebut.
Pj Wali Kota Palangkataya, Hera Nugrahayu. Mengatakan Pemko Palangkaraya akan fokus menjalankan strategi, penyelenggaraan, koordinasi, pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan pendanaan untuk percepatan penurunan stunting.
Prevalensi stunting di Kabupaten Katingan saat ini telah mencapai 34 persen. Pada tahun anggaran 2024, semua pihak diingatkan agar penanganan stunting di Kabupaten Katingan harus diselesaikan, dan mampu mencapai target nasional sebesar 14 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melaksanakan kegiatan rembuk stunting tahun 2024. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bapperida Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (30/4) dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Pulang Pisau Hj Nunu Andriani serta perangkat daerah di lingkup Pemkab Pulang Pisau.
Penjabat Bupati Lamandau, Lilis Suriani meminta instansi terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk segera melakukan koordinasi terkait optimalisasi upaya penurunan kasus stunting di Lamandau.
Guna penurunan stunting, Pemkab Barito Utara memiliki tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah stunting. Sebab tidak berdampak kepada kesehatan, akan tetapi juga memiliki dampak besar pada pendidikan ekonomi dan perkembangan sosial.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui dinas terkait lainnya akan terus berkomitmen dalam melakukan upaya menurunkan stunting di kabupaten setempat.
Berbagai langkah dilakukan pemerintah daerah dalam berkomitmen mengatasi penurunan angka stunting. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Palangkaraya, menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Palangkaraya, di Ruang Rapat Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangkaraya, Senin (29/4) pagi
Waket II DPRD Mura, Rahmanto Muhidin menyampaikan, penanganan stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah, untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penanganan stunting, dilakukan secara konvergen/ terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor.
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng H. Nuryakin menghadiri Entry Meeting Evaluasi Akselerasi Penurunan Stunting Tahun 2024 Provinsi Kalimantan Tengah secara virtual dari Ruang Kerja Sekda Provinsi Kalteng, Kamis (18/4/2024).
Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya menegaskan komitmennya dalam mencegah dan menurunkan angka stunting di Kota Palangkaraya dengan mengalokasikan dana sekitar Rp26,8 miliar.
Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fi sik, anak-anak juga mengalami gangguan perkembangan otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasinya di masa depan.
Di sela-sela kesibukannya. Penjabat (Pj) Bupati Lamandau Lilis Suriani, menyempatkan waktu untuk mengunjungi anak asuh stunting, di Desa Arga Mulya, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau.
Pencegahan masalah stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan pemerintah. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penanganan stunting, dilakukan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor.
Sebanyak 40 Desa baru dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Murung Raya, ditetapkan menjadi lokasi fokus (Lokus) prioritas percepatan penurunan stunting untuk tahun 2025. Hal itu diungkapkannya Plt Kepala Bappedalitbang Mura, Ferry Hardi pada kegiatan rembuk stunting yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Murung Raya, baru-baru ini.
Pemerintah Kota Palangkaraya menegaskan komitmennya dalam pencegahan dan penurunan kasus stunting. Dengan menganggarkan dana sebesar Rp26,8 Miliar. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangkaraya, Hasan Busyairi. Menekankan perlu kolaborasi dan optimalisasi dana.
Pemerintah Kota (Pemko) Palangkaraya. Melalui dinas terkait terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Palangkaraya. Sebagai bentuk komitmen pemerintah. Tentunya dalam konvergensi penanganan stunting ini diperlukan kerjasama yang baik. Yang tentunya melibatkan seluruh stakeholder dan juga keterlibatan setiap elemen masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) berhasil menurunkan prevelensi stunting, hingga pada bulan Februari tahun 2024.
Berdasarkan hasil data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevelensi stunting di Murung Raya sebesar 13, 70 persen, dengan jumlah balita yang diukur 80,144.
Dalam rangka pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), permasalahan stunting yang merupakan salah satu bagian dari double burden malnutrition (DBM). Hal ini mempunyai dampak yang sangat merugikan baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi produktivitas ekonomi.