30 C
Jakarta
Saturday, July 13, 2024
spot_img

PT Unggul Lestari Raih Penghargaan, Turut Terlibat Tanggulangi Stunting

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Perusahaan Besar Swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yaitu PT Unggul Lestari menerima  penghargaan dari organisasi Pita Putih Indonesia (PPI), atas dukungan dan kepedulian perusahaan ini terhadap program kegiatan edukasi pencegahan stunting melalui pemahaman Undang-Undang Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi Remaja bagi pelajar SMP dan SMS yang diselenggarakan di Gedung Wanita Sampit, Kamis (11/5).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotim,  Hj Khairiah Halikinnor didampingi Ketua PPI Kabupaten Kotim Utari Riambarwati kepada PT Unggul Lestari yang diwakili Asisten Kepala Humas Muhammad Ali Akbar.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotim,  Hj Khairiah Halikinnor menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Unggul Lestari terhadap upaya penanggulangan stunting di daerah ini, dan  berharap dukungan ini terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak perusahaan yang telah membantu penaggulangan stunting di Kabupaten Kotim ini, dan diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan yang ada di daerah ini,” kata Khairiah.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri RI Naik Menjadi Rp 5.542,10 Triliun

Menurutnya angka stunting di Kabupaten Kotim masih tinggi yaitu sekitar 28 persen. Pemerintah daerah berupaya keras menurunkan kasus stunting ini minimal 14 persen pada tahun 2024 nanti. Salah satu upayanya adalah mencegah pernikahan usia dini karena rawan memiliki bayi stunting.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita atau bayi di bawah lima tahun. Akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Upaya ini tentu perlu dukungan semua pihak. Kami berterima kasih dan mengapresiasi karena PT Unggul Lestari sangat antusias mendukung program pengentasan stunting di Kotim ini,” ujar Khairiah.

Sementara itu, Asisten Kepala Humas PT Unggul Lestari Ali Akbar mengatakan, pihaknya sangat serius dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi permasalahan kesehatan, termasuk stunting. Ini menjadi prioritas lainnya selain isu kesetaraan gender yang selama ini menjadi perhatian mereka.

“Perusahaan kami siap bekerja sama dan mendukung program-program yang akan dijalankan pemerintah daerah untuk penanggulangan stunting di Kabupaten Kotim ini,” kata Ali.

Baca Juga :  Gegara Pandemi, Segini Total Kerugian Ekonomi Indonesia

Dirinya mengapresiasi upaya pengentasan stunting yang juga mengedepankan pencegahan. Seperti edukasi pencegahan stunting melalui pemahaman Undang-Undang Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi Remaja yang digelar tersebut.

“Kami sangat mensukung kegiatan tersebut, dan sangat bagus bagi generasi muda sehingga mereka dapat memahami bahaya stunting serta bagaimana pencegahannya” ucap Ali

Sebelumnya penanganan stunting cuma berupa pemberian makanan tambahan. Sekarang ini, juga dilakukan upaya pencegahan melalui pemahaman pentingnya undang-undang ini untuk mencegah pernikahan dini karena banyak kasus cerai muda dan berimbas pada meningkatnya stunting.

“Kami sangat mendukung program ini. Kalau ada lagi, kami siap mendukung dan bekerja sama. Ini juga penting bagi karyawan peresahaan kami, saya juga meminta agar para peserta kegiatan dapat menyebarluaskan informasi pencegahan stunting ini kepada teman-teman mereka sehingga pernikahan dini dapat di cegah dan kasus stuting dapat menurun,” tutupnya. (pri/bah/adv)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Perusahaan Besar Swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yaitu PT Unggul Lestari menerima  penghargaan dari organisasi Pita Putih Indonesia (PPI), atas dukungan dan kepedulian perusahaan ini terhadap program kegiatan edukasi pencegahan stunting melalui pemahaman Undang-Undang Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi Remaja bagi pelajar SMP dan SMS yang diselenggarakan di Gedung Wanita Sampit, Kamis (11/5).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotim,  Hj Khairiah Halikinnor didampingi Ketua PPI Kabupaten Kotim Utari Riambarwati kepada PT Unggul Lestari yang diwakili Asisten Kepala Humas Muhammad Ali Akbar.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotim,  Hj Khairiah Halikinnor menyampaikan terima kasih atas dukungan PT Unggul Lestari terhadap upaya penanggulangan stunting di daerah ini, dan  berharap dukungan ini terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pihak perusahaan yang telah membantu penaggulangan stunting di Kabupaten Kotim ini, dan diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan perkebunan yang ada di daerah ini,” kata Khairiah.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri RI Naik Menjadi Rp 5.542,10 Triliun

Menurutnya angka stunting di Kabupaten Kotim masih tinggi yaitu sekitar 28 persen. Pemerintah daerah berupaya keras menurunkan kasus stunting ini minimal 14 persen pada tahun 2024 nanti. Salah satu upayanya adalah mencegah pernikahan usia dini karena rawan memiliki bayi stunting.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita atau bayi di bawah lima tahun. Akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk seusianya. Upaya ini tentu perlu dukungan semua pihak. Kami berterima kasih dan mengapresiasi karena PT Unggul Lestari sangat antusias mendukung program pengentasan stunting di Kotim ini,” ujar Khairiah.

Sementara itu, Asisten Kepala Humas PT Unggul Lestari Ali Akbar mengatakan, pihaknya sangat serius dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi permasalahan kesehatan, termasuk stunting. Ini menjadi prioritas lainnya selain isu kesetaraan gender yang selama ini menjadi perhatian mereka.

“Perusahaan kami siap bekerja sama dan mendukung program-program yang akan dijalankan pemerintah daerah untuk penanggulangan stunting di Kabupaten Kotim ini,” kata Ali.

Baca Juga :  Gegara Pandemi, Segini Total Kerugian Ekonomi Indonesia

Dirinya mengapresiasi upaya pengentasan stunting yang juga mengedepankan pencegahan. Seperti edukasi pencegahan stunting melalui pemahaman Undang-Undang Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi Remaja yang digelar tersebut.

“Kami sangat mensukung kegiatan tersebut, dan sangat bagus bagi generasi muda sehingga mereka dapat memahami bahaya stunting serta bagaimana pencegahannya” ucap Ali

Sebelumnya penanganan stunting cuma berupa pemberian makanan tambahan. Sekarang ini, juga dilakukan upaya pencegahan melalui pemahaman pentingnya undang-undang ini untuk mencegah pernikahan dini karena banyak kasus cerai muda dan berimbas pada meningkatnya stunting.

“Kami sangat mendukung program ini. Kalau ada lagi, kami siap mendukung dan bekerja sama. Ini juga penting bagi karyawan peresahaan kami, saya juga meminta agar para peserta kegiatan dapat menyebarluaskan informasi pencegahan stunting ini kepada teman-teman mereka sehingga pernikahan dini dapat di cegah dan kasus stuting dapat menurun,” tutupnya. (pri/bah/adv)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru