28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Tips Sperma Bagus dan Baik Agar Anak Terhindar dari Stunting dan Cacat

Sebuah tips menghasilkan sperma yang bagus dan baik untuk membuahi sel telur agar anak terhindar dari stunting dan kecacatan, diungkap Kepala BKKBN Dokter Hasto.

Dokter Hasto mengungkap, tips itu saat menjadi pembicara pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Pendopo Bupati, Kabupaten Kudus (Jawa Tengah), Jumat (23/2).

Menurut dokter Hasto, laki-laki yang ingin spermanya bagus jangan merokok, meminum minuman keras, dan terlalu lama mandi air hangat. Sperma diproduksi berdasar hormon yang diproduksi otak dan testis.

”Tetapi ada juga enzim yang diproduksi hati. Jadi, kalau hatinya rusak, spermanya tidak akan bagus. Maka, orang yang merokok, spermanya tidak bagus,” jelas dokter Hasto.

Mengapa perilaku yang tidak sehat bagi kesehatan sperma adalah merokok, minum minuman keras? Dokter Hasto menjelaskan, itu karena yang mendetoksifikasi miras adalah hati. Hati mencerna alkohol agar tidak menjadi racun bagi tubuh.

Sedangkan mandi air hangat dalam durasi yang lama, lanjut dokter Hasto, bisa mengakibatkan penurunan jumlah sperma. Testis sensitif pada suhu panas. Sehingga bila berendam di air hangat terlalu lama dapat merusak dan menurunkan pergerakan sperma menuju sel telur.

Rencanakan Kehamilan dengan Baik

Dokter Hasto mengingatkan kehamilan harus direncanakan dengan baik agar anak yang dilahirkan sehat, jauh dari kondisi stunting. ”Kalau tidak direncanakan jangan hamil dulu untuk mencegah stunting dan cacat-cacat (pada bayi),” kata dokter Hasto.

Baca Juga :  Ketahui! Gonta-Ganti Pasangan Seksual, Ini Akibatnya

Dia mengatakan, kehamilan yang tidak direncanakan biasanya ibu yang hamil tidak mengetahui. Apabila dia tidak sengaja minum obat-obatan yang dilarang diminum ibu hamil, kondisi itu bisa berbahaya bagi perkembangan janin. Misal mengonsumsi obat maag bisa menyebabkan bibir sumbing.

”Begitu mau ketemu (menyatunya bibir kiri dan kanan) di usia kehamilan satu bulan, lalu ibu hamil itu minum obat maag banyak-banyak, terganggu lah pertemuan antara bibir kiri dengan bibir kanan,” jelas dokter Hasto.

Menurut dia, para calon pengantin yang ketika sudah memeriksakan kesehatan dan mengisi aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) tidak memenuhi syarat sehat untuk hamil, masih boleh menikah.  Tetapi, diingatkan dokter Hasto, hendaknya menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

”Kondom itu bagus untuk orang yang belum punya anak yang ingin tidak hamil dulu. Kalau susuk terlalu lama, tiga tahun. Maka, kondom lebih baik,” urai dokter Hasto.

Alasan mengapa catin (calon pengantin) harus sehat ketika hamil agar tidak melahirkan anak stunting? Sehat itu salah satunya catin perempuan jangan terlalu kurus di mana ukuran lingkar lengan kurang dari 23,5 cm.

Baca Juga :  Simak! Tips Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Bila ukuran lingkar lengan kurang dari batas minimal, itu tidak baik untuk janin yang dikandung. Hal itu, menurut dokter Hasto, karena tubuh ibu yang terlalu kurus tidak berlemak. Padahal otak bayi membutuhkan lemak.

”Ibu yang mau hamil harus berlemak dan tidak anemia,” tambah dokter Hasto.

Harus keroyokan

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti berbangga hati karena kegiatan Promosi KIE itu diselenggarakan di Kabupaten Kudus.

”Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan petugas lini lapangan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ucap Revlisianto Subekti.

Menurut dia, percepatan penurunan stunting adalah sebuah program prioritas nasional yang menjadi perhatian bersama yang tidak bisa dilakukan secara sendiri.

”Kita semua harus keroyokan untuk mengentaskan. Apabila tidak tuntas pada generasi sekarang bisa memengaruhi perjalanan generasi penerus bangsa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” imbuh Revlisianto Subekti.

Pada acara itu, Kepala BKKBN dokter Hasto memberikan bantuan bagi anak-anak stunting di Kabupaten Kudus. Dokter Hasto juga mengunjungi rumah salah satu anak stunting, sekaligus memberikan bantuan. Anak tersebut berusia dua tahun dengan berat badan hanya 7 kg. Ironisnya, ibu balita tersebut juga sedang hamil 4 bulan.(jpc)

Sebuah tips menghasilkan sperma yang bagus dan baik untuk membuahi sel telur agar anak terhindar dari stunting dan kecacatan, diungkap Kepala BKKBN Dokter Hasto.

Dokter Hasto mengungkap, tips itu saat menjadi pembicara pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Pendopo Bupati, Kabupaten Kudus (Jawa Tengah), Jumat (23/2).

Menurut dokter Hasto, laki-laki yang ingin spermanya bagus jangan merokok, meminum minuman keras, dan terlalu lama mandi air hangat. Sperma diproduksi berdasar hormon yang diproduksi otak dan testis.

”Tetapi ada juga enzim yang diproduksi hati. Jadi, kalau hatinya rusak, spermanya tidak akan bagus. Maka, orang yang merokok, spermanya tidak bagus,” jelas dokter Hasto.

Mengapa perilaku yang tidak sehat bagi kesehatan sperma adalah merokok, minum minuman keras? Dokter Hasto menjelaskan, itu karena yang mendetoksifikasi miras adalah hati. Hati mencerna alkohol agar tidak menjadi racun bagi tubuh.

Sedangkan mandi air hangat dalam durasi yang lama, lanjut dokter Hasto, bisa mengakibatkan penurunan jumlah sperma. Testis sensitif pada suhu panas. Sehingga bila berendam di air hangat terlalu lama dapat merusak dan menurunkan pergerakan sperma menuju sel telur.

Rencanakan Kehamilan dengan Baik

Dokter Hasto mengingatkan kehamilan harus direncanakan dengan baik agar anak yang dilahirkan sehat, jauh dari kondisi stunting. ”Kalau tidak direncanakan jangan hamil dulu untuk mencegah stunting dan cacat-cacat (pada bayi),” kata dokter Hasto.

Baca Juga :  Ketahui! Gonta-Ganti Pasangan Seksual, Ini Akibatnya

Dia mengatakan, kehamilan yang tidak direncanakan biasanya ibu yang hamil tidak mengetahui. Apabila dia tidak sengaja minum obat-obatan yang dilarang diminum ibu hamil, kondisi itu bisa berbahaya bagi perkembangan janin. Misal mengonsumsi obat maag bisa menyebabkan bibir sumbing.

”Begitu mau ketemu (menyatunya bibir kiri dan kanan) di usia kehamilan satu bulan, lalu ibu hamil itu minum obat maag banyak-banyak, terganggu lah pertemuan antara bibir kiri dengan bibir kanan,” jelas dokter Hasto.

Menurut dia, para calon pengantin yang ketika sudah memeriksakan kesehatan dan mengisi aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) tidak memenuhi syarat sehat untuk hamil, masih boleh menikah.  Tetapi, diingatkan dokter Hasto, hendaknya menunda kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

”Kondom itu bagus untuk orang yang belum punya anak yang ingin tidak hamil dulu. Kalau susuk terlalu lama, tiga tahun. Maka, kondom lebih baik,” urai dokter Hasto.

Alasan mengapa catin (calon pengantin) harus sehat ketika hamil agar tidak melahirkan anak stunting? Sehat itu salah satunya catin perempuan jangan terlalu kurus di mana ukuran lingkar lengan kurang dari 23,5 cm.

Baca Juga :  Simak! Tips Menurunkan Berat Badan Pasca Melahirkan

Bila ukuran lingkar lengan kurang dari batas minimal, itu tidak baik untuk janin yang dikandung. Hal itu, menurut dokter Hasto, karena tubuh ibu yang terlalu kurus tidak berlemak. Padahal otak bayi membutuhkan lemak.

”Ibu yang mau hamil harus berlemak dan tidak anemia,” tambah dokter Hasto.

Harus keroyokan

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti berbangga hati karena kegiatan Promosi KIE itu diselenggarakan di Kabupaten Kudus.

”Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini menambah wawasan dan pengetahuan petugas lini lapangan dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ucap Revlisianto Subekti.

Menurut dia, percepatan penurunan stunting adalah sebuah program prioritas nasional yang menjadi perhatian bersama yang tidak bisa dilakukan secara sendiri.

”Kita semua harus keroyokan untuk mengentaskan. Apabila tidak tuntas pada generasi sekarang bisa memengaruhi perjalanan generasi penerus bangsa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” imbuh Revlisianto Subekti.

Pada acara itu, Kepala BKKBN dokter Hasto memberikan bantuan bagi anak-anak stunting di Kabupaten Kudus. Dokter Hasto juga mengunjungi rumah salah satu anak stunting, sekaligus memberikan bantuan. Anak tersebut berusia dua tahun dengan berat badan hanya 7 kg. Ironisnya, ibu balita tersebut juga sedang hamil 4 bulan.(jpc)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

/