PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Pemprov Kalteng menggelar aksi nyata melalui penyelenggaraan bantuan pangan dan kuliah umum bagi ribuan mahasiswa. Kegiatan ini dipusatkan untuk memperkuat ketahanan pangan mahasiswa di tengah kondisi efisiensi global.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng, Reza Prabowo, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan wujud konkret kepedulian Gubernur Kalteng terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, di masa sulit sekalipun, sektor pendidikan dan kesejahteraan pelajar tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Bapak gubernur tidak meninggalkan satu pun siswa maupun mahasiswa, khususnya anak-anak Kalimantan Tengah di pedalaman yang berhak menerima bantuan. Hari ini adalah wujud kepedulian beliau,” ujar Reza Prabowo saat diwawancara media, Selasa (20/5).
Selain pemberian bantuan, acara ini diisi dengan kuliah umum yang tergolong unik karena menghadirkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai pemateri.
Selain gubernur, tokoh-tokoh seperti Pangdam, Kapolda, Kabinda, hingga Ketua Pengadilan Tinggi turut memberikan pembekalan moral dan wawasan kebangsaan kepada para mahasiswa.
Reza menjelaskan bahwa kehadiran para jenderal dan petinggi hukum ini bertujuan untuk memacu semangat nasionalisme serta memberikan stressing atau penekanan agar mahasiswa lebih sadar akan pentingnya menyelesaikan pendidikan.
“Harapannya, sumber daya manusia kita terus meningkat. Cita-cita bapak gubernur jelas, anak-anak Kalteng tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi tuan di rumahnya sendiri,” tegasnya.
Fokus utama bantuan kali ini, menurutnya menyasar sekitar 3.500 mahasiswa, terutama mereka yang berasal dari daerah pelosok dan telah tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Reza memaparkan bahwa langkah ini diambil untuk melengkapi bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
“Karena KIP Kuliah sudah menanggung biaya pendidikan dari pusat, maka Bapak Gubernur masuk untuk memberikan bantuan pangannya. Jangan sampai mahasiswa kita mau belajar tapi perutnya lapar, atau kesulitan membeli kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng,” tambahnya.
Dalam pembagian bingkisan bahan pangan tersebut, mahasiswa juga antusias dalam kegiatan tersebut. Paket bantuan komoditas yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, dan gula.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektoral antara Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, Biro Kesra, hingga Dinas Kominfo untuk merealisasikan visi dan misi Gubernur Kalteng.
“Ini adalah kerja bersama. Tidak boleh ada anak-anak kita yang tidak bisa sekolah, tidak bisa makan, atau tidak bisa berobat di tanahnya sendiri,” tutup Reza. (her)


