Spanyol akhirnya menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 pada final di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026). Gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak extra time memastikan La Roja mengangkat trofi dunia kedua sepanjang sejarah sekaligus memupus mimpi Lionel Messi menutup karier internasional dengan gelar Piala Dunia kedua.
Meski Argentina bertahan habis-habisan selama lebih dari 100 menit, dominasi Spanyol sejak awal laga akhirnya membuahkan hasil.
Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti tampil sebagai pembeda, sementara Lionel Messi harus menerima kenyataan pahit setelah gagal membawa La Albiceleste mempertahankan mahkota juara dunia.
Bagaimana Spanyol Mendominasi Final Sejak Menit Pertama?
Spanyol langsung mengambil kendali permainan sejak peluit awal dibunyikan.
Tim asuhan Luis de la Fuente mendikte tempo lewat penguasaan bola, kombinasi umpan pendek, serta pergerakan cepat Lamine Yamal, Nico Williams, Dani Olmo, dan Alex Baena.
Peluang emas pertama hadir pada menit kelima ketika bola liar hasil kemelut disambar Lamine Yamal.
Namun, Emiliano Martinez bersama Lisandro Martinez masih mampu menghalau bola sehingga Argentina selamat dari kebobolan cepat.
Argentina lebih banyak dipaksa bertahan sepanjang babak pertama. Cristian Romero dan Lisandro Martinez bekerja keras menghalau serangan yang terus datang dari kedua sisi lapangan.
Dominasi Spanyol juga terlihat dari pola serangan mereka. Sebanyak 45 persen serangan dibangun melalui sisi kanan lewat kerja sama Pedro Porro dan Lamine Yamal yang berulang kali merepotkan lini belakang Argentina.
Meski menguasai pertandingan, efektivitas kedua tim masih rendah.
Hingga menit ke-27 hanya tercipta satu tembakan, menjadi jumlah tembakan paling sedikit dalam 25 menit awal final Piala Dunia sejak pencatatan statistik modern dimulai pada 1966.
Lionel Messi Sulit Berkembang, Argentina Kehilangan Bek Andalan
Disiplin lini tengah Spanyol membuat Lionel Messi nyaris tak berkutik. Setiap kali menerima bola, kapten Argentina langsung mendapat penjagaan ketat sehingga kesulitan membangun serangan.
Memasuki menit ke-27, Messi baru mencatat dua sentuhan bola. Catatan itu menjadi jumlah sentuhan paling sedikit yang pernah ia bukukan dalam 20 menit awal pertandingan Piala Dunia saat tampil sebagai starter.
Masalah Argentina bertambah menjelang turun minum. Lisandro Martinez yang sebelumnya menerima kartu kuning mengalami cedera sehingga harus meninggalkan lapangan pada menit ke-44.
Lionel Scaloni kemudian memasukkan Nicolas Otamendi untuk menjaga keseimbangan pertahanan.
Pergantian itu membuat Argentina tetap mampu mempertahankan skor 0-0 hingga babak pertama berakhir meski terus berada dalam tekanan.
Emiliano Martinez Tampil Heroik, Argentina Bertahan dengan 10 Pemain
Babak kedua kembali menjadi milik Spanyol. Alex Baena langsung menguji Emiliano Martinez lewat tendangan keras yang sempat memantul sebelum diamankan sang penjaga gawang.
Luis de la Fuente kemudian memasukkan Pedri dan Ferran Torres pada menit ke-62. Pergantian tersebut membuat intensitas serangan Spanyol semakin meningkat dan peluang terus bermunculan.
Pedri, Dani Olmo, Ferran Torres hingga Aymeric Laporte bergantian mengancam gawang Argentina. Namun, Emiliano Martinez tampil luar biasa dengan penyelamatan demi penyelamatan yang membuat skor tetap imbang.
Masuknya Nico Williams pada menit ke-75 semakin menambah tekanan. Winger Athletic Club itu berkali-kali menusuk dari sisi kiri dan membuka ruang, tetapi penyelesaian akhir Spanyol masih belum mampu menaklukkan kiper Argentina.
Hingga lima menit terakhir waktu normal, Emiliano Martinez telah membukukan delapan penyelamatan.
Catatan tersebut menyamai rekor penyelamatan terbanyak seorang kiper pada final Piala Dunia sejak statistik modern mulai dihitung pada 1966.
Sebaliknya, Argentina hampir tidak mampu mengembangkan permainan. Bahkan hingga menit ke-72, La Albiceleste belum berhasil melepaskan satu pun tembakan sepanjang pertandingan.
Drama terjadi pada masa injury time ketika Enzo Fernandez melakukan tekel keras terhadap Pau Cubarsi.
Setelah meninjau pelanggaran tersebut, wasit mengeluarkan kartu merah sehingga Argentina harus memainkan babak extra time dengan 10 orang.
Meski kehilangan satu pemain, Argentina tetap mampu mempertahankan kedudukan 0-0 hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.
Ferran Torres Jadi Penentu Gelar Juara Dunia Spanyol
Extra time kembali diawali tekanan bertubi-tubi dari Spanyol. Nico Williams hampir mencetak gol pada menit ke-93, tetapi lagi-lagi digagalkan Emiliano Martinez.
Dua menit kemudian, Nico Williams sebenarnya sempat membobol gawang Argentina setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Mikel Merino.
Namun, wasit menganulir gol tersebut karena Merino lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi.
Spanyol tidak mengendurkan tekanan. Sundulan Mikel Merino pada penghujung babak pertama extra time juga hanya melintas tipis di sisi gawang Argentina.
Gol yang ditunggu akhirnya datang hanya 37 detik setelah babak kedua extra time dimulai. Pedro Porro mengirim umpan silang ke tiang jauh yang berhasil dijaga Nico Williams sebelum mengembalikannya ke depan gawang.
Ferran Torres yang berdiri tanpa kawalan langsung menyambar bola dengan tendangan keras ke atap gawang Emiliano Martinez pada menit ke-106.
Gol tersebut membuat New York New Jersey Stadium bergemuruh sekaligus membawa Spanyol unggul 1-0.
Torres juga menorehkan sejarah sebagai pemain pengganti kelima yang mampu mencetak gol pada final Piala Dunia.
Penyerang Barcelona itu sekaligus menjadi pemain Barcelona kedua yang mencetak gol di final Piala Dunia setelah Andres Iniesta pada edisi 2010.
Argentina mencoba bangkit pada sisa pertandingan.
Lionel Messi sempat mengirim sepak pojok berbahaya yang hampir mengejutkan Unai Simon, sedangkan peluang terbaik lainnya berhasil diblok heroik oleh Mikel Merino menggunakan wajahnya.
Pada menit-menit terakhir, seluruh pemain Argentina ikut membantu serangan demi memaksakan adu penalti. Namun, pertahanan Spanyol tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan 1-0 memastikan Spanyol kembali menjadi juara dunia setelah penantian selama 16 tahun sejak keberhasilan mereka pada Piala Dunia 2010.
Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan La Roja, sementara Lionel Messi harus mengakhiri malam final dengan air mata setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia bersama Argentina.(jpc)


