NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Keluhan terhadap kondisi kelistrikan yang tidak stabil melanda warga di kawasan BTN Bukit Samaliba Residence, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa (21/7/2026). Pasalnya, pasokan listrik di wilayah tersebut dilaporkan mengalami mati dan hidup (Biar-Pet ) secara berulang kali sampai sekitar 10 kali lebih.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang menilai berpotensi merusak alat-alat elektronik rumah tangga, seperti kulkas dan mesin cuci. Gelombang keluhan tersebut muncul dan ramai di grup percakapan WhatsApp warga setempat sejak pagi hari.
“Apakah semua ya kWh meteran listrik hidup mati berulang-ulang seperti ini? Bahaya, bisa bikin rusak kulkas kalau macam ini,” ujar Lista, salah seorang warga BTN Bukit Samaliba Residence dalam grup percakapan tersebut.
Senada dengan Lista, warga lainnya Yuneri mengira gangguan ini berdampak luas ke seluruh area dan menyarankan agar meteran listrik dimatikan sementara demi keamanan.
“Matikan saja meterannya, bu. Bahaya bisa buat kulkas rusak kalau begini caranya,” ujar Yuneri merespons kekhawatiran tetangganya itu.
Sebeluimnya diketahui memang pihak PLN ULP Nanga Bulik telah menyampaikan pemberitahuan Informasi Pemadaman Emergency pada Selasa (21/7/2026) sekira pukul 09.19 WIB. Pihak PLN menjelaskan bahwa gangguan arus listrik yang berulang kali tersebut disebabkan oleh insiden teknis di lapangan.
Penyebab gangguan putusnya kabel SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) di sekitar kawasan Bundaran Masjid Kaca Log Pond. Sementara status penanganan petugas PLN langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan secara intensif.
Kondisi itu juga diiringi dengan penyampaian permohonan maaf pihak PLN atas ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas para pelanggan tersebut. PLN juga menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan penanganan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan aman digunakan masyarakat. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Keluhan terhadap kondisi kelistrikan yang tidak stabil melanda warga di kawasan BTN Bukit Samaliba Residence, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa (21/7/2026). Pasalnya, pasokan listrik di wilayah tersebut dilaporkan mengalami mati dan hidup (Biar-Pet ) secara berulang kali sampai sekitar 10 kali lebih.
Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang menilai berpotensi merusak alat-alat elektronik rumah tangga, seperti kulkas dan mesin cuci. Gelombang keluhan tersebut muncul dan ramai di grup percakapan WhatsApp warga setempat sejak pagi hari.
“Apakah semua ya kWh meteran listrik hidup mati berulang-ulang seperti ini? Bahaya, bisa bikin rusak kulkas kalau macam ini,” ujar Lista, salah seorang warga BTN Bukit Samaliba Residence dalam grup percakapan tersebut.
Senada dengan Lista, warga lainnya Yuneri mengira gangguan ini berdampak luas ke seluruh area dan menyarankan agar meteran listrik dimatikan sementara demi keamanan.
“Matikan saja meterannya, bu. Bahaya bisa buat kulkas rusak kalau begini caranya,” ujar Yuneri merespons kekhawatiran tetangganya itu.
Sebeluimnya diketahui memang pihak PLN ULP Nanga Bulik telah menyampaikan pemberitahuan Informasi Pemadaman Emergency pada Selasa (21/7/2026) sekira pukul 09.19 WIB. Pihak PLN menjelaskan bahwa gangguan arus listrik yang berulang kali tersebut disebabkan oleh insiden teknis di lapangan.
Penyebab gangguan putusnya kabel SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) di sekitar kawasan Bundaran Masjid Kaca Log Pond. Sementara status penanganan petugas PLN langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan secara intensif.
Kondisi itu juga diiringi dengan penyampaian permohonan maaf pihak PLN atas ketidaknyamanan dan terganggunya aktivitas para pelanggan tersebut. PLN juga menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan penanganan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan aman digunakan masyarakat. (bib)