Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Lapangan Kerja: Pelajaran bagi Daerah Kaya Sumber Daya Alam

Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA

PERTUMBUHAN ekonomi sering dijadikan ukuran utama keberhasilan pembangunan.

Ketika angka pertumbuhan meningkat, publik cenderung menganggap kesejahteraan masyarakat ikut membaik.

Namun, kenyataan tidak selalu demikian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan fenomena yang patut dicermati: ekonomi tumbuh, tetapi penciptaan lapangan kerja berkualitas belum mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Mei 2026 jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 7,22 juta orang.

Dari jumlah itu, sekitar 1,03 juta merupakan lulusan pendidikan tinggi (D4 hingga S3). Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menghasilkan kesempatan kerja yang sesuai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Disbun Kalteng Tekankan Pentingnya Perlindungan Hak Adat

Fenomena ini dikenal sebagai jobless growth, yaitu kondisi ketika ekonomi tumbuh, tetapi penyerapan tenaga kerja berlangsung lambat.

Pertumbuhan yang terjadi lebih banyak ditopang oleh sektor-sektor padat modal dan berbasis teknologi, sehingga tambahan output tidak selalu diikuti oleh tambahan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Para ekonom menilai bahwa persoalan utama bukan hanya ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, tetapi juga keterbatasan penciptaan pekerjaan formal dan produktif dalam struktur ekonomi nasional.

Pelajaran penting dari kondisi ini sangat relevan bagi daerah kaya sumber daya alam, termasuk Kalimantan Tengah.

Selama ini pertumbuhan ekonomi daerah banyak ditopang oleh sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya.

Baca Juga :  Kalteng Genjot Pertumbuhan Ekonomi 2027 Lewat Produktivitas, Investasi, dan Industri

Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA

PERTUMBUHAN ekonomi sering dijadikan ukuran utama keberhasilan pembangunan.

Ketika angka pertumbuhan meningkat, publik cenderung menganggap kesejahteraan masyarakat ikut membaik.

Electronic money exchangers listing

Namun, kenyataan tidak selalu demikian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menunjukkan fenomena yang patut dicermati: ekonomi tumbuh, tetapi penciptaan lapangan kerja berkualitas belum mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Mei 2026 jumlah pengangguran di Indonesia masih mencapai 7,22 juta orang.

Dari jumlah itu, sekitar 1,03 juta merupakan lulusan pendidikan tinggi (D4 hingga S3). Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya menghasilkan kesempatan kerja yang sesuai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Disbun Kalteng Tekankan Pentingnya Perlindungan Hak Adat

Fenomena ini dikenal sebagai jobless growth, yaitu kondisi ketika ekonomi tumbuh, tetapi penyerapan tenaga kerja berlangsung lambat.

Pertumbuhan yang terjadi lebih banyak ditopang oleh sektor-sektor padat modal dan berbasis teknologi, sehingga tambahan output tidak selalu diikuti oleh tambahan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Para ekonom menilai bahwa persoalan utama bukan hanya ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, tetapi juga keterbatasan penciptaan pekerjaan formal dan produktif dalam struktur ekonomi nasional.

Pelajaran penting dari kondisi ini sangat relevan bagi daerah kaya sumber daya alam, termasuk Kalimantan Tengah.

Selama ini pertumbuhan ekonomi daerah banyak ditopang oleh sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan eksploitasi sumber daya alam lainnya.

Baca Juga :  Kalteng Genjot Pertumbuhan Ekonomi 2027 Lewat Produktivitas, Investasi, dan Industri

Terpopuler

Artikel Terbaru