Air Bersih Nanga Bulik Sempat Terhenti, Perumda Tunggu Hasil Uji Sampel Sungai

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pasokan air bersih Perumda Tirta Lamandau ke rumah warga Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terhenti sejak Sabtu sore (5/9) hingga Minggu (6/9) pukul 11.00 WIB. Penghentian sementara dilakukan setelah adanya informasi kegiatan tradisi menuba di aliran Sungai Lamandau, sementara Perumda masih menunggu hasil pengujian sampel air sungai.

Gangguan tersebut disinyalir terjadi akibat aktivitas masyarakat Desa Bunut yang melakukan tradisi menuba atau menangkap ikan dengan racun alami di aliran Sungai Lamandau.

Keluhan kemudian disampaikan warga melalui media sosial Facebook. Pemilik akun Irwansyah Iwan mengungkapkan kekecewaannya terkait terhentinya aliran air bersih akibat kegiatan tersebut.

“Gara-gara tradisi menuba di Desa Bunut, air bersih PDAM di Nanga Bulik tidak dapat disalurkan selama dua atau tiga hari. Air tuba tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga masyarakat Nanga Bulik,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga :  Sebelum Tewas Tenggelam, Ketua PPI Lamandau Sempat Kirim Pesan Pamitan

Menanggapi keluhan masyarakat, Plt Direktur Perumda Tirta Lamandau, Manto, memberikan penjelasan mengenai penghentian sementara distribusi air bersih.

“Kalau kemarin sore memang ada perbaikan. Kebetulan kami juga mendengar ada kegiatan menuba, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi air guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Manto saat dikonfirmasi.

Ia juga meluruskan informasi mengenai lamanya durasi penghentian layanan yang beredar di media sosial. Pihaknya kini terlebih dahulu menjadwalkan pengujian sampel air Sungai Lamandau.

Electronic money exchangers listing

“Sementara kami masih akan mengambil sampel air Sungai Lamandau untuk diuji. Adapun informasi bahwa layanan tidak beroperasi selama dua atau tiga hari itu tidak benar. Kami masih melakukan uji sampel air, jadi kami menunggu hasilnya terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Rapat Evaluasi PPSP 2025, Pemprov Kalteng Tekankan Percepatan Layanan Sanitasi

Di sisi lain, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut memberikan tanggapan melalui status media sosialnya. Ia mengimbau masyarakat untuk memikirkan dampak luas sebelum menggelar aktivitas menuba. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Pasokan air bersih Perumda Tirta Lamandau ke rumah warga Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terhenti sejak Sabtu sore (5/9) hingga Minggu (6/9) pukul 11.00 WIB. Penghentian sementara dilakukan setelah adanya informasi kegiatan tradisi menuba di aliran Sungai Lamandau, sementara Perumda masih menunggu hasil pengujian sampel air sungai.

Gangguan tersebut disinyalir terjadi akibat aktivitas masyarakat Desa Bunut yang melakukan tradisi menuba atau menangkap ikan dengan racun alami di aliran Sungai Lamandau.

Keluhan kemudian disampaikan warga melalui media sosial Facebook. Pemilik akun Irwansyah Iwan mengungkapkan kekecewaannya terkait terhentinya aliran air bersih akibat kegiatan tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Gara-gara tradisi menuba di Desa Bunut, air bersih PDAM di Nanga Bulik tidak dapat disalurkan selama dua atau tiga hari. Air tuba tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga masyarakat Nanga Bulik,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Baca Juga :  Sebelum Tewas Tenggelam, Ketua PPI Lamandau Sempat Kirim Pesan Pamitan

Menanggapi keluhan masyarakat, Plt Direktur Perumda Tirta Lamandau, Manto, memberikan penjelasan mengenai penghentian sementara distribusi air bersih.

“Kalau kemarin sore memang ada perbaikan. Kebetulan kami juga mendengar ada kegiatan menuba, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi air guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Manto saat dikonfirmasi.

Ia juga meluruskan informasi mengenai lamanya durasi penghentian layanan yang beredar di media sosial. Pihaknya kini terlebih dahulu menjadwalkan pengujian sampel air Sungai Lamandau.

“Sementara kami masih akan mengambil sampel air Sungai Lamandau untuk diuji. Adapun informasi bahwa layanan tidak beroperasi selama dua atau tiga hari itu tidak benar. Kami masih melakukan uji sampel air, jadi kami menunggu hasilnya terlebih dahulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Rapat Evaluasi PPSP 2025, Pemprov Kalteng Tekankan Percepatan Layanan Sanitasi

Di sisi lain, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut memberikan tanggapan melalui status media sosialnya. Ia mengimbau masyarakat untuk memikirkan dampak luas sebelum menggelar aktivitas menuba. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru