NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Lamandau sekaligus Pendamping Purna Paskibraka, Ikhsan Reza Pahlevi (23), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Lamandau, tepat di bawah jembatan Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa (1/9) pagi.
Ikhsan sebelumnya tenggelam pada Senin (31/8) sore saat tiga pemuda berenang menyeberangi aliran Sungai Lamandau. Dua pemuda lainnya berhasil selamat dan langsung dilarikan ke RSUD Gusti Abdul Ghani untuk mendapatkan perawatan medis.
Proses pencarian terhadap Ikhsan dilakukan tim gabungan hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB. Jasad Ikhsan ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian.
Sebelum insiden tragis tersebut, Ikhsan ternyata sempat mengunggah video dari pinggir sungai dan meninggalkan pesan tersirat di grup WhatsApp Paskibraka.
Salah satu senior Paskibraka Lamandau, Epri, mengungkapkan bahwa almarhum mengirimkan pesan pamitan yang cukup menyentuh.
“Sehubungan dengan keluarnya SK pensiun dini saya TMT 1 September 2016 maka saya mohon ijin keluar dari group. Ibarat pepatah tidak ada gading yang tak retak untuk itu saya mohon maaf atas segala salah kata, perilaku dan khilaf saya selama ini kepada bapak/ibu semua. Selanjutnya ijin saya akan mengurus orang tua yang sudah sepuh dan sakit di Lampung, semoga kita semua selalu diberikan kemudahan/kelancaran, keberkahan, kesehatan, kebagiaan dan dalam lindungan Allah SWT/TYME. Aamiin,” tulis Ikhsan dalam pesan grup tersebut, sebagaimana disampaikan Epri kepada awak media, Selasa (1/9).
Tidak hanya mengirim pesan pamitan, Ikhsan juga sempat mendatangi Kantor Kesbangpol Kabupaten Lamandau untuk mengambil sertifikat Paskibra pada Senin sore sebelum kejadian.
Rekan almarhum, Susy, menceritakan momen-momen terakhir Ikhsan sebelum insiden. Usai dari Kantor Kesbangpol, Ikhsan sempat mengunggah video singkat di pinggir sungai dan mengajak rekan-rekannya berkumpul.
“Padahal dia sempat main ke kantor mengambil sertifikat Paskibraka-nya dan dia sempat mengirim video di grup WhatsApp Paskibraka, mengajak teman-teman untuk main ke sungai. ‘Ayo merapat main ke sini,’ katanya,” tutur Susy dengan nada sedih.
Susy dan rekan-rekan sesama Paskibraka tak menyangka ajakan tersebut menjadi komunikasi terakhir almarhum.
“Nggak nyangka kami, kok bisa terjadi seperti ini. Semoga almarhum husnul khatimah dan ditempatkan di sisi terbaik surga firdaus,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, menjelaskan peristiwa bermula saat tiga pemuda berenang menyeberangi aliran Sungai Lamandau.
“Sementara satu korban bernama Ikhsan Reza Pahlevi (23) dalam kondisi meninggal dunia,” jelas Hendikel.
Proses pencarian yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Selasa (1/9) pagi.
“Iya betul sudah ditemukan, penemuan sekitar pukul 08.30 WIB. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian,” tutupnya. (bib)


