PROKALTENG.CO-AirNav Indonesia resmi menutup sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan tujuh bandara lainnya pada Minggu (6/9) hingga pukul 23.59 WIB malam ini akibat dampak meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan darurat ini diterbitkan secara resmi melalui NOTAM A3355/26 (NOTAMR A3351/26) demi memastikan keselamatan seluruh penerbangan.
Langkah penghentian operasional ini tidak hanya berlaku di Soekarno-Hatta. AirNav Indonesia mencatat ada tujuh bandara lain yang terpaksa berstatus closed akibat paparan abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Daftar bandara terdampak beserta pembaruan NOTAM resminya meliputi:
- Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH): Penutupan berlaku mulai pukul 17.58 WIB (NOTAM A3354/26 / NOTAMR A3349/26).
- Bandara Husein Sastranegara (WICC): Penutupan berlaku mulai pukul 18.28 WIB (NOTAM C1098/26 / NOTAMR C1093/26).
- Bandara Budiarto (WIRR): Penutupan berlaku mulai pukul 18.26 WIB (NOTAM C1097/26 / NOTAMR C1094/26).
- Bandara Pagar Alam (WIPY): Penutupan berlaku mulai pukul 18.55 WIB (NOTAM C1099/26 / NOTAMR C1088/26).
- Bandara Taufik Kiemas (WILP): Penutupan berlaku mulai pukul 18.03 WIB (NOTAM C1096/26 / NOTAMR C1091/26).
- Bandara Pondok Cabe (WIHP) menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB.
- Bandara Radin Inten II (WILL) yang juga menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan bahwa seluruh penutupan pada bandar udara terdampak dilakukan murni demi menjaga keselamatan perjalanan udara.
“AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan,” ujar Hermana Soegijantoro dalam keterangan resminya, Minggu (6/9).
Saat ini, AirNav Indonesia terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan sektor penerbangan. Pemantauan berkala dilakukan guna memastikan seluruh pembaruan navigasi penerbangan dan situasi ruang udara dapat tersampaikan secara akurat serta tepat waktu.(jpg)
PROKALTENG.CO-AirNav Indonesia resmi menutup sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan tujuh bandara lainnya pada Minggu (6/9) hingga pukul 23.59 WIB malam ini akibat dampak meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan darurat ini diterbitkan secara resmi melalui NOTAM A3355/26 (NOTAMR A3351/26) demi memastikan keselamatan seluruh penerbangan.
Langkah penghentian operasional ini tidak hanya berlaku di Soekarno-Hatta. AirNav Indonesia mencatat ada tujuh bandara lain yang terpaksa berstatus closed akibat paparan abu vulkanik yang membahayakan mesin pesawat.
Daftar bandara terdampak beserta pembaruan NOTAM resminya meliputi:
- Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH): Penutupan berlaku mulai pukul 17.58 WIB (NOTAM A3354/26 / NOTAMR A3349/26).
- Bandara Husein Sastranegara (WICC): Penutupan berlaku mulai pukul 18.28 WIB (NOTAM C1098/26 / NOTAMR C1093/26).
- Bandara Budiarto (WIRR): Penutupan berlaku mulai pukul 18.26 WIB (NOTAM C1097/26 / NOTAMR C1094/26).
- Bandara Pagar Alam (WIPY): Penutupan berlaku mulai pukul 18.55 WIB (NOTAM C1099/26 / NOTAMR C1088/26).
- Bandara Taufik Kiemas (WILP): Penutupan berlaku mulai pukul 18.03 WIB (NOTAM C1096/26 / NOTAMR C1091/26).
- Bandara Pondok Cabe (WIHP) menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB.
- Bandara Radin Inten II (WILL) yang juga menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB.
EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, menegaskan bahwa seluruh penutupan pada bandar udara terdampak dilakukan murni demi menjaga keselamatan perjalanan udara.
“AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan,” ujar Hermana Soegijantoro dalam keterangan resminya, Minggu (6/9).
Saat ini, AirNav Indonesia terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan sektor penerbangan. Pemantauan berkala dilakukan guna memastikan seluruh pembaruan navigasi penerbangan dan situasi ruang udara dapat tersampaikan secara akurat serta tepat waktu.(jpg)