Kodam Kerahkan 149 Armada Pemadam dan Hampir 100 Sumur Bor Tangani Karhutla Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dilakukan secara  maksimal.

Bersama Pemerintah Daerah dan Kepolisian, Kodam XXII/Tambun Bungai terus memperkuat sinergi, khususnya dalam mengamankan jalur logistik dan transportasi strategis.

Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa seluruh jajarannya saat ini bekerja penuh waktu di lapangan.

Guna mempercepat penanggulangan titik api, ratusan armada pemadam telah dikerahkan ke sejumlah kabupaten dan kota.

“Mobil pemadam organik kita ada 49 unit di Kodam. Kemudian kemarin ada tambahan bantuan khusus dari Presiden sebanyak 100 unit. Semuanya sudah kita operasionalkan lengkap dengan selang dan pompa air,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin saat diwawancara Prokalteng, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga :  Bagi Takjil di Depan Kantor, Kemenkum Kalteng dan DWP Turun Langsung Sapa Warga Palangka Raya

Guna menyiasati sulitnya sumber air di lokasi kebakaran, Pangdam menyebut pihaknya telah menginisiasi pembuatan sumur bor.

“Saat ini sudah ada hampir 100 sumur bor di beberapa titik rawan yang kita buat untuk mempercepat penanggulangan sumber-sumber api,” tambahnya.

Electronic money exchangers listing

Terkait distribusi armada pemadam, Mayjen Zainul menjelaskan bahwa penempatan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat kerawanan wilayah.

Kota Palangka Raya yang menjadi barometer dan ibu kota provinsi mendapat porsi operasional prioritas. Sementara armada lainnya didistribusikan secara proporsional.

“Di Sampit kurang lebih ada 15 unit, Kotawaringin Barat 5 unit. Kita juga bagi ke Murung Raya, Barito Timur, dan semua daerah yang terdapat Karhutla. Wilayah yang kebakarannya besar dan rawan, pasti armada operasionalnya lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Lokasi Sekolah Unggul Garuda di Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dilakukan secara  maksimal.

Bersama Pemerintah Daerah dan Kepolisian, Kodam XXII/Tambun Bungai terus memperkuat sinergi, khususnya dalam mengamankan jalur logistik dan transportasi strategis.

Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, menegaskan bahwa seluruh jajarannya saat ini bekerja penuh waktu di lapangan.

Electronic money exchangers listing

Guna mempercepat penanggulangan titik api, ratusan armada pemadam telah dikerahkan ke sejumlah kabupaten dan kota.

“Mobil pemadam organik kita ada 49 unit di Kodam. Kemudian kemarin ada tambahan bantuan khusus dari Presiden sebanyak 100 unit. Semuanya sudah kita operasionalkan lengkap dengan selang dan pompa air,” ujar Mayjen TNI Zainul Arifin saat diwawancara Prokalteng, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga :  Bagi Takjil di Depan Kantor, Kemenkum Kalteng dan DWP Turun Langsung Sapa Warga Palangka Raya

Guna menyiasati sulitnya sumber air di lokasi kebakaran, Pangdam menyebut pihaknya telah menginisiasi pembuatan sumur bor.

“Saat ini sudah ada hampir 100 sumur bor di beberapa titik rawan yang kita buat untuk mempercepat penanggulangan sumber-sumber api,” tambahnya.

Terkait distribusi armada pemadam, Mayjen Zainul menjelaskan bahwa penempatan disesuaikan dengan skala prioritas dan tingkat kerawanan wilayah.

Kota Palangka Raya yang menjadi barometer dan ibu kota provinsi mendapat porsi operasional prioritas. Sementara armada lainnya didistribusikan secara proporsional.

“Di Sampit kurang lebih ada 15 unit, Kotawaringin Barat 5 unit. Kita juga bagi ke Murung Raya, Barito Timur, dan semua daerah yang terdapat Karhutla. Wilayah yang kebakarannya besar dan rawan, pasti armada operasionalnya lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Wakil Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Lokasi Sekolah Unggul Garuda di Kalteng

Terpopuler

Artikel Terbaru