CATEGORY

Sastra

Bahtera

Rumah Moses Suhardi di Desa Dumoga sering dijuluki bahtera. Bukan semata karena ukurannya, tetapi juga karena bentuk rumah itu sepintas mengingatkan orang pada struktur kapal.

Korpus Uterus: Perkara Dosa Jadi Ambigu di Tangan Manusia

Perkara dosa adalah sengkarut yang rumit. Di kitab suci, ia hitam dan putih. Namun, ketika perkara dosa atau tidak tiba pada tafsir manusia, ia menjadi ambigu. Di novel terbarunya, Korpus Uterus

Sapi Sebesar Gajah

Nyapnyup mendadak populer setelah bocah lima tahun itu sukses membongkar keberadaan kawanan pembegal yang sering beraksi di jalan utama yang menghubungkan Lubuklinggau-Curup.

Bukan Hal-Hal Besar, tapi Berharga untuk Diceritakan

Jagat Rajawali memperlihatkan bahwa susastra punya jangkauan luas, tidak terjebak pada tema tertentu saja.

Anak Tunggal Seorang Dukun

Saat Ghofur celaka, orang-orang bilang akulah penyebabnya. Mereka tak menuduh langit muram, atau tanah licin karena hujan semalam

Cahaya di Ujung Malam

Langit malam itu dihiasi cahaya berpendar dari lampu-lampu jalanan. Suasana kota mulai ramai, orang-orang berjalan beriringan menuju pusat kota untuk menyambut pergantian tahun.

Jilbab Tak Melulu soal Kesalehan

Industri literasi dan kebudayaan di Indonesia, kata Kalis Mardiasih, penuh produk bergenre religi dengan plot cerita serupa: protagonis laki-laki saleh bertemu dengan karakter perempuan yang perlu dib

Si Kucing yang Sangat Anjing

Aku bersumpah tak akan memelihara kucing lagi semenjak harus berpindah-pindah tempat demi mengikuti hasrat cinta ibuku.

Si Kucing yang Sangat Anjing

Aku bersumpah tak akan memelihara kucing lagi semenjak harus berpindah-pindah tempat demi mengikuti hasrat cinta ibuku. Pupu, kucing terakhir yang kupelihara, terpaksa kutinggal di sebelah bak sampah

Lebih Baik Merangkul daripada Menampik AI

Siti Murtiningsih mengajak kita untuk tidak menolak sama sekali keterlibatan mesin dalam proses pendidikan. Ada begitu banyak hal dari teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan manusia.

Tarung Laut

Pagi belum membuka gelapnya ketika dengan kaki bergetar, Pahar menggeret kapal memancing milik pamannya yang diparkir di naje. Dengan seluruh kekuatannya, kapal itu Pahar seret menuju bibir pantai

Lebih Baik Merangkul daripada Menampik AI

Siti Murtiningsih mengajak kita untuk tidak menolak sama sekali keterlibatan mesin dalam proses pendidikan. Ada begitu banyak hal dari teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan manusia.

Tarung Laut

Pagi belum membuka gelapnya ketika dengan kaki bergetar, Pahar menggeret kapal memancing milik pamannya yang diparkir di naje. Dengan seluruh kekuatannya, kapal itu Pahar seret menuju bibir pantai Lam

Dari Balik Dapur Upaya Membongkar Mitos Kuntowijoyo

Roman Kuntowijoyo ini seolah menjadi mitos selama enam dekade sebelum Seno Gumira Ajidarma menemukan mikrofilm koran Djihad di Perpusnas yang kemudian dia ceritakan ke Dodo Hartoko. Sejumlah kata atau sebaris kalimat yang tidak terbaca lagi dari cetakan asli jadi tantangan tersendiri.

Penunggu Gunung Lumut

Gunung Lumut di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikenal sebagai tempat penuh misteri. Diselimuti berbagai jenis lumut yang menutupi hampir seluruh permukaannya, mulai dari tanah, bebatuan, hingga pepohonan. Kondisi ini menjadikannya terlihat seperti dunia yang berbeda, dengan nuansa hijau lembap yang begitu khas. Kawasan ini juga merupakan bagian dari hutan lindung yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk spesies yang hanya ditemukan di daerah ini.

Tiga Gunung dan Kumparan Kenangan

Kendati isinya beraneka, semangat tulisan IBS di buku esai-memoar ini mengandung anasir semangat yang relatif mirip: menyejarahkan orang-orang kecil beserta keajaiban hidup mereka.

Hotel Orang Mati

Ketika Maria melihat seorang perempuan duduk sendirian di kursi panjang pinggir jalan, ia merasa pernah mengenalnya. Maria juga duduk di bangku panjang serupa, di seberang jalan, di seberang perempuan itu.

Hadiah Tahun Baru

Lumbung padi kopong dicuri tikus ompong tiada panen tahun ini Mungkin belum rezeki mengingat tahun lalu mengingat anak istri mungkin itu rezekinya?

Di Tangan Han Kang, Putih Tak Selalu Berarti Keindahan

Gaya bahasa yang puitis nan sarat makna mendorong pembaca untuk berhenti, membaca ulang, dan merenung. Karya Nobelis Sastra Han Kang ini tidak sekadar berkisah, tetapi sebuah eksperimen gaya bahasa, sudut pandang, dan menyatu dalam semesta cerita yang tak sepenuhnya utuh.

Siapa yang akan Menjadi Yunus?

Hujan turun seperti ribuan paku yang rontok dari langit. Serentak dan gemertak. Di halte tua di tengah perkebunan teh, Muluk dan empat temannya –para buruh pemetik teh– serta sebuah motor matik bergeming seperti model manekin di toko usang.

Bahasa, Peristiwa, dan Tafsir

Beragam peristiwa yang terjadi di realitas menjadi titik keberangkatan Setyaningsih dalam mengurus keberadaan bahasa. Ia memberikan tafsir dengan jeli dengan menguatkannya pada keberadaan kamus, novel, puisi, film, hingga buku teks ilmiah.

Pria Legendaris Berkaki Cacat

Langit di atas kantor militer di Jakarta diselimuti awan mendung saat Kusni Kasdut berdiri antre bersama para pria lain dengan harapan baru yang lebih kuat. Tangannya mencengkeram surat rekomendasinya. Selama empat tahun ia telah berjuang untuk kemerdekaan. Selama itu ia merasa punya arti mengingat masa kecilnya yang suram.

Misi Rahasia

Air asin kepahitan itu menghantam wajahnya hingga hidung dan mulutnya yang setengah terbuka tersedak. Ia terbangun kaget, terbatuk-batuk dalam kondisi masih setengah sadar. Tangannya mengusap wajahnya yang berbuih dan berpasir, matanya terasa perih.

Di Mana Orang-Orang seperti Pak Mar’ie?

Di tengah karut marutnya kondisi bangsa saat ini, Indonesia merindukan sosok seperti Mr. Clean Mar’ie Muhammad. Mantan menteri keuangan itu dikenal sebagai Mr. Clean figur yang bersih, antikorupsi, dan berintegritas. Terutama era Orde Baru yang dikenal penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Zarkasyih, O Zarkasyih

Di siang yang basah, kami berjalan ke simpang tiga. Ayah ke barat. Ibu ke tenggara. Ingatan baru merangkak. Kenangan belum berjalan. Tapi, aku masih tiga tahun. Belum mengerti kasih sayang. Belum tahu apa itu kenangan. Belum tahu ngerinya perceraian.

Risiko Memotret yang Hanya Ada di Permukaan

Dalam puisi-puisi di Jejak Lintasan yang ditulis dengan metode lirik naratif dan deskriptif, Raudal Tanjung Banua tidak membuat katalog detail. Tapi, melakukan analisis kualitatif, menghasilkan kesan yang diperuntukkan bagi pikiran dan hati.

Lelaki yang Berlari Kesetanan Tengah Malam

Mat Kasim seorang buruh pengupas daun tebu yang dikenal tidak banyak bicara. Dia lebih banyak tersenyum dan sesekali tertawa tanpa alasan yang jelas.

Bukan Omong Kosong dan Tips-Tips Bodong tentang Trauma serta Ekspektasi

Dengan bahasa yang mudah dipahami serta contoh-contoh nyata dan studi kasus, Ardhi Mohamad mengingatkan kita untuk kembali menilik ke dalam diri sendiri, mencari sumber dari keterpurukan, dan menjadikannya sebagai sumber kebahagiaan.

Tawanan Perang

Derap sepatu tentara NICA saat menginjak lantai penjara itu seperti mengolok-olok kaki telanjang milik lelaki kulit kuning yang melangkah tertatih-tatih di depan hidungnya. Dari balik jeruji penjara tempatku ditahan, sepasang mataku meraba-raba mengawasi langkah kedua lelaki yang berjalan beriringan tersebut.

Benang Merah Pesta Pora Kritik

Memandang keragaman metode kritik seni yang tampak tak teratur, Martin Suryajaya mencoba menemukan pola-pola keteraturan melalui pendekatan morfologis.

Kaum Umur Panjang

Aku duduk di kursi terdepan rumah duka, tempat yang paling dekat dengan mayat dan pigura Sang Pencipta. Apakah ini saatnya memanjatkan doa tanda berduka atau doa meminta ampunan atas dosa yang telah kuperbuat? Kepalaku pening sejak aku dilibatkan dalam rencana yang dibuatnya. Rencana untuk membunuh dirinya.

Bocah Pencuri Tulang

Kendati mulutku sudah pegal meniup lubang tungku, kayu setengah basah itu belum juga mau menyala. Embusan napasku hanya sanggup menimbulkan percikan bara kecil yang berkedip-kedip seperti mata anak burung, selebihnya adalah asap yang memekakkan mata.

Upaya Mementaskan Ingatan Kekerasan

Lewat buku ini, Sasti Gotama mengingatkan kita kepada orang-orang yang rentan di masa lalu untuk memberi mereka makna pada masa kini dan membantu mereka memperjuangkan masa depan.

Labirin Liris tentang Orang-Orang Kalah

Raudal Tanjung Banua bertutur dalam Cerobong Tua Terus Mendera dengan gaya bahasa yang luwes serta kekuatan meletakkan diksi-diksi yang menghidupkan imajinasi pembaca.

Selama Ibu Masih Bersenandung

Dari balik jendela, Ruminah melihat puluhan orang memenuhi jalanan, berteriak-teriak dengan wajah penuh amarah. Beberapa menyulut api pada tumpukan ban bekas yang berserakan, serapah dan ancaman bergema di udara. Di kejauhan, api merambati rumah-rumah pertokoan dan swalayan seberang jalan.

Ikhtiar Mendengungkan Kembali Argumen Pluralisme Agama

Dua belas esai dalam buku ini merupakan serangkaian argumen yang cenderung ”negosiatif” lengkap dengan gaya argumentasi ilmiah yang runut, sistematis, dan kompleks.

Kuyang: Sebuah Takdir yang Terlepas

DI sebuah desa bernama Long Tukaq Baru, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada keluarga yang dikenal penduduk sekitar. Keluarga besar yang dihormati, tetapi juga sangat misterius. Keluarga Pahing namanya. Nenek Rani, seorang wanita tua bernama Mbah Marni, adalah kepala keluarga yang dihormati karena kemampuannya dalam pengobatan tradisional. Namun, ada satu rahasia kelam yang tak banyak orang ketahui; keluarga Pahing memiliki ilmu hitam yang sangat kuat dan berbahaya—ilmu kuyang.

Gwangju 1980

Langit pada hari yang tak terlupakan itu merekah. Cahaya merah semburat dari ufuk timur, seolah darah terburai dari luka yang baru saja terbuka. Sungai di Gwangju mengalir lambat, mengendap di antara gedung-gedung dan bangunan-bangunan, berupaya mengabarkan sesuatu yang enggan disampaikan.

Kulihat Bulan seperti Es Krim Vanila

Ketika bom meremukkan Gaza menjelang pembukaan Piala Dunia U-17 di Surabaya, aku justru dikirim ke Pulau Kyushu untuk liputan. Rasanya tak perlu aku ceritakan mengenai hari-hari liputanku di Kota Kitakyushu. Sebab, itu tidak penting dan tidak menarik. Yang penting dan menarik justru pertemuanku dengan perempuan di penginapan.

Ketika Orang Muhammadiyah Ziarah ke Karbala

Iqbal Aji Daryono melalui catatan perjalanan ini memberikan informasi dan kesaksian penting, setidaknya sebagai ”agen” yang mengklarifikasi terhadap anggapan miring perihal ajaran dan tradisi Syiah.

Belajar Membaca Desa

Sudah tiga kali Sudung menutup telinganya dengan bantal, tapi ocehan ibunya masih saja memekakkan telinganya yang tebal. Barangkali uangnya yang selalu raib dibelanjakan buku-buku yang telah menumpuk di kamarnya yang busuk. Tapi ia tetap ngotot ingin terus baca buku lantaran ingin memenuhi hasratnya menjadi penulis kritis di desanya.

Sastra tanpa Peta

Malam itu, di sebuah kafe yang selalu dipenuhi dengan gemuruh suara, aku duduk di sudut yang sunyi, tenggelam dalam renungan tentang batas-batas yang terus dipaksakan pada seni, terutama sastra. Kafe ini, lebih mirip ruang diskusi tanpa akhir ketimbang sekadar tempat ngopi, menjadi saksi bisu dari perdebatan-perdebatan yang datang dan pergi, seolah tak terikat oleh waktu.

Toko Buku dan Kepingan Kisah Manusia di Sekitarnya

TIDAK semua orang yang datang ke toko buku datang untuk membeli buku. Ada yang hanya untuk melihat-lihat tanpa membeli, ada yang membuat review tentang toko buku kecil di seluruh dunia, ada yang pengin ketemu jodoh di toko buku, fantasi bercinta di toko buku, pemburu buku langka yang sangat royal, sampai ada yang masuk toko buku sekadar untuk bersembunyi dari kejaran massa setelah ketahuan mencuri.

Sebab, Neraka Terlalu Lama

Orang yang takut dosa-dosa kecil mengkhawatirkan dirinya tak beruntung. Menjadikan lampu merah sebagai tanda orang yang beruntung atau tidak. Menjadikan hal-hal kecil lainnya sebagai beruntung atau tidak.

Nonfiksi Luwes yang Tak Sampai Memasung Misi Utama

Seperti roti lapis, John Roosa membuat pembaca dengan nikmat menyantap kisah (yang sama sekali tidak nikmat), lalu diberi alat bantu teori dan konsep demi menguak kebenaran, lalu dipungkasi dengan cerita lagi.

Copet yang Dituduh Hendak Membunuh Presiden

Bapaknya telah lama bertabah-tabah demi Gendon dan dua kakaknya bisa sekolah walaupun tak ada yang sampai kuliah. Harapan diterima di perguruan tinggi negeri pun, anak-anaknya tak ada yang bisa memenuhi. Demi laju bahtera ekonomi rumah tangga tidak karam, bapaknya harus pandai berhemat. Bapaknya tidak ikut-ikutan kredit motor seperti teman-temannya.

Simbol Reflektif Perjalanan Senyap

Di dalam kumpulan puisi Bilangan 60 ini sepertinya Wina Bojonegoro sedang melakukan ritual silent walking. Ia berjalan dalam senyap. Ia menghadirkan renungan kontemplatif untuk melahirkan anak kesadaran yang bernama puisi.

Keluarga Kromo

Kromo tak pernah suka politik. Setelah membaca judul berita tentang kekacauan dalam sebuah aksi politik, dia segera meletakkan koran dan kacamatanya di atas meja, seolah ingin menjauh dari sebuah ancaman.

Mencari Ilmu Nabi

Dencor terpesona pada ilmu Nabi Ibrahim. Ia mendengar kisah itu dari mulut anak-anak suatu hari yang berbagi aneka kisah nabi di pekarangan di samping rumahnya. Dencor menguping kisah itu dan tanpa diketahui oleh siapa pun, ia diam-diam ingin menemukan ilmu apa yang dimiliki nabi itu sampai bisa tak tersentuh api.

Memaknai Kehidupan dengan Merenungi Kematian

Bukankah kesementaraan hidup yang membuat hidup menjadi berharga? Ditulis oleh empat ahli filsafat, Filsafat Maut: Empat Renungan untuk Hidup Baik begitu mendalam mengulas kematian dari masing-masing perspektif.

Yang Dominan dalam Sajian di Layar Televisi

Oleh sebab sensitivitas stasiun televisi terhadap keanekaragaman geografis absen, bukan tidak mungkin terjadi keterabaian di luar daerah Jakarta dan Pulau Jawa lainnya.

Kerja, Kerja, Kerja

Suatu sore, sepulang kerja, Tomi mengeluhkan lengan kanannya. ”Lihat sini, Ovi,” ia berkata kepada istrinya sambil pelan-pelan mengangkat lengannya tersebut.

Dokumentasi Perjuangan Perempuan Melawan Orde Baru

Membaca buku ini tidak hanya membawa kita pada peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Tapi juga membuat kita mencicipi dunia batin para perempuan aktivis yang multifaset.

Kiai Sili (Sebuah Otobiografi)

Aku terlahir cukup sehat dari ibu yang sehat, namun aku tak punya nama, aku tak suka itu! Tak punya nama memang lazim untuk kami, yang hidup berkelompok dengan bapak yang meletakkan air mani di banyak puki.

Sajak Upaya Mengenangmu

Upaya Mengenangmu Aku teringat lagu tidur yang kau nyanyikan di tepi ranjangku

Sebuah Upaya Menyeret Pemerintah ke Dalam Ruang Kausalitas

LAURENSON dan Swingewood dalam The Sociology of Literature (1972) mengamati tiga perspektif dasar yang memengaruhi penulis dan karya. Masing-masing adalah sastra sebagai dokumen sosial, sastra sebagai cermin situasi sosial penulisnya, serta sastra sebagai manifestasi peristiwa sejarah dan keadaan sosial-budaya.

Paspor

PERASAANKU berkecamuk. Di satu sisi aku kangen pada tanah air tercinta yang alamnya konon kaya raya dan indah permai. Aku rindu makanan kesukaanku yang tak ada di sini: nasi pecel, rujak cingur, tongseng kambing. Namun, di sisi lain menyelusup sebersit perasaan enggan pulang. Dan perasaan itu kian lama kian kuat.

Kita, Mereka, dan Kurva Ketakutan

Sebagai ilusi, identitas dapat menjadi berkah sekaligus kutukan. Buku ini menyajikan banyak sekali contoh petaka identitas yang menghiasi jatuh bangunnya peradaban-peradaban besar dunia, tetapi untungnya juga memuat cara meloloskan diri dari kutukan identitas tadi.

Kembang Krisanku yang Tangguh

Jo, di tempat seluas ini pandanganku menangkap sekitar lima gundukan tanah basah, mungkinkah mereka juga korban jiwa ledakan, sama sepertimu? Yang mana kuburmu? Aku bawa beberapa tangkai krisan putih dan nasi kepal. Oh, itu, aku cukup percaya diri untuk melangkah ke salah satu gundukan penuh bunga krisan.

Seseorang dari Dalam Baliho dan Pak Tua

Diterpa angin malam musim bediding, seseorang tiba-tiba melompat keluar dari dalam baliho

Pahlawan

AKSI Kamisan kе-834 pada bulan Oktobеr kеlabu ini ditandai dеngan rеflеksi kеcеwa kumpulan warga yang bеrdiri di dеpan Istana Nеgara. Mеrеka mеnyampaikan kеkhawatiran dan kеmarahan bahwa nama Soеharto dihapus olеh kеputusan Majеlis Pеrmusyawaratan Rakyat dari Kеtеtapan MPR Nomor XI/MPR/1998 yang bеrisi soal korupsi, kolusi, dan nеpotismе. Lеbih mеnyеntak lagi, dimunculkan juga suatu wacana Soеharto sеbagai pahlawan.

Wanita dan Pria: Ketika Cinta, tapi Berbeda Bahasa

Buku ini tak hanya membahas wacana tentang perbedaan psikologis antara wanita dan pria, tapi juga dinamika hubungan interpersonal, mental health issues, dan fenomena sosiobiopsikologis. Sangat sayang kalau cuma dibaca kalangan wanita.

Tikar Guling

Sampir jarit dipadu kebaya putih bertabur payet mengilap yang membalut tubuhmu membuatku ragu, benarkah kau putriku yang pernah kubebat tubuh kecilnya dengan handuk sehabis mandi? Sudah sebesar inikah?

Sajak Ambigu

aku melihat merah-putih penuh air mata dan itu karena kemurungannya tidak lagi terbendung apakah puisi harus berkemas diri dari pergulatan hidup, yang tidak pernah tuntas

Mari Melihat Indonesia dari Pedalaman

Buku ini tidak ditulis dengan visi penguasa, melainkan berdasar perspektif wong cilik, sehingga lebih jujur dan sesuai dengan realitas keseharian.

Jagoan Tangan Buntung

Ratim meringis kesakitan memegangi lengan tangannya yang nyaris putus. Darah di sekujur tubuhnya belum sepenuhnya kering. Sambil menyemburkan ludahnya ke langit, ia meninggalkan halaman rumah sakit dengan perasaan marah bercampur kecewa setelah petugas administrasi melayangkan pertanyaan menohok: Bapak punya uang?

Jarum Jaran Jamudin

Ya Rabbi shalli ’ala Muhammad Ya Rabbi shalli ’alayhi wa sallim Ya Rabbi ballighul wasilah Ya Rabbi khusshahu bil fadilah Ya Rabbi shalli ’ala Muhammad Ya Rabbi shalli ’alayhi wa sallim

Munir yang Akan Terus Hidup dan Berlipat

Detail-detail sentimental terkait Munir terserak di sekujur buku berbobot nyaris setengah kilogram ini. Dilengkapi dengan runtutan perkembangan kasus, Matt Easton menciptakan kisah yang tidak mungkin diabaikan.

Israelisme

Aku menghubungi Pusat Sibernetika Semesta, tapi rupanya lembaga yang paling bertanggung jawab terhadap populasi dan giat robot humanoid di muka bumi itu tidak melayani telesensorik.

Perkara No 6.1/Pdt.G/2023

”Saudara Saksi, sebagai karyawan di Perusahaan P, apakah Saudara tahu hubungan Tuan T dengan Perusahaan P?” ”Tahu, Pak Hakim. Perusahaan P adalah penyewa, sedangkan Tuan T adalah pemilik bangunan dua lantai di Distrik D yang disewa Perusahaan P.”

Melihat dan Membahasakan Ulang Revolusi Indonesia

Buku ini masih meletakkan ketegangan sebagai pusat dan suspens sebagian besar tulisan. Padahal, petani masih tetap menanam padi di sawah, pengasong dan wong mbarang (pengamen) terus beraksi di jalan-jalan kota selama masa revolusi.

Malam Tak Diberi Angka

jendela tidak bersedih ketika angin mengempas hujan tepat di dadanya. sesuatu mengkristal ketika langit sore berusaha menelan gemuruh yang lekat di utara.

Pada Beberapa Kasus, Kadang Ejakulasi Bisa Terjadi tanpa Orgasme

Pemahaman tentang ejakulasi harus didapatkan secara mendalam karena berkaitan dengan kesehatan seksual seseorang. Ejakulasi menjadi salah satu proses penting dalam kehidupan seksual pria yang ditandai dengan adanya cairan sperma yang keluar dari penis. 

Dialektika Tradisi Kepenyairan Indonesia-Cile

Tapak utama dari semangat kolaborasi kepenyairan dalam buku ini adalah pengalaman berdarah-darah ketika Indonesia dan Cile dilanda keganasan diktator militer.

Karto Tinggal di Desa yang Damai

RAMBUT Karto kusut, wajah muram, mata merah, tulang pipi semakin menonjol, akibat mabuk dan kalah judi semalam, juga malam sebelumnya, dan malam-malam sebelumnya lagi. Hari ini dia ingin tenang sebentar, tanpa dirusuhi keributan tangis bayinya.

Flaneur Jawa Itu Bernama Purwalelana

APABILA catatan-catatan perjalanan di Jawa yang ditulis oleh bangsa Eropa kerap dianggap sarat stereotipe yang bias ”Barat”, buku ini dapat diposisikan pada sisi berbeda. Lanskap daerah-daerah di Jawa yang sedang dalam fase-fase awal peralihan dari masyarakat agraris ke semi-industri dituturkan berdasar perspektif orang Jawa itu sendiri. Persisnya, perspektif seorang ningrat Jawa.

Ama Tewo

”Beringin-beringin ini telah ada sebelum kami lahir. Bahkan kakek-nenek kami pun menceritakan hal yang sama. Saat mereka lahir beringin-beringin ini telah ada.” AMA Tewo berada di pihak kakeknya. Waktu itu kakek dan beberapa tetua seusianya coba mencegah.

Intrik dan Politik dalam Dunia The

TEH adalah komoditas yang memiliki sejarah panjang dalam budaya dan tradisi di dunia. Di Jepang, budaya minum teh menjadi ritual penting yang dihormati. Di Tiongkok dan Korea, teh adalah minuman resmi yang disuguhkan untuk tamu, tanpa gula.

Perempuan Pemanggul Berhala

Enteng saja perempuan itu memanggul berhala seukuran tubuhnya. Berhari-hari ia memanggulnya sambil berjalan menyusur kompleks pertokoan, swalayan, namun kadang-kadang ia beristirahat di teras toko karena kelelahan.

Yang Marginal, yang Horizontal, yang Keras Kepala

Di bawah maraknya sastra surealis dan eksperimental, buku Eep Saefulloh Fatah sekali lagi menawarkan realitas imajiner dengan persoalan kuat orang-orang kelas ketiga.

Kisah Sedih di Hari Minggu 4.0

Kau bangun kesiangan lalu mengumpat dan menyumpahi dunia sebagaimana yang lazim terjadi akhir-akhir ini ketika kau tersadar dari tidur yang tak nyenyak. Senin cenderung lebih lantang dibanding hari lainnya.

Lewat Bek Berpikir Ulang tentang Identitas

Mahfud Ikhwan menawarkan sudut pandang bahwa bek pada dasarnya soal perspektif hidup. Tidak ada nilai yang lebih dominan dari lainnya, kita harus percaya diri atas identitas keadaan kita.

Paman Ali Buta

Sopir taksi baru saja bertanya saya hendak diantar ke mana saat istri saya melalui sambungan telepon memberi tahu, di rumah sedang ada Paman Ali. Mendengar informasi itu, hati saya secara otomatis menyarankan agar saya lebih baik tidak pulang. ”Jalan saja dulu,” kata saya kepada sopir taksi.

Viral, Lelaki Tua dan Supra

Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.

Fiksi Mini: Lepas, Lugas, tanpa Pretensi Menggurui

Pendeknya narasi-narasi di fiksi mini justru menjadi kekuatannya hingga menghunjamkan imajinasi ke pembaca dan memberi ruang yang luas bagi keindahan tafsirnya. Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan. Pramoedya Ananta Toer

Viral, Lelaki Tua dan Supra

Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.

Memahami Ulang Kedukaan dan Ungkapan Simpati

Kemampuan Andreas Kurniawan meramu pengetahuan ilmiah dengan pengalaman pribadi menjadikan karyanya komprehensif dalam memaparkan bagaimana mengelola serta memulihkan doa.

Kampung Kentut

Aku menyebutnya Kampung Kentut karena angin di daerah itu berembus kencang juga berbau. Sesederhana itu. Selebihnya, mungkin Anda akan melihat kenapa permukiman itu kunamai begitu, dari ceritaku ini.

Belajar Membaca Masa Depan

”Masa depanmu mau jadi apa kalau nilaimu begini? Opo yo iso masuk perguruan tinggi negeri. Mbok hidupmu itu sing semangat.”

Cerita yang Baik Selalu Meninggalkan Pertanyaan

Kumcer karya Ida Fitri ini memiliki kekuatan narasi yang kokoh dan eksperimental. Membaurkan dunia imajinatif dengan realitas, mitos dengan fakta, yang profan dengan religiusitas, yang historis dan bayangan, saya kira hal itu bukanlah suatu keanehan dalam karya sastra. Sesuatu yang wajar-wajar saya. Toh fiksi.

Kaiju di Tokyo

”A-chan! Bangun, A-chan!” Kudapati ibu mengguncang-guncang bahuku. ”Ada apa, Bu? Aku harus tidur, kebagian jaga malam di minimarket nanti!”

Sekali Lagi, Menyegarkan Pemahaman Agama

Mun’im Sirry memermak kembali tradisi keislaman yang berimplikasi pada hubungan lintas iman.

Angin Muher

Du’a Limek tengah menjerang air ketika angin muher yang kejam mengetuk ubun-ubun rumahnya. Rumah setengah bata merah berdinding kayu itu terguncang bagai ayunan. Tetapi, Du’a Limek terus menatapi tungku api.

Waspada Orang Makan Orang

Seno Gumira Ajidarma melakukan rekonstruksi dan interpretasi dari kumpulan cerita Lu Xun, seorang penulis Tiongkok, yang hidup antara 1881 sampai 1936.

Makelar Bandit Tolchopo

Saya baru saja selesai mandi ketika Jorge datang. Badan dan rambut saya masih basah.

Sebab Cuaca

sebab cuaca tunggu aku di seberang jika ada kenangan jadikan mainan biar lupa sakit

Keluarga-Keluarga Kampang

Setengah jam setelah jenazah ayah ditanam, kusaksikan mereka telah pecah membahas tanah, rumah, serta hak-hak mereka berdasar silsilah. Awalnya aku terkejut, tetapi kemudian muncul kesadaran bahwa memang itulah motivasi mereka datang ke sini.

Orang Desa dan Pesisir Juga Berhak Punya Selera

Dari alunan musik Melayu pada novel Ulid hingga dangdut pada karya terbarunya, Anwar Tohari Mencari Mati. Namun, sebenarnya semesta musik penulis alumnus Jurusan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada itu jauh lebih luas dari apa yang sudah termaktub dalam novel-novelnya.

Beruang Biru

Gerbang Sekolah Al-Shati, 21 Maret 2008 Sebelum menyadari apa yang terjadi, tubuh mungil Rania melambung ke udara, lantas terempas ke tanah. Barusan terjadi ledakan, sangat keras, bahkan hingga kini telinganya masih berdenging. Sebelumnya ia mendengar suara mendesing dari langit dan ia mendongak: semacam laba-laba besi raksasa yang mengapung di udara.

Sajak Sebuah Pengandaian

Suatu ketika, ditemukan juga mesin waktu Gentar sekaligus memesona kita mengulurkan tangan hendak menguji kekekalan Getir dan gamang

Berita Terbaru