28.2 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

CATEGORY

Sastra

Suara Perempuan Indonesia dalam Bunga Rampai Sastra Hindia Belanda

Suwarsih Djojopuspito dan Partini Djajadiningrat, dua perempuan terpelajar, yang karyanya dibahas dalam buku ini menyuarakan suara Indonesia dalam hierarki kolonial.

Genderuwo

Sambil menarik bahuku agar lebih mendekat, Elyas berbisik: ”Coba perhatikan.” Maka aku memperhatikan apa yang ditunjuknya. Sebuah rumah. Dua lantai. Dengan gerbang setinggi hampir dua meter.

Pulang tanpa Kampung Halaman

Beberapa hari belakangan kau terlihat begitu gelisah, tetapi memang itulah yang kaualami beberapa tahun belakangan ini ketika Ramadan datang. Ada kebahagiaan di wajahmu, namun juga ada kegelisahan bahkan kesedihan di matamu. Ramadan, terlebih tatkala Lebaran nyaris tiba, kesedihan di wajahmu jauh lebih pekat dari sebelumnya.

Menguatkan Rasa Percaya Diri Perempuan

Para perempuan yang membaca buku ini diharapkan bisa ikut terinspirasi. Sementara, para lelaki yang menyimak buku ini selayaknya makin yakin bahwa sinergisitas dengan perempuan adalah kunci utama membangun peradaban.

Tiga Generasi Perempuan Oman Berkisah Ketimpangan

Tiga generasi perempuan Oman dalam karya ini setidaknya jadi potret bagaimana perempuan sering kali menjadi gender kedua dalam lingkungan patriarki.

Pulut Durian Batal Dikirimkan

Inilah yang selalu menjadi rindu saat berada jauh. Bebauan sedap dari dapur Mak. Terlebih di hari-hari Ramadan dan aku tak berkesempatan pulang. Bebauan itu sekonyong-konyong saja muncul entah dari mana; menyergap hidung, membelai ingatan, menguar kenangan yang kemudian menjelmakan berbagai komposisi hidangan di meja makan.

Batu Belah Batu Betangkup

BEGITULAH nyanyian yang dirapal oleh si lemah iman yang sedang putus asa di hadapan batu raksasa di tengah rimba di hari-hari sial jelang Ramadan. Batu Belah Batu Betangkup. Konon, si pemohon takkan merasa sakit sedikit pun tiap anggota badannya ditangkup batu itu.

Kerja Artikulasi dan Otoritas Habib Luthfi

Dengan gaya bertutur yang sangat nyaman dibaca, buku ini mendedahkan infrastruktur kerja artikulasi Habib Luthfi. Ismail Fajrie Alatas menawarkan cara pandang baru untuk melihat dinamika otoritas keagamaan.

Membunuh Harimau Jawa yang Sebenarnya

ORANG Belanda memang berburu harimau di Jawa, tapi hanya Darmo-lah satu-satunya manusia yang mendapat predikat pembunuh harimau jawa dalam novel ini. ”Harimau jawa” tidak diartikan sebagaimana mestinya, melainkan metafora dari para penguasa lokal yang menindas rakyatnya sendiri.

Octavio Paz dan Sumber-Sumber Primordial Masa Lampau

Memadukan unsur kekayaan diksi tradisional untuk menemukan padanan kata, buku antologi puisi terjemahan Batu Matahari ini terasa klasik. Nyaris tanpa cacat dari segi teknis, kecuali beberapa pungtuasi dan satu–dua kata yang barangkali akibat frekuensinya lolos suntingan.

Berita Terbaru