Rumah Moses Suhardi di Desa Dumoga sering dijuluki bahtera. Bukan semata karena ukurannya, tetapi juga karena bentuk rumah itu sepintas mengingatkan orang pada struktur kapal.
Perkara dosa adalah sengkarut yang rumit. Di kitab suci, ia hitam dan putih. Namun, ketika perkara dosa atau tidak tiba pada tafsir manusia, ia menjadi ambigu. Di novel terbarunya, Korpus Uterus
Nyapnyup mendadak populer setelah bocah lima tahun itu sukses membongkar keberadaan kawanan pembegal yang sering beraksi di jalan utama yang menghubungkan Lubuklinggau-Curup.
Langit malam itu dihiasi cahaya berpendar dari lampu-lampu jalanan. Suasana kota mulai ramai, orang-orang berjalan beriringan menuju pusat kota untuk menyambut pergantian tahun.
Industri literasi dan kebudayaan di Indonesia, kata Kalis Mardiasih, penuh produk bergenre religi dengan plot cerita serupa: protagonis laki-laki saleh bertemu dengan karakter perempuan yang perlu dib
Aku bersumpah tak akan memelihara kucing lagi semenjak harus berpindah-pindah tempat demi mengikuti hasrat cinta ibuku. Pupu, kucing terakhir yang kupelihara, terpaksa kutinggal di sebelah bak sampah
Siti Murtiningsih mengajak kita untuk tidak menolak sama sekali keterlibatan mesin dalam proses pendidikan. Ada begitu banyak hal dari teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan manusia.
Pagi belum membuka gelapnya ketika dengan kaki bergetar, Pahar menggeret kapal memancing milik pamannya yang diparkir di naje. Dengan seluruh kekuatannya, kapal itu Pahar seret menuju bibir pantai
Siti Murtiningsih mengajak kita untuk tidak menolak sama sekali keterlibatan mesin dalam proses pendidikan. Ada begitu banyak hal dari teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan manusia.
Pagi belum membuka gelapnya ketika dengan kaki bergetar, Pahar menggeret kapal memancing milik pamannya yang diparkir di naje. Dengan seluruh kekuatannya, kapal itu Pahar seret menuju bibir pantai Lam
Roman Kuntowijoyo ini seolah menjadi mitos selama enam dekade sebelum Seno Gumira Ajidarma menemukan mikrofilm koran Djihad di Perpusnas yang kemudian dia ceritakan ke Dodo Hartoko. Sejumlah kata atau sebaris kalimat yang tidak terbaca lagi dari cetakan asli jadi tantangan tersendiri.
Gunung Lumut di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dikenal sebagai tempat penuh misteri. Diselimuti berbagai jenis lumut yang menutupi hampir seluruh permukaannya, mulai dari tanah, bebatuan, hingga pepohonan. Kondisi ini menjadikannya terlihat seperti dunia yang berbeda, dengan nuansa hijau lembap yang begitu khas. Kawasan ini juga merupakan bagian dari hutan lindung yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna langka, termasuk spesies yang hanya ditemukan di daerah ini.
Kendati isinya beraneka, semangat tulisan IBS di buku esai-memoar ini mengandung anasir semangat yang relatif mirip: menyejarahkan orang-orang kecil beserta keajaiban hidup mereka.
Ketika Maria melihat seorang perempuan duduk sendirian di kursi panjang pinggir jalan, ia merasa pernah mengenalnya. Maria juga duduk di bangku panjang serupa, di seberang jalan, di seberang perempuan itu.
Gaya bahasa yang puitis nan sarat makna mendorong pembaca untuk berhenti, membaca ulang, dan merenung. Karya Nobelis Sastra Han Kang ini tidak sekadar berkisah, tetapi sebuah eksperimen gaya bahasa, sudut pandang, dan menyatu dalam semesta cerita yang tak sepenuhnya utuh.
Hujan turun seperti ribuan paku yang rontok dari langit. Serentak dan gemertak.
Di halte tua di tengah perkebunan teh, Muluk dan empat temannya –para buruh pemetik teh– serta sebuah motor matik bergeming seperti model manekin di toko usang.
Beragam peristiwa yang terjadi di realitas menjadi titik keberangkatan Setyaningsih dalam mengurus keberadaan bahasa. Ia memberikan tafsir dengan jeli dengan menguatkannya pada keberadaan kamus, novel, puisi, film, hingga buku teks ilmiah.
Langit di atas kantor militer di Jakarta diselimuti awan mendung saat Kusni Kasdut berdiri antre bersama para pria lain dengan harapan baru yang lebih kuat. Tangannya mencengkeram surat rekomendasinya. Selama empat tahun ia telah berjuang untuk kemerdekaan. Selama itu ia merasa punya arti mengingat masa kecilnya yang suram.
Air asin kepahitan itu menghantam wajahnya hingga hidung dan mulutnya yang setengah terbuka tersedak. Ia terbangun kaget, terbatuk-batuk dalam kondisi masih setengah sadar. Tangannya mengusap wajahnya yang berbuih dan berpasir, matanya terasa perih.
Di tengah karut marutnya kondisi bangsa saat ini, Indonesia merindukan sosok seperti Mr. Clean Mar’ie Muhammad. Mantan menteri keuangan itu dikenal sebagai Mr. Clean figur yang bersih, antikorupsi, dan berintegritas. Terutama era Orde Baru yang dikenal penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Di siang yang basah, kami berjalan ke simpang tiga. Ayah ke barat. Ibu ke tenggara. Ingatan baru merangkak. Kenangan belum berjalan. Tapi, aku masih tiga tahun. Belum mengerti kasih sayang. Belum tahu apa itu kenangan. Belum tahu ngerinya perceraian.
Dalam puisi-puisi di Jejak Lintasan yang ditulis dengan metode lirik naratif dan deskriptif, Raudal Tanjung Banua tidak membuat katalog detail. Tapi, melakukan analisis kualitatif, menghasilkan kesan yang diperuntukkan bagi pikiran dan hati.
Dengan bahasa yang mudah dipahami serta contoh-contoh nyata dan studi kasus, Ardhi Mohamad mengingatkan kita untuk kembali menilik ke dalam diri sendiri, mencari sumber dari keterpurukan, dan menjadikannya sebagai sumber kebahagiaan.
Derap sepatu tentara NICA saat menginjak lantai penjara itu seperti mengolok-olok kaki telanjang milik lelaki kulit kuning yang melangkah tertatih-tatih di depan hidungnya. Dari balik jeruji penjara tempatku ditahan, sepasang mataku meraba-raba mengawasi langkah kedua lelaki yang berjalan beriringan tersebut.
Memandang keragaman metode kritik seni yang tampak tak teratur, Martin Suryajaya mencoba menemukan pola-pola keteraturan melalui pendekatan morfologis.
Aku duduk di kursi terdepan rumah duka, tempat yang paling dekat dengan mayat dan pigura Sang Pencipta. Apakah ini saatnya memanjatkan doa tanda berduka atau doa meminta ampunan atas dosa yang telah kuperbuat? Kepalaku pening sejak aku dilibatkan dalam rencana yang dibuatnya. Rencana untuk membunuh dirinya.
Kendati mulutku sudah pegal meniup lubang tungku, kayu setengah basah itu belum juga mau menyala. Embusan napasku hanya sanggup menimbulkan percikan bara kecil yang berkedip-kedip seperti mata anak burung, selebihnya adalah asap yang memekakkan mata.
Lewat buku ini, Sasti Gotama mengingatkan kita kepada orang-orang yang rentan di masa lalu untuk memberi mereka makna pada masa kini dan membantu mereka memperjuangkan masa depan.
Raudal Tanjung Banua bertutur dalam Cerobong Tua Terus Mendera dengan gaya bahasa yang luwes serta kekuatan meletakkan diksi-diksi yang menghidupkan imajinasi pembaca.
Dari balik jendela, Ruminah melihat puluhan orang memenuhi jalanan, berteriak-teriak dengan wajah penuh amarah. Beberapa menyulut api pada tumpukan ban bekas yang berserakan, serapah dan ancaman bergema di udara. Di kejauhan, api merambati rumah-rumah pertokoan dan swalayan seberang jalan.
Dua belas esai dalam buku ini merupakan serangkaian argumen yang cenderung ”negosiatif” lengkap dengan gaya argumentasi ilmiah yang runut, sistematis, dan kompleks.
DI sebuah desa bernama Long Tukaq Baru, jauh dari hiruk-pikuk kota, ada keluarga yang dikenal penduduk sekitar. Keluarga besar yang dihormati, tetapi juga sangat misterius. Keluarga Pahing namanya. Nenek Rani, seorang wanita tua bernama Mbah Marni, adalah kepala keluarga yang dihormati karena kemampuannya dalam pengobatan tradisional. Namun, ada satu rahasia kelam yang tak banyak orang ketahui; keluarga Pahing memiliki ilmu hitam yang sangat kuat dan berbahaya—ilmu kuyang.
Langit pada hari yang tak terlupakan itu merekah. Cahaya merah semburat dari ufuk timur, seolah darah terburai dari luka yang baru saja terbuka. Sungai di Gwangju mengalir lambat, mengendap di antara gedung-gedung dan bangunan-bangunan, berupaya mengabarkan sesuatu yang enggan disampaikan.
Ketika bom meremukkan Gaza menjelang pembukaan Piala Dunia U-17 di Surabaya, aku justru dikirim ke Pulau Kyushu untuk liputan. Rasanya tak perlu aku ceritakan mengenai hari-hari liputanku di Kota Kitakyushu. Sebab, itu tidak penting dan tidak menarik. Yang penting dan menarik justru pertemuanku dengan perempuan di penginapan.
Iqbal Aji Daryono melalui catatan perjalanan ini memberikan informasi dan kesaksian penting, setidaknya sebagai ”agen” yang mengklarifikasi terhadap anggapan miring perihal ajaran dan tradisi Syiah.
Sudah tiga kali Sudung menutup telinganya dengan bantal, tapi ocehan ibunya masih saja memekakkan telinganya yang tebal. Barangkali uangnya yang selalu raib dibelanjakan buku-buku yang telah menumpuk di kamarnya yang busuk. Tapi ia tetap ngotot ingin terus baca buku lantaran ingin memenuhi hasratnya menjadi penulis kritis di desanya.
Malam itu, di sebuah kafe yang selalu dipenuhi dengan gemuruh suara, aku duduk di sudut yang sunyi, tenggelam dalam renungan tentang batas-batas yang terus dipaksakan pada seni, terutama sastra. Kafe ini, lebih mirip ruang diskusi tanpa akhir ketimbang sekadar tempat ngopi, menjadi saksi bisu dari perdebatan-perdebatan yang datang dan pergi, seolah tak terikat oleh waktu.
TIDAK semua orang yang datang ke toko buku datang untuk membeli buku. Ada yang hanya untuk melihat-lihat tanpa membeli, ada yang membuat review tentang toko buku kecil di seluruh dunia, ada yang pengin ketemu jodoh di toko buku, fantasi bercinta di toko buku, pemburu buku langka yang sangat royal, sampai ada yang masuk toko buku sekadar untuk bersembunyi dari kejaran massa setelah ketahuan mencuri.
Orang yang takut dosa-dosa kecil mengkhawatirkan dirinya tak beruntung. Menjadikan lampu merah sebagai tanda orang yang beruntung atau tidak. Menjadikan hal-hal kecil lainnya sebagai beruntung atau tidak.
Seperti roti lapis, John Roosa membuat pembaca dengan nikmat menyantap kisah (yang sama sekali tidak nikmat), lalu diberi alat bantu teori dan konsep demi menguak kebenaran, lalu dipungkasi dengan cerita lagi.
Bapaknya telah lama bertabah-tabah demi Gendon dan dua kakaknya bisa sekolah walaupun tak ada yang sampai kuliah. Harapan diterima di perguruan tinggi negeri pun, anak-anaknya tak ada yang bisa memenuhi. Demi laju bahtera ekonomi rumah tangga tidak karam, bapaknya harus pandai berhemat. Bapaknya tidak ikut-ikutan kredit motor seperti teman-temannya.
Di dalam kumpulan puisi Bilangan 60 ini sepertinya Wina Bojonegoro sedang melakukan ritual silent walking. Ia berjalan dalam senyap. Ia menghadirkan renungan kontemplatif untuk melahirkan anak kesadaran yang bernama puisi.
Kromo tak pernah suka politik. Setelah membaca judul berita tentang kekacauan dalam sebuah aksi politik, dia segera meletakkan koran dan kacamatanya di atas meja, seolah ingin menjauh dari sebuah ancaman.
Dencor terpesona pada ilmu Nabi Ibrahim. Ia mendengar kisah itu dari mulut anak-anak suatu hari yang berbagi aneka kisah nabi di pekarangan di samping rumahnya. Dencor menguping kisah itu dan tanpa diketahui oleh siapa pun, ia diam-diam ingin menemukan ilmu apa yang dimiliki nabi itu sampai bisa tak tersentuh api.
Bukankah kesementaraan hidup yang membuat hidup menjadi berharga? Ditulis oleh empat ahli filsafat, Filsafat Maut: Empat Renungan untuk Hidup Baik begitu mendalam mengulas kematian dari masing-masing perspektif.
Oleh sebab sensitivitas stasiun televisi terhadap keanekaragaman geografis absen, bukan tidak mungkin terjadi keterabaian di luar daerah Jakarta dan Pulau Jawa lainnya.
Suatu sore, sepulang kerja, Tomi mengeluhkan lengan kanannya. ”Lihat sini, Ovi,” ia berkata kepada istrinya sambil pelan-pelan mengangkat lengannya tersebut.
Membaca buku ini tidak hanya membawa kita pada peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Tapi juga membuat kita mencicipi dunia batin para perempuan aktivis yang multifaset.
Aku terlahir cukup sehat dari ibu yang sehat, namun aku tak punya nama, aku tak suka itu! Tak punya nama memang lazim untuk kami, yang hidup berkelompok dengan bapak yang meletakkan air mani di banyak puki.
LAURENSON dan Swingewood dalam The Sociology of Literature (1972) mengamati tiga perspektif dasar yang memengaruhi penulis dan karya. Masing-masing adalah sastra sebagai dokumen sosial, sastra sebagai cermin situasi sosial penulisnya, serta sastra sebagai manifestasi peristiwa sejarah dan keadaan sosial-budaya.
PERASAANKU berkecamuk. Di satu sisi aku kangen pada tanah air tercinta yang alamnya konon kaya raya dan indah permai. Aku rindu makanan kesukaanku yang tak ada di sini: nasi pecel, rujak cingur, tongseng kambing. Namun, di sisi lain menyelusup sebersit perasaan enggan pulang. Dan perasaan itu kian lama kian kuat.
Sebagai ilusi, identitas dapat menjadi berkah sekaligus kutukan. Buku ini menyajikan banyak sekali contoh petaka identitas yang menghiasi jatuh bangunnya peradaban-peradaban besar dunia, tetapi untungnya juga memuat cara meloloskan diri dari kutukan identitas tadi.
Jo, di tempat seluas ini pandanganku menangkap sekitar lima gundukan tanah basah, mungkinkah mereka juga korban jiwa ledakan, sama sepertimu? Yang mana kuburmu? Aku bawa beberapa tangkai krisan putih dan nasi kepal. Oh, itu, aku cukup percaya diri untuk melangkah ke salah satu gundukan penuh bunga krisan.
AKSI Kamisan kе-834 pada bulan Oktobеr kеlabu ini ditandai dеngan rеflеksi kеcеwa kumpulan warga yang bеrdiri di dеpan Istana Nеgara. Mеrеka mеnyampaikan kеkhawatiran dan kеmarahan bahwa nama Soеharto dihapus olеh kеputusan Majеlis Pеrmusyawaratan Rakyat dari Kеtеtapan MPR Nomor XI/MPR/1998 yang bеrisi soal korupsi, kolusi, dan nеpotismе. Lеbih mеnyеntak lagi, dimunculkan juga suatu wacana Soеharto sеbagai pahlawan.
Buku ini tak hanya membahas wacana tentang perbedaan psikologis antara wanita dan pria, tapi juga dinamika hubungan interpersonal, mental health issues, dan fenomena sosiobiopsikologis. Sangat sayang kalau cuma dibaca kalangan wanita.
Sampir jarit dipadu kebaya putih bertabur payet mengilap yang membalut tubuhmu membuatku ragu, benarkah kau putriku yang pernah kubebat tubuh kecilnya dengan handuk sehabis mandi? Sudah sebesar inikah?
aku melihat merah-putih penuh air mata
dan itu karena kemurungannya tidak lagi terbendung
apakah puisi harus berkemas diri
dari pergulatan hidup, yang tidak pernah tuntas
Ratim meringis kesakitan memegangi lengan tangannya yang nyaris putus. Darah di sekujur tubuhnya belum sepenuhnya kering. Sambil menyemburkan ludahnya ke langit, ia meninggalkan halaman rumah sakit dengan perasaan marah bercampur kecewa setelah petugas administrasi melayangkan pertanyaan menohok: Bapak punya uang?
Ya Rabbi shalli ’ala Muhammad
Ya Rabbi shalli ’alayhi wa sallim
Ya Rabbi ballighul wasilah
Ya Rabbi khusshahu bil fadilah
Ya Rabbi shalli ’ala Muhammad
Ya Rabbi shalli ’alayhi wa sallim
Detail-detail sentimental terkait Munir terserak di sekujur buku berbobot nyaris setengah kilogram ini. Dilengkapi dengan runtutan perkembangan kasus, Matt Easton menciptakan kisah yang tidak mungkin diabaikan.
Aku menghubungi Pusat Sibernetika Semesta, tapi rupanya lembaga yang paling bertanggung jawab terhadap populasi dan giat robot humanoid di muka bumi itu tidak melayani telesensorik.
”Saudara Saksi, sebagai karyawan di Perusahaan P, apakah Saudara tahu hubungan Tuan T dengan Perusahaan P?” ”Tahu, Pak Hakim. Perusahaan P adalah penyewa, sedangkan Tuan T adalah pemilik bangunan dua lantai di Distrik D yang disewa Perusahaan P.”
Buku ini masih meletakkan ketegangan sebagai pusat dan suspens sebagian besar tulisan. Padahal, petani masih tetap menanam padi di sawah, pengasong dan wong mbarang (pengamen) terus beraksi di jalan-jalan kota selama masa revolusi.
jendela tidak bersedih ketika angin
mengempas hujan tepat di dadanya.
sesuatu mengkristal ketika langit sore
berusaha menelan gemuruh yang lekat
di utara.
Pemahaman tentang ejakulasi harus didapatkan secara mendalam karena berkaitan dengan kesehatan seksual seseorang. Ejakulasi menjadi salah satu proses penting dalam kehidupan seksual pria yang ditandai dengan adanya cairan sperma yang keluar dari penis.
Tapak utama dari semangat kolaborasi kepenyairan dalam buku ini adalah pengalaman berdarah-darah ketika Indonesia dan Cile dilanda keganasan diktator militer.
RAMBUT Karto kusut, wajah muram, mata merah, tulang pipi semakin menonjol, akibat mabuk dan kalah judi semalam, juga malam sebelumnya, dan malam-malam sebelumnya lagi. Hari ini dia ingin tenang sebentar, tanpa dirusuhi keributan tangis bayinya.
APABILA catatan-catatan perjalanan di Jawa yang ditulis oleh bangsa Eropa kerap dianggap sarat stereotipe yang bias ”Barat”, buku ini dapat diposisikan pada sisi berbeda. Lanskap daerah-daerah di Jawa yang sedang dalam fase-fase awal peralihan dari masyarakat agraris ke semi-industri dituturkan berdasar perspektif orang Jawa itu sendiri. Persisnya, perspektif seorang ningrat Jawa.
”Beringin-beringin ini telah ada sebelum kami lahir. Bahkan kakek-nenek kami pun menceritakan hal yang sama. Saat mereka lahir beringin-beringin ini telah ada.”
AMA Tewo berada di pihak kakeknya. Waktu itu kakek dan beberapa tetua seusianya coba mencegah.
TEH adalah komoditas yang memiliki sejarah panjang dalam budaya dan tradisi di dunia. Di Jepang, budaya minum teh menjadi ritual penting yang dihormati. Di Tiongkok dan Korea, teh adalah minuman resmi yang disuguhkan untuk tamu, tanpa gula.
Enteng saja perempuan itu memanggul berhala seukuran tubuhnya. Berhari-hari ia memanggulnya sambil berjalan menyusur kompleks pertokoan, swalayan, namun kadang-kadang ia beristirahat di teras toko karena kelelahan.
Di bawah maraknya sastra surealis dan eksperimental, buku Eep Saefulloh Fatah sekali lagi menawarkan realitas imajiner dengan persoalan kuat orang-orang kelas ketiga.
Kau bangun kesiangan lalu mengumpat dan menyumpahi dunia sebagaimana yang lazim terjadi akhir-akhir ini ketika kau tersadar dari tidur yang tak nyenyak. Senin cenderung lebih lantang dibanding hari lainnya.
Mahfud Ikhwan menawarkan sudut pandang bahwa bek pada dasarnya soal perspektif hidup. Tidak ada nilai yang lebih dominan dari lainnya, kita harus percaya diri atas identitas keadaan kita.
Sopir taksi baru saja bertanya saya hendak diantar ke mana saat istri saya melalui sambungan telepon memberi tahu, di rumah sedang ada Paman Ali. Mendengar informasi itu, hati saya secara otomatis menyarankan agar saya lebih baik tidak pulang. ”Jalan saja dulu,” kata saya kepada sopir taksi.
Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.
Pendeknya narasi-narasi di fiksi mini justru menjadi kekuatannya hingga menghunjamkan imajinasi ke pembaca dan memberi ruang yang luas bagi keindahan tafsirnya. Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan. Pramoedya Ananta Toer
Kalau akhir-akhir ini Tuan gemar mengunjungi media sosial, Tuan akan mendapati kisah viral tentang lelaki tua dan motor Supra. Kisahnya yang kocak dan menyentuh hati membuat pengguna media sosial mengunggah ulang, dengan beragam cara, di berbagai saluran media sosial yang ada.
Kemampuan Andreas Kurniawan meramu pengetahuan ilmiah dengan pengalaman pribadi menjadikan karyanya komprehensif dalam memaparkan bagaimana mengelola serta memulihkan doa.
Aku menyebutnya Kampung Kentut karena angin di daerah itu berembus kencang juga berbau. Sesederhana itu. Selebihnya, mungkin Anda akan melihat kenapa permukiman itu kunamai begitu, dari ceritaku ini.
Kumcer karya Ida Fitri ini memiliki kekuatan narasi yang kokoh dan eksperimental. Membaurkan dunia imajinatif dengan realitas, mitos dengan fakta, yang profan dengan religiusitas, yang historis dan bayangan, saya kira hal itu bukanlah suatu keanehan dalam karya sastra. Sesuatu yang wajar-wajar saya. Toh fiksi.
Du’a Limek tengah menjerang air ketika angin muher yang kejam mengetuk ubun-ubun rumahnya. Rumah setengah bata merah berdinding kayu itu terguncang bagai ayunan. Tetapi, Du’a Limek terus menatapi tungku api.
Seno Gumira Ajidarma melakukan rekonstruksi dan interpretasi dari kumpulan cerita Lu Xun, seorang penulis Tiongkok, yang hidup antara 1881 sampai 1936.
Setengah jam setelah jenazah ayah ditanam, kusaksikan mereka telah pecah membahas tanah, rumah, serta hak-hak mereka berdasar silsilah. Awalnya aku terkejut, tetapi kemudian muncul kesadaran bahwa memang itulah motivasi mereka datang ke sini.
Dari alunan musik Melayu pada novel Ulid hingga dangdut pada karya terbarunya, Anwar Tohari Mencari Mati. Namun, sebenarnya semesta musik penulis alumnus Jurusan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada itu jauh lebih luas dari apa yang sudah termaktub dalam novel-novelnya.
Gerbang Sekolah Al-Shati, 21 Maret 2008 Sebelum menyadari apa yang terjadi, tubuh mungil Rania melambung ke udara, lantas terempas ke tanah. Barusan terjadi ledakan, sangat keras, bahkan hingga kini telinganya masih berdenging. Sebelumnya ia mendengar suara mendesing dari langit dan ia mendongak: semacam laba-laba besi raksasa yang mengapung di udara.