33.8 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

Prevalensi Stunting Tertinggi, TPPS Murung Raya Lakukan Koordinasi Lintas

PROKALTENG.CO –  Bertempat di ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si dan jajarannya menghadiri pertemuan antara Wakil Bupati Murung Raya Rajikinoor, S.Sos beserta jajaran dari Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, P2P3AKB, satgas stunting dengan lintas sektor lingkup Pemerintah Provinsi yaitu Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, DP3AP2KB serta hadir juga Poltekes Palangka Raya untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait hasi SSGI tahun 2022 Kabupaten Murung Raya, Selasa (14/2/23).

Dalam kesempatan ini Rajikinoor menjelaskan tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan juga dalam rangka memperbaiki tentang apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan terkait penanganan stunting.

Baca Juga :  Bersama Cegah Tindakan Korupsi di Daerah

Walaupun Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Murung Raya telah bekerja keras dalam upaya percepatan penurunan stunting, namun menurut data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) 2021 angka stunting Kabupaten Murung 31,8 % dan SSGI 2022 naik menjadi 40,9 %. Melalui pertemuan ini Wakil Bupati Murung Raya mengharapkan ada solusi dan langkah kedepan untuk perbaikan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Murung Raya.

“Kedepanya terkait  pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan di Kabupaten Murung Raya, saya ingin ada dari pihak Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang mendampingi enumerator,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Dr Dadi mengharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten murung Raya memerlukan komitmen yang kuat dari semua lintas sektor di level kabupaten sampai level terendah RT RW dan di dukung penuh dari Pemerintah Provinsi  sehingga upaya pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk menurunkan angka stunting hingga tahun 2024 sebesar 17,26 % akan bisa terwujud.

Baca Juga :  Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pemanfaatan Elsimil bagi 73 Pastor

“Selain itu manfaatkan secara efektif dan efisien  dana BOKB guna mengakselerasi percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.

PROKALTENG.CO –  Bertempat di ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Dadi Ahmad Roswandi, M.Si dan jajarannya menghadiri pertemuan antara Wakil Bupati Murung Raya Rajikinoor, S.Sos beserta jajaran dari Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, P2P3AKB, satgas stunting dengan lintas sektor lingkup Pemerintah Provinsi yaitu Dinas Kesehatan, Bappedalitbang, DP3AP2KB serta hadir juga Poltekes Palangka Raya untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait hasi SSGI tahun 2022 Kabupaten Murung Raya, Selasa (14/2/23).

Dalam kesempatan ini Rajikinoor menjelaskan tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan juga dalam rangka memperbaiki tentang apa yang sudah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan terkait penanganan stunting.

Baca Juga :  Bersama Cegah Tindakan Korupsi di Daerah

Walaupun Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Murung Raya telah bekerja keras dalam upaya percepatan penurunan stunting, namun menurut data Survei Status Gizi Indonesi (SSGI) 2021 angka stunting Kabupaten Murung 31,8 % dan SSGI 2022 naik menjadi 40,9 %. Melalui pertemuan ini Wakil Bupati Murung Raya mengharapkan ada solusi dan langkah kedepan untuk perbaikan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Murung Raya.

“Kedepanya terkait  pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan di Kabupaten Murung Raya, saya ingin ada dari pihak Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang mendampingi enumerator,” jelasnya.

Pada kesempatan ini Dr Dadi mengharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten murung Raya memerlukan komitmen yang kuat dari semua lintas sektor di level kabupaten sampai level terendah RT RW dan di dukung penuh dari Pemerintah Provinsi  sehingga upaya pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk menurunkan angka stunting hingga tahun 2024 sebesar 17,26 % akan bisa terwujud.

Baca Juga :  Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pemanfaatan Elsimil bagi 73 Pastor

“Selain itu manfaatkan secara efektif dan efisien  dana BOKB guna mengakselerasi percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru