Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat kabupaten setempat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Terpenting yakni untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng Achmad Rasyid menyarankan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng agar mengusulkan ke pemerintah pusat untuk sarana prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu perlu dilakukan jika jumlah karhutla mengalami kenaikan yang signifikan. Sebab, sudah dapat dipastikan perlunya penanganan secara maksimal.
Peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan kini mulai terjadi. Setelah sebelumnya di daerah hilir. Kini Karhutla mulai terjadi di daerah Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, dan beberapa tempat lainnya. Melihat kondisi ini, semua pihak diminta terus meningkatkan pencegahan Karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan mulai terjadi lagi. Setelah sebelumnya di daerah hilir, kini karhutla mulai terjadi di sekitar Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, dan beberapa tempat lainnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Emi Abriyani meminta Wali Kota Palangkaraya untuk menambah personel ataupun relawan. Hal itu guna memerangi karhutla di wilayakh Kota Palangkaraya.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di wilayah Kabupaten Seruyan. Salah satunya di Desa Tanjung Rangas Kecamatan Seruyan Hilir sekitar 50 hektare lahan terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agung Sulistiyono melalui Analisis Kebencanaan Ahli Muda, Arvian Yuli Artha mengatakan, pihaknya kesulitan dalam upaya penanganan melalui jalur darat.
Ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan kembali terjadi. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Katingan tidak pernah lagi turun hujan.
Pemkab Seruyan. Melalui BPBD, terus melakukan berbagai upaya dalam meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wabup Seruyan, Hj Iswanti mengatakan, upaya pencegahan Karhutla butuh dukungan masyarakat, agar bisa turut ikut melakukan upaya dengan menjaga lingkungan.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius pemerintah dan DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura).
Kalangan DPRD Murung Raya mengingatkan dan untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tentu perlu kesiapan yang matang. Termasuk personel yang akan diturunkan di lapangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, Emi Abriyani. Memberikan informasi, berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa prakiraan kondisi cuasa di Kota Palangkaraya saat ini La Nina atau kemarau basah. Sementara puncak El Nino Agustus
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng Sudarsono mengingatkan, kepada pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah daerah (pemda) agar lebih melakukan persiapan. Untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Rahmad Jainudin, mengingatkan masyarakat di Kabupaten Kapuas, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab, dampaknya sangat besar terhadap lingkungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan berbagai upaya dalam mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Salah satunya dilakukan dengan terus aktif melakukan penyuluhan di wilayah kecamatan-kecamatan di Kabupaten Seruyan. Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Seruyan, Agung Sulistiyono.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ahmad Toyib mengatakan, selama Juni 2023 sedikitnya 162 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menghadapi musim kemarau tahun 2023, semua pihak diingatkan untuk bersama-sama mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Katingan Marwan Susanto kepada wartawan, Sabtu (1/7).
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Kapuas, H Ahmad Baihaqi, mengapresiasi langkah cepat dari tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Kapuas Timur. Api yang sempat menjalar dengan cepat berhasil dipadamkan.
Kondisi cuaca di Kalimantan Tengah (Kalteng) selama Juni ini cukup terik. Meski beberapa kali turun hujan, tetapi tidak mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Terbukti jumlah kejadian karhutla meningkat tajam.
Hingga 24 Juni tercatat ada 228 kejadian dengan luas lahan yang terbakar mencapai 484,212 hektare Cuaca panas dan kemarau panjang sudah diprediksi terjadi Juni ini. Ini menjadi atensi serius para pemangku kepentingan di Kalteng maupun pusat.
Daerah Taruna-Kalampangan di Jalan Mahir Mahar Km. 23, Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, rawan api. Camat Sabangau, Teguh Margiono, mengingatkan, agar para pemancing jangan buang punting rokok sembarangan.
Siaga penanggulangan dan pencegahan dilakukan pemerintah daerah terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat dibutuhkan. Apalagi Kabupaten Kapuas termasuk dalam daerah rawan karhutla.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) Letjen TNI Suharyanto mengatakan dalam arahannya agar Apel Kesiapsiagaan dilaksanakan rutin setiap minggu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan berbagai upaya dalam perangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya dengan membentuk kelompok masyarakat peduli api (MPA).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Hairis Salamad. Meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait. Lakukan pencegahan Terhadap Karhutla. Supaya kebakaran lahan di Kabupaten Kotim ini bisa diminimilisir.
Salah satu dampak yang dapat ditimbukan akibat cuaca panas ekstrem yaitu timbulnya kekeringan. Hal ini tentunya dapat memicu terjadinya Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menaruh perhatian terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Pulang Pisau saat musim kemarau.
Juru Bicara Fraksi PDIP Dugan mengimbau pemerintah daerah mengantisipasi ancaman karhutla memasuki musim kemarau saat ini. “Antisipasi ancaman kebakaran lahan dan pekarangan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau,” kata Dugan.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng Duwel Rawing mengatakan, keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa dalam pencegahan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu dimaksimalkan.
Dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirimkan satu unit helikopter bombing.
“Telah tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pada hari ini Minggu, berupa satu unit helikopter dukungan dari BNPB," ucap Plt. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib , Minggu (11/6).
Pemerintah Kota Palangkaraya (Pemko) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya resmi mengeluarkan pernyataan tertulis terkait jumlah data kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangkaraya. Terhitung dari 1 Januari - 7 Juni 2023, terdapat 30 kasus karhutla yang terjadi dengan total luas lahan gambut 21,07 hektar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan terus melakukan upaya maksimal dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Selama seminggu terakhir, peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Katingan terjadi di sejumlah titik. Namun hal ini mampu ditangani oleh tim yang tergabung dalam penanggulangan Karhutla di Kabupaten Katingan.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar apel siaga personel dan sarana kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Pulang Pisau tahun 2023.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sutik, mengimbau seluruh masyarakat di daerah, agar mewaspadai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Apabila melihat terjadi karhutla, segera melaporkan ke petugas berwenang untuk segera menangani dan melakukan pemadaman.
Ketua Komis C DPRD Kota Palangka Raya, M. Hasan Busyairi mengatakan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai terjadi di Kota Palangka Raya. Hal ini harus diantisipasi. Karena Karhutla dapat mengakibatkan bencana kabut asap dan akan mengganggu kesehatan masyarakat.
Dalam satu pekan terakhir, terjadinya kebakar hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng mengalami peningkatan. Tercatat dari 1 Januari hingga 26 Mei pukul 18.00 Wib, angka kejadian karhutla di Kalteng sebanyak 112 kejadian dengan sebaran hotspot sebanyak 827 titik dan luasan lahan terbakar 204,7 hektare. Karhutla semakin masif dalam dua bulan terakhir.
Pemerintah Kabupaten Kotawarinhin Timur (Kotim) telah menaikan status siaga bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan juga melakukan persiapan terhadap terjadinya bencana tersebut.
BPBD Kotim, Multazam, mengatakan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi ke masyarakat dan patrol lebih massif kepada masyarakat selama status siaga berlangsung.
Saat ini Pemerintah Provinsi Kalteng terus gencar dan fokus menangani pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan dengan menerapkan siaga karhutla. Begitu juga dengan jenis bencana alam lainnya.
Hal tersebut ditekankan oleh Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, Sabtu (20/5/2023) malam.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Palangka Raya, Catur Winarti, mengatakan bahwa di wilayah selatan rawan karhutla. Terutama di Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Sukamara, Kabupaten Lamandau dan sekitarnya.
Kebakaran hutan dan lahan (Karthutla) mulai melanda di Kota Palangka Raya saat ini. Terbukti, Kamis (4/5/2023) kemarin, lahan kosong seluas 0,28 hektar di Jalan Matal, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau dilalap api.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg. Andjar Hari Purnomo menyebutkan kebakaran hutan dan lahan (karthutla) dapat menimbulkan kabut asap. Kondisi tersebut, bahkan dapat memicu gangguan kesehatan tubuh manusia.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Jalan Yos Sudarso Ujung, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kamis (13/4/2023) sore kemarin. Kejadian ini, harus menjadikan peringatan bagi pemerintah setempat, untuk selalu sigap dalam penanganan kondisi tersebut.
Upaya pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan. Pemerintah Provinsi Kalteng siap berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tak terkecuali dengan pemerintah pusat.
Kepolisian Sektor Pahandut (Polsek) Pahandut beserta jajaran melakukan apel personel gabungan dan sarana prasarana (sarpras) dalam rangka penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di halaman Markas Polsek (Mapolsek) Pahandut, Senin (20/3).
Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo (SW) mengingatkan kepada pemerintah setempat agar segera menyiagakan sarana dan prasarana pengendalian ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto (SKY) mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam hal antisipasi sejak dini terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karthutla).
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Agustin Teras Narang melaksanakan reses perorangan dan berkunjung ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Selasa (7/3/2023).
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas Yohanes, mengingatkan kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait juga kecamatan, desa dan kelurahan untuk mengantisipasi dampak kemarau, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat secara virtual dengan BPBD kabupaten atau kota terkait laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Falery Tuwan dari ruang kerjanya, Jumat (10/2).
Mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2023, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Wiyatno mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) bahwa tahun ini, iklim akan cenderung lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dapat dipastikan bencana kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan terjadi.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto (SKY) mengingatkan kepada masyarakat agar hati-hati terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhurla) yang kini mulai muncul di Kota Palangka Raya.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya mulai terjadi. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat dalam tiga hari terakhir ini telah terjadi lima kejadian karhula.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengingatkan kepada semua pihak agar tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalteng menyambut baik putusan Mahkamah Agung RI yang menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) putusan perkara kebakaran lahan perkebunan seluas 970,44 hektare di Kabupaten Katingan pada 2015 lalu, yang diajukan oleh pihak PT Arjuna Utama Sawit (AUS).
Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng H Edy Prarotowo bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kalteng dalam hal ini Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Nanang Avianto dan Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Yudianto Putrajaya mengikuti rapat koordinasi khusus (Rakorsus) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Jakarta, Kamis (28/7).
Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sejumlah instansi terkait di Kabupaten Barito Selatan menggelar latihan bersama dan simulasi, Rabu (29/6/2022).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar apel siaga personel dan sapras pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2022, di halaman kantor bupati setempat, Kamis (16/6).
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi pada musim kemarau di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur, merugikan banyak pihak. Bahkan tak jarang menimbulkan konflik horizontal di masyarakat.
Kapolres Barito Selatan AKBP Yusfandi Usman mengingatkan semua jajarannya agar dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), lebih mengedepankan upaya preemtif dan preventif.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan meminta kepada pemerintah daerah setempat melalui dinas terkait agar terus melakukan upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kabupaten setempat.
BPBD Kabupaten Pulang Pisau mempersiapkan pencegahan karhutla sejak dini dengan melakukan pengecekan rutin sumur bor yang ada di lokasi dan tempat rawan terjadinya kebakaran
Pasca-kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2015, pemerintah kabupaten Pulang Pisau terus berbenah. Mulai pada tata kebijakan sampai ke tingkat implementasinya
BPBD Kabupaten Pulang Pisau bersama lembaga Kemitraan menggelar ToT (training of trainer) gabungan dan praktik pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Damkarhutla) antar MPA
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan berharap agar di setiap desa-desa yang sudah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) mempunyai kendaraan kebakaran hutan dan lahan
Sepanjang tahun 2021, karhutla di Kabupaten Katingan relatif bisa dikendalikan. Meskipun ada terjadi Karhutla di sejumlah tempat, namun berkat gerakan cepat dalam melakukan penanggulangan sehingga Karhutla bisa dikendalikan dan tidak sampai memicu bencana kabut asap
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai terdeteksi di wilayah Kota Palangka Raya. Terbaru, karhutla dengan luasan yang cukup besar terjadi pada Minggu (30/1/2022) lalu.