33.8 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

38 Kasus Karhutla di Kalteng, BPBD Kabupaten / Kota Diminta Siaga

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat secara virtual dengan BPBD kabupaten atau kota terkait laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Falery Tuwan dari ruang kerjanya, Jumat (10/2).

Berdasarkan laporan dari kabupaten atau kota di Kalteng sampai dengan 9 Februari 2023 lalu, telah terjadi karhutla sebanyak 38 kejadian.  Itu terjadi di Kabupaten Barito Selatan sebanyak empat kejadian, Barito Utara sembilan kejadian, Katingan dua kejadian, Kota Palangka Raya dua kejadian, Kotawaringin Barat enam kejadian, Kotawaringin Timur sepuluh kejadian, Lamandau satu kejadian dan Sukamara lima kejadian.

Baca Juga :  Satpol PP Bergerak Tertibkan PKL Pasar Besar Palangka Raya , Ini Tujuannya

“Berkenaan dengan kondisi tersebut, sesuai arahan dari gubernur Kalimantan Tengah, memberikan arahan untuk lebih cepat mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla serta memperhatikan kondisi faktual di lapangan,” ujar Falery.

Falery menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng terus melakukan upaya – upaya pencegahan karhutla secara masif melalui upaya sosialisasi dini dan sosialisasi kepada masyarakat. Pada awal tahun 2023 dituturkan telah muncul titik hotspot di beberapa daerah kabupaten dan sudah ada kejadian kebakaran meski masih dalam skala kecil.

“Terkait hal itu, kami meminta kepada kabupaten/kota untuk mempersiapkan serta mengambil langkah-langkah pencegahan. Persiapan ini melibatkan stakeholder terkait, seperti TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait hingga persiapan lain untuk mengantisipasi terjadinya karhutla,”ujarnya.

Baca Juga :  Memprihatinkan! Begini Kondisi Jalan Maliku-Sebangau di Pulang Pisau

Untuk itu, dia pun mengimbau kepada kabupaten kota di Kalteng agar mengintensifkan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat. Selain itu, melaksanakan patroli secara rutin ke daerah rawan terjadinya karhutla. Lalu kesiapsiagaan sumber daya manusia, menyiapkan sarana prasarana dan peralatan hemat, baik yang bersumber dari APBD, APBN dan dari BTT.

“Kesiapan sarana dan prasarana peralatan karhutla tersebut, sudah harus distandbykan meskipun saat ini masih ada hujan dan segera menyalakan status siaga karhutla,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat secara virtual dengan BPBD kabupaten atau kota terkait laporan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBPK Provinsi Kalteng Falery Tuwan dari ruang kerjanya, Jumat (10/2).

Berdasarkan laporan dari kabupaten atau kota di Kalteng sampai dengan 9 Februari 2023 lalu, telah terjadi karhutla sebanyak 38 kejadian.  Itu terjadi di Kabupaten Barito Selatan sebanyak empat kejadian, Barito Utara sembilan kejadian, Katingan dua kejadian, Kota Palangka Raya dua kejadian, Kotawaringin Barat enam kejadian, Kotawaringin Timur sepuluh kejadian, Lamandau satu kejadian dan Sukamara lima kejadian.

Baca Juga :  Satpol PP Bergerak Tertibkan PKL Pasar Besar Palangka Raya , Ini Tujuannya

“Berkenaan dengan kondisi tersebut, sesuai arahan dari gubernur Kalimantan Tengah, memberikan arahan untuk lebih cepat mempersiapkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla serta memperhatikan kondisi faktual di lapangan,” ujar Falery.

Falery menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng terus melakukan upaya – upaya pencegahan karhutla secara masif melalui upaya sosialisasi dini dan sosialisasi kepada masyarakat. Pada awal tahun 2023 dituturkan telah muncul titik hotspot di beberapa daerah kabupaten dan sudah ada kejadian kebakaran meski masih dalam skala kecil.

“Terkait hal itu, kami meminta kepada kabupaten/kota untuk mempersiapkan serta mengambil langkah-langkah pencegahan. Persiapan ini melibatkan stakeholder terkait, seperti TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait hingga persiapan lain untuk mengantisipasi terjadinya karhutla,”ujarnya.

Baca Juga :  Memprihatinkan! Begini Kondisi Jalan Maliku-Sebangau di Pulang Pisau

Untuk itu, dia pun mengimbau kepada kabupaten kota di Kalteng agar mengintensifkan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat. Selain itu, melaksanakan patroli secara rutin ke daerah rawan terjadinya karhutla. Lalu kesiapsiagaan sumber daya manusia, menyiapkan sarana prasarana dan peralatan hemat, baik yang bersumber dari APBD, APBN dan dari BTT.

“Kesiapan sarana dan prasarana peralatan karhutla tersebut, sudah harus distandbykan meskipun saat ini masih ada hujan dan segera menyalakan status siaga karhutla,” pungkasnya.






Reporter: M Hafidz

Terpopuler

Artikel Terbaru