25.1 C
Jakarta
Wednesday, June 26, 2024
spot_img

PBS Harus Terlibat Dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Akhir Bulan Januari Kemarin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), dan meminta semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi peningkatan karhutla pada tahun 2023 ini.

Terkait hal tersebut Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor meminta kepada seluruh perusahaan besar swasta (PBS) khususnya perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kotim agar ikut terlibatkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla dan apabila lalai dalam menangani akan di evaluasi izin perusahaan tersebut.

“Saya meminta pihak PBS untuk terlibat dalam menangani pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kotim, kalau lalai, saya akan lakukan evaluasi perizinan perusahaan tersebut,” kata Halikin saat kegiatan silahturahmi dengan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Tercatat 24 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Lamandau

Menurutnya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kotim bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, tetapi sudah merupakan tanggungjawab dari PBS, maka dari itu seluruh PBS harus ikut aktif dalam melakukan langkah-langkah dalam penanganan dan pencegahan Karhutla.

“Saya ingin perusahaan tidak hanya menjaga kebunnya saja, Tetapi juga berkewajiban menjaga lingkungan seperti desa-desa disekitarnya. Dan apabila terjadi karhutla di sekitar kebun laporka ke saya, akan kita evaluasi izinnya karena sudah mereka sudah lalai dalam menjaga lingkungannya,” tegas Halikin.

 

Dirinya juga mengatakan meski pada September hingga Oktober diperkirakan musim hujan. Namun saat ini perkiraan tersebut bisa saja tidak sesuai. Sehingga semuanya diminta untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi, Serapan Anggaran Pembangunan di Bawah Target

Dia juga meminta Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Hawianan untuk dapat melatih sumber daya manusia (SDM) di perusahaan perkebunan guna mengantisipasi karhutla. Dengan harapan agar SDM di perusahaan perkebunan dapat melakukan antisipasi dini kalau terjadi karhutla di sekitar lingkungannya.

“Saya minta pihak Damkar melakukan pengecekan terlabih dulu peralatan pemadaman yang dimiliki pihak perkebunan. Kalau tidak lengkap tegu mereka, karena mereka harus punya, karena di sekitar perkebunan juga rawan terjadi Karhutla,  Kemudian baru orangnya yang akan dilatih,” tutupnya.(bah/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Akhir Bulan Januari Kemarin Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla), dan meminta semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan atas potensi peningkatan karhutla pada tahun 2023 ini.

Terkait hal tersebut Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Halikinnor meminta kepada seluruh perusahaan besar swasta (PBS) khususnya perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kotim agar ikut terlibatkan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla dan apabila lalai dalam menangani akan di evaluasi izin perusahaan tersebut.

“Saya meminta pihak PBS untuk terlibat dalam menangani pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kotim, kalau lalai, saya akan lakukan evaluasi perizinan perusahaan tersebut,” kata Halikin saat kegiatan silahturahmi dengan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Tercatat 24 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Lamandau

Menurutnya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Kotim bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, tetapi sudah merupakan tanggungjawab dari PBS, maka dari itu seluruh PBS harus ikut aktif dalam melakukan langkah-langkah dalam penanganan dan pencegahan Karhutla.

“Saya ingin perusahaan tidak hanya menjaga kebunnya saja, Tetapi juga berkewajiban menjaga lingkungan seperti desa-desa disekitarnya. Dan apabila terjadi karhutla di sekitar kebun laporka ke saya, akan kita evaluasi izinnya karena sudah mereka sudah lalai dalam menjaga lingkungannya,” tegas Halikin.

 

Dirinya juga mengatakan meski pada September hingga Oktober diperkirakan musim hujan. Namun saat ini perkiraan tersebut bisa saja tidak sesuai. Sehingga semuanya diminta untuk mengantisipasi terjadinya karhutla.

Baca Juga :  Hasil Evaluasi, Serapan Anggaran Pembangunan di Bawah Target

Dia juga meminta Kepala Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Hawianan untuk dapat melatih sumber daya manusia (SDM) di perusahaan perkebunan guna mengantisipasi karhutla. Dengan harapan agar SDM di perusahaan perkebunan dapat melakukan antisipasi dini kalau terjadi karhutla di sekitar lingkungannya.

“Saya minta pihak Damkar melakukan pengecekan terlabih dulu peralatan pemadaman yang dimiliki pihak perkebunan. Kalau tidak lengkap tegu mereka, karena mereka harus punya, karena di sekitar perkebunan juga rawan terjadi Karhutla,  Kemudian baru orangnya yang akan dilatih,” tutupnya.(bah/kpg)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru