Kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai berangsur normal setelah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU.
Antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dan beberapa wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai berangsur normal setelah Pertamina menambah kuota pasokan bahan bakar minyak.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi aman meski antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi. Menyebut antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai terurai setelah hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda, Pertamina
Pemerintah Kota Palangka Raya meminta pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax sebanyak 205 kiloliter (KL) per hari menjadi kuota tetap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah antrean
Fenomena antrean panjang kendaraan mewarnai hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya. Kondisi ini memantik keprihatinan serius dari kalangan legislatif.
DPRD Kota Palangka Raya mendesak Pertamina segera memberikan klarifikasi terkait kondisi distribusi dan ketersediaan BBM menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU agar masyarakat tidak panik.
Antrean panjang di sejumlah SPBU Palangka Raya membuat pasokan BBM sulit didapat. Kondisi ini memaksa para pengecer menaikkan harga jual untuk menutup biaya operasional.
Antrean BBM Pertamax di sejumlah SPBU Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir akhirnya direspons cepat oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU Kasongan, kembali terjadi. Untuk mengantisipasi adanya penimbunan BBM. Pemerintah Kabupaten Katingan diminta agar pendistribusian BBM