Pertamina Diminta Tambah Kuota BBM Subsidi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mendesak PT Pertamina segera menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mengatasi kelangkaan dan mengurai penumpukan pembeli yang kian meluas. Menurutnya, peningkatan alokasi pasokan BBM subsidi secara riil di lapangan menjadi langkah yang diperlukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Memang harus ditambah itu suplai, atau pasokan, jumlah BBM-nya. Kuotanya harus ditambah, karena kalau masih seperti ini terus, pasti antrean masih banyak terus,” ujar Sutik, dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Legislator dari Partai Gerindra ini menyoroti dampak sosial-ekonomi akibat masalah tersebut. Menurutnya, waktu warga banyak terbuang di SPBU sehingga berpotensi menurunkan tingkat produktivitas dan mengganggu kelancaran aktivitas harian masyarakat.

Baca Juga :  UPR Ingin Bangun RS, Begini Tanggapan DPRD Kalteng

“Orang tidak mau kerja lain, malah kerjanya di situ,” katanya.

Sutik menjelaskan, lonjakan permintaan BBM bersubsidi seperti Pertalite salah satunya dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat. Perbedaan harga membuat sebagian pengguna BBM nonsubsidi jenis Pertamax memilih beralih ke Pertalite.

“Di samping adanya pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite, maka dari itu BBM subsidi perlu ditambah,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, ia mendorong Pertamina untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap besaran kebutuhan riil BBM di seluruh wilayah Kalteng, lalu menyelaraskan pasokan dengan dinamika kebutuhan di masyarakat.

Electronic money exchangers listing

“Penambahan kuota sangat penting untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi sekaligus mengurangi antrean yang masih terjadi sebagian daerah di Kalteng,” tandasnya. (her)

Baca Juga :  Anggota DPRD Kalteng Soroti Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik, mendesak PT Pertamina segera menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mengatasi kelangkaan dan mengurai penumpukan pembeli yang kian meluas. Menurutnya, peningkatan alokasi pasokan BBM subsidi secara riil di lapangan menjadi langkah yang diperlukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Memang harus ditambah itu suplai, atau pasokan, jumlah BBM-nya. Kuotanya harus ditambah, karena kalau masih seperti ini terus, pasti antrean masih banyak terus,” ujar Sutik, dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Legislator dari Partai Gerindra ini menyoroti dampak sosial-ekonomi akibat masalah tersebut. Menurutnya, waktu warga banyak terbuang di SPBU sehingga berpotensi menurunkan tingkat produktivitas dan mengganggu kelancaran aktivitas harian masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  UPR Ingin Bangun RS, Begini Tanggapan DPRD Kalteng

“Orang tidak mau kerja lain, malah kerjanya di situ,” katanya.

Sutik menjelaskan, lonjakan permintaan BBM bersubsidi seperti Pertalite salah satunya dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat. Perbedaan harga membuat sebagian pengguna BBM nonsubsidi jenis Pertamax memilih beralih ke Pertalite.

“Di samping adanya pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite, maka dari itu BBM subsidi perlu ditambah,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, ia mendorong Pertamina untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap besaran kebutuhan riil BBM di seluruh wilayah Kalteng, lalu menyelaraskan pasokan dengan dinamika kebutuhan di masyarakat.

“Penambahan kuota sangat penting untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi sekaligus mengurangi antrean yang masih terjadi sebagian daerah di Kalteng,” tandasnya. (her)

Baca Juga :  Anggota DPRD Kalteng Soroti Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM

Terpopuler

Artikel Terbaru