PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya meminta dukungan tambahan dari pemerintah pusat, terutama personel, untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau tahun ini. Saat ini sekitar 360 personel terlibat dalam berbagai kegiatan penanganan karhutla di Kota Palangka Raya.
“Menteri Kehutanan maupun BNPB Pusat, terkait dengan kita, yang paling kita mohonkan adalah personal. Karena personel yang ada sekarang cukup banyak dan harus didukung operasionalnya setiap hari,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Selain menjalankan tugas pemadaman, ratusan personel tersebut juga melakukan patroli, pembasahan lahan, hingga penguatan pengamanan di kawasan yang berpotensi terbakar.
Menurut Arbert, kebutuhan operasional untuk mendukung personel tersebut juga terus berjalan setiap hari, mulai dari konsumsi, bahan bakar, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Karena itu, pemerintah kota terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sembari memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Yang penting kebutuhan dasar untuk operasional di lapangan tetap tersedia sehingga penanganan karhutla bisa terus berjalan,” ujarnya.
Selain dukungan personel, Pemko Palangka Raya juga melakukan penyesuaian anggaran melalui APBD Perubahan untuk memastikan berbagai program penanganan karhutla tetap dapat dilaksanakan hingga musim kemarau berakhir.
Arbert menuturkan, kondisi kemarau yang berlangsung lebih panjang dari perkiraan membuat kebutuhan penanganan di lapangan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, dia memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung seluruh upaya pengendalian karhutla yang dilakukan bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan berbagai unsur terkait lainnya.
“Penanganan karhutla ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu kami terus berkoordinasi agar dukungan yang diperlukan dapat terpenuhi dan penanganan di lapangan berjalan optimal,” katanya.
Saat ini, selain melakukan pemadaman di sejumlah titik api, Pemko Palangka Raya juga memperkuat kegiatan pembasahan lahan pada kawasan rawan terbakar guna mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau masih berlangsung.
Pemerintah kota berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat dapat membantu mempercepat pengendalian karhutla serta meminimalkan dampak kabut asap terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. (adr)


