Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
KABUT asap kembali menyelimuti Kalimantan Tengah.
Persoalannya bukan lagi sekadar hutandan lahan yang terbakar.
Ketika asap masuk ke rumah, sekolah terganggu, aktivitas ekonomi tersendat, dan masyarakat harus menghirup udara tercemar, kabut asap telah berubah menjadipersoalan sosial, ekonomi, dan kesehatan publik.
Data menunjukkan skalanya tidak kecil.
Hingga 19 September 2026, BNPB mencatat sekitar 3.800 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dengan hampir 13.000 hektare area yang ditangani.
Analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencatat area terbakar sekitar 7.634 hektare.
Pada periode yang sama, sejumlah wilayah bahkan mengalami kualitas udarakategori berbahaya.
Pertanyaannya: mengapa masyarakat harus terus membayar harga dari persoalan yang berulang?
Jawabannya karena kabut asap menghasilkan biaya sosial yang jauh lebih besar daripada biayamemadamkan api.
Ketika kualitas udara memburuk, anak-anak kehilangan waktu belajar, pekerja luar ruang menghadapi risiko kesehatan, dan rumah tangga harus mengeluarkan biaya pengobatan.
Oleh: Dr. Miar, S.E., M.Si., CERA
KABUT asap kembali menyelimuti Kalimantan Tengah.
Persoalannya bukan lagi sekadar hutandan lahan yang terbakar.
Ketika asap masuk ke rumah, sekolah terganggu, aktivitas ekonomi tersendat, dan masyarakat harus menghirup udara tercemar, kabut asap telah berubah menjadipersoalan sosial, ekonomi, dan kesehatan publik.
Data menunjukkan skalanya tidak kecil.
Hingga 19 September 2026, BNPB mencatat sekitar 3.800 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dengan hampir 13.000 hektare area yang ditangani.
Analisis citra satelit Kementerian Kehutanan mencatat area terbakar sekitar 7.634 hektare.
Pada periode yang sama, sejumlah wilayah bahkan mengalami kualitas udarakategori berbahaya.
Pertanyaannya: mengapa masyarakat harus terus membayar harga dari persoalan yang berulang?
Jawabannya karena kabut asap menghasilkan biaya sosial yang jauh lebih besar daripada biayamemadamkan api.
Ketika kualitas udara memburuk, anak-anak kehilangan waktu belajar, pekerja luar ruang menghadapi risiko kesehatan, dan rumah tangga harus mengeluarkan biaya pengobatan.