Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya bukan disebabkan kelangkaan Pertalite maupun pengurangan kuota bahan bakar bersubsidi t
Seorang wanita di Sampit mengalami luka bakar serius setelah diduga dibakar kekasihnya menggunakan Pertalite saat cekcok. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memastikan bahwa kabar yang beredar di media sosial mengenai pembatasan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite per 1 Juni mendatang adalah benar. Atu
Dewan Energi Nasional (DEN) menilai kebijakan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berpotensi menekan konsumsi nasional secara signifikan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upa
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok BBM di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi aman meski antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU.
Pemerintah Kota Palangka Raya minta Pertamina lakukan kebijakan sementara berupa penghapusan penggunaan barcode bagi kendaraan roda dua pengguna BBM subsidi jenis Pertalite.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut antrean panjang terjadi karena warga datang bersamaan ke SPBU untuk mengisi BBM.
Perdebatan soal penggunaan bahan bakar minyak (BBM) antara Pertalite dan Pertamax masih sering terjadi di kalangan pengguna kendaraan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar penggunaan BBM dengan ok
Jagat media sosial tengah diramaikan isu seputar dugaan pengoplosan pertalite menjadi pertamax. Pernyataan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait hal itu memicu reaksi publik, memunculkan spekulasi liar, serta menurunkan kepercayaan konsumen terhadap bahan bakar produksi Pertamina.
Sejak diberlakukannya penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite, di Kota Palangka Raya, antrean panjang kembali terlihat di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Pertamina Patra Niaga terus mempercepat pendaftaran QR Code untuk Program Subsidi Tepat, yang ditujukan bagi pengguna Pertalite kendaraan roda 4.
Program ini berlaku di wilayah Regional Jawa Bagian Barat, mencakup Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
PT Pertamina Patra Niaga buka suara soal kabar penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite aka dihentikan mulai 1 September 2024.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, kabar itu hoaks. Dia mengatakan, pihaknya akan tetap salurkan pertalite sesuai penugasan yang diberikan Pemerintah.
Pertamina kini mulai melakukan pendataan kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar subsidi, Pertalite.
Brand Manager Pertamina, Yasir Huwaydi, menyampaikan bahwa pendataan ini merupakan aturan dari pemerintah pusat. Yasir menjelaskan bahwa pendataan dimulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah awal.
Siap-siap, pemerintah bakal memberlakukan pembelian Pertalite menggunakan kartu khusus per 1 Agustus 2024. Adapun kartu khusus yang dimaksud ialah Fuel Card 5.0.
Masyarakat yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite akan menggunakan kartu. Aturan pembelian BBM Pertalite menggunakan kartu akan mulai diterapkan pada 1 Agustus 2024.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) Arifin Tasrif akan membatasi penggunaan BBM pertalite (RON 90).
Dikatakannya, BBM jenis pertalite dan BBM subsidi lainnya akan dibatasi, dan tidak semua kendaraan bisa akses.
Antrean kendaraan yang meluber hingga keluar area SPBU sampai saat ini tak kunjung mereda. Pemandangan di seantero SPBU di Samarinda dan di Balikpapan itu telah berlangsung tiga bulan terakhir. Ironisnya, tak jauh dari SPBU, deretan BBM subsidi jenis pertalite dijual para pengetap melalui mesin pom mini.
BBM jenis Pertalite di SPBU Kota Palangkaraya belakangan ini sering habis. Sehingga mengakibatkan antrian yang panjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Mengetahui kondisi demikian, Anggota Komisi B Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Palangkaraya, HM Khemal meminta kepada Pertamina untuk bisa menambah kuota Pertalite di Kota Palangkaraya.
Wakil Ketua I DPRD Kota Palangkaraya, Wahid Yusuf merespon soal wacana penghapusan Pertalite yang tengah digaungkan oleh PT Pertamina (Persero) dalam beberapa pekan ini.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan sangat dirasakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng). Begitu juga dengan Kota Palangkaraya. Terlebih bagi wilayah yang berada di pelosok pedalaman Kalteng yang dinilai masih susah untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite tersebut.
Rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite RON 90 yang bersubsidi dengan Pertamax Green 92 mendapat perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalteng, Sengkon mengatakan rencana penghapusan Pertalite tersebut, tentu akan melalui berbagai pertimbangan. Meski begitu, diharapkan kebijakan tersebut tidak membebani masyarakat.
Kondisi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palangka Raya mulai menghilang. Masyarakat yang sebelumnya sempat mengantre hingga panjang saat melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite, kini tak ada lagi.
Masih ditemuinya antrean BBM jenis Pertalite di Palangka Raya ditenggarai salah satunya akibat langkanya BBM jenit tersebut. Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah(Kalteng) Kuwu Senilawati mempertanyakan kinerja Badan Pengatur Hilir(BPH) Minyak dan Gas(Migas) bumi.
Pemerintah Kota Palangka Raya akhirnya membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar untuk kendaraan roda 2 dan roda 4. Penggunaan pengisian sepeda motor hanya diperbolehkan maksimal Rp50 ribu, dan modil roda empat Rp200 ribu
Sejumlah mahasiswa dari beberapa universitas di Kota Palangka Raya yang tergabung dalam gerakan mahasiswa dan rakyat (GEMARA) menggelar unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Kalteng, Senin (4/7/2022) sore.
Petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya beserta PT Pertamina (Persero), dan Satpol PP menemukan satu mobil yang menggunakan modifikasi tangki hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, di tengah antrean yang panjang di Jalan G.Obos. Pemilik dan mobil pun diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di Kota Palangka Raya hingga saat ini sepertinya masih langka. Terbukti, Minggu (5/6) kemarin masih terlihat antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Rata-rata stasiun menanti pasokan yang masih dalam perjalanan.
Beberapa pekan terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite cukup langka di wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan betapa sulitnya mendapatkan bahan bakar penggerak kendaraan bermotor dan mobil tersebut.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara terkesan tak mengiyakan atau mengatakan tidak soal rencana kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3 kg.