NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Aroma khas raja buah mulai menyengat di sepanjang jalan protokol Kota Nanga Bulik. Kabupaten Lamandau yang dikenal dengan julukan Bumi Bahaum Bakuba ini, kini resmi mulai dibanjiri oleh musim durian.
Pantauan di lapangan menunjukkan lapak-lapak pedagang kaki lima yang menjajakan durian mulai menjamur dan berjejer rapi di pinggir jalan. Kehadiran buah musiman ini langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat. Para pecinta duren tampak berbondong-bondong memadati lapak untuk memilih buah terbaik, mulai dari ukuran kecil hingga yang berukuran besar.
Salah seorang pedagang durian di Kota Nanga Bulik, Lay, mengungkapkan bahwa pasokan durian yang melimpah membuat harga jualnya menjadi sangat bervariasi dan relatif terjangkau bagi semua kalangan.
“Harganya bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas buah. Kita jual mulai dari harga Rp10 ribu untuk yang kecil, hingga Rp25 ribu untuk ukuran yang lebih besar,” ujar Lay saat ditemui di lapaknya, Jalan Batu Batanggui, Selasa (16/6).
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Aroma khas raja buah mulai menyengat di sepanjang jalan protokol Kota Nanga Bulik. Kabupaten Lamandau yang dikenal dengan julukan Bumi Bahaum Bakuba ini, kini resmi mulai dibanjiri oleh musim durian.
Pantauan di lapangan menunjukkan lapak-lapak pedagang kaki lima yang menjajakan durian mulai menjamur dan berjejer rapi di pinggir jalan. Kehadiran buah musiman ini langsung disambut antusias oleh masyarakat setempat. Para pecinta duren tampak berbondong-bondong memadati lapak untuk memilih buah terbaik, mulai dari ukuran kecil hingga yang berukuran besar.
Salah seorang pedagang durian di Kota Nanga Bulik, Lay, mengungkapkan bahwa pasokan durian yang melimpah membuat harga jualnya menjadi sangat bervariasi dan relatif terjangkau bagi semua kalangan.
“Harganya bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas buah. Kita jual mulai dari harga Rp10 ribu untuk yang kecil, hingga Rp25 ribu untuk ukuran yang lebih besar,” ujar Lay saat ditemui di lapaknya, Jalan Batu Batanggui, Selasa (16/6).