Dandim Lamandau Imbau Warga Waspadai Penipuan Berkedok TNI di Medsos

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Komandan Kodim (Dandim) 1017/Lamandau, Letkol Arm. Ady Kurniawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan di media sosial yang mengatasnamakan TNI.

Modus operandi yang sering ditemukan adalah penipuan jual beli barang dengan harga murah serta iming-iming bantuan tertentu melalui akun palsu yang menggunakan foto profil anggota TNI.

Para pelaku sengaja memanfaatkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap korps militer untuk memuluskan aksi kriminal mereka, sehingga banyak korban yang terjebak dalam transaksi fiktif yang berujung pada kerugian materiil.

Letkol Arm. Ady Kurniawan menegaskan bahwa anggota TNI memiliki aturan yang sangat ketat dan tidak diperkenankan terlibat dalam bisnis ilegal atau menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi di media sosial.

Baca Juga :  Apresiasi Dedikasi Guru, YBM PLN dan IAIN Santuni 15 Guru Honorer Palangkaraya

“Saya mengingatkan bahwa segala bentuk komunikasi yang mencurigakan, apalagi jika sudah mulai meminta transfer sejumlah uang, harus segera diwaspadai sebagai bentuk upaya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Dandim, Selasa (31/3) kepada awak media.

Lebih lanjut, Dandim menyarankan agar masyarakat selalu melakukan verifikasi atau cross-check terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi apa pun secara daring.

“Jika warga menemukan akun media sosial yang mengaku sebagai aparat dan menawarkan barang atau jasa yang meragukan, mereka dapat langsung mengonfirmasi hal tersebut ke Koramil terdekat atau markas Kodim 1017/Lmd guna memastikan kebenaran identitas tersebut,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Langkah antisipasi ini diambil untuk melindungi warga dari kerugian finansial serta menjaga integritas dan nama baik institusi TNI dari pencatutan identitas.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Telabang 2025 Dimulai untuk Tertibkan Lalu Lintas

“Kami Pihak Kodim terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat melalui peran Babinsa di desa-desa agar literasi digital warga semakin meningkat dan tidak mudah dimanipulasi oleh informasi hoaks maupun akun-akun bodong,” bebernya.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib atau aparat TNI jika telah menjadi korban atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan serupa.

“Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penipuan daring yang meresahkan ini demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Komandan Kodim (Dandim) 1017/Lamandau, Letkol Arm. Ady Kurniawan, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan di media sosial yang mengatasnamakan TNI.

Modus operandi yang sering ditemukan adalah penipuan jual beli barang dengan harga murah serta iming-iming bantuan tertentu melalui akun palsu yang menggunakan foto profil anggota TNI.

Para pelaku sengaja memanfaatkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap korps militer untuk memuluskan aksi kriminal mereka, sehingga banyak korban yang terjebak dalam transaksi fiktif yang berujung pada kerugian materiil.

Electronic money exchangers listing

Letkol Arm. Ady Kurniawan menegaskan bahwa anggota TNI memiliki aturan yang sangat ketat dan tidak diperkenankan terlibat dalam bisnis ilegal atau menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi di media sosial.

Baca Juga :  Apresiasi Dedikasi Guru, YBM PLN dan IAIN Santuni 15 Guru Honorer Palangkaraya

“Saya mengingatkan bahwa segala bentuk komunikasi yang mencurigakan, apalagi jika sudah mulai meminta transfer sejumlah uang, harus segera diwaspadai sebagai bentuk upaya penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Dandim, Selasa (31/3) kepada awak media.

Lebih lanjut, Dandim menyarankan agar masyarakat selalu melakukan verifikasi atau cross-check terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi apa pun secara daring.

“Jika warga menemukan akun media sosial yang mengaku sebagai aparat dan menawarkan barang atau jasa yang meragukan, mereka dapat langsung mengonfirmasi hal tersebut ke Koramil terdekat atau markas Kodim 1017/Lmd guna memastikan kebenaran identitas tersebut,” jelasnya.

Langkah antisipasi ini diambil untuk melindungi warga dari kerugian finansial serta menjaga integritas dan nama baik institusi TNI dari pencatutan identitas.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Telabang 2025 Dimulai untuk Tertibkan Lalu Lintas

“Kami Pihak Kodim terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat melalui peran Babinsa di desa-desa agar literasi digital warga semakin meningkat dan tidak mudah dimanipulasi oleh informasi hoaks maupun akun-akun bodong,” bebernya.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib atau aparat TNI jika telah menjadi korban atau mengetahui adanya aktivitas mencurigakan serupa.

“Kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai penipuan daring yang meresahkan ini demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Lamandau,” tandasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru