PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Panjangnya antrean dan tidak menentunya ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Palangka Raya berimbas pada naiknya harga jual di tingkat pengecer.
Para pedagang eceran terpaksa menaikkan harga jual untuk menutupi biaya operasional akibat sulitnya mendapatkan pasokan.
Berdasarkan pantauan awak media, harga BBM jenis Pertalite di di tingkat eceran kini dijual seharga Rp13.000 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berkisar di angka Rp12.000 per liter.
Pertamax di tingkat eceran kini dijual seharga Rp16.000 per liter, naik dari harga sebelumnya yang berkisar di angka Rp15.000 per liter.
Padahal, tidak ada kenaikan harga resmi dari pemerintah. Di SPBU, harga Pertamax tetap Rp12.600 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Salah seorang pengecer BBM, Masrani (40), mengungkapkan bahwa kenaikan harga di tingkat eceran bukan karena mencari untung berlebih, melainkan kompensasi atas sulitnya mendapatkan bahan bakar.
“Naik (harga eceran). Antrenya yang susah, bisa seharian antre hanya untuk dapat satu tangki,” keluhnya saat diwawancara awak media, Senin (20/4/26).
Ia menjelaskan, para pengecer sering kali harus membuang waktu seharian penuh di SPBU, dan terkadang mendapati pompa bensin dalam keadaan kosong. Pasokan di masing-masing SPBU pun memiliki jadwal yang berbeda-beda dan kerap tidak pasti.
Sebagai contoh, di SPBU kawasan Jalan Rajawali, pasokan Pertamax biasanya baru tersedia saat pagi hari sejak SPBU buka pada pukul 06.00 WIB. Sementara itu, di SPBU Jalan G. Obos, pelayanan sering kali baru dibuka pada pukul 08.00 hingga 09.00, dan tak jarang stok Pertamax tidak dibuka atau kosong.
Kondisi ini memaksa para pengecer untuk berkeliling jauh mencari pasokan BBM agar tetap bisa berjualan.
“Tidak (menyerah) juga, kita keliling mencarinya. Biar agak jauh sedikit tetap dicarikan. Kalau putar-putar mencari, ya ada ongkos jalannya. Jadi harga dinaikkan sedikit karena agak susah mencarinya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM masih menjadi pemandangan yang kerap ditemui di sejumlah SPBU, memaksa masyarakat yang tidak ingin mengantre lama untuk merogoh kocek lebih dalam dengan membeli di tingkat eceran. (her)


