28.7 C
Jakarta
Sunday, April 14, 2024

Teras Narang Cek Ketersediaan Pangan Bulog Kalteng

PROKALTENG.CO – Perum Bulog mempunyai tugas melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang manajemen logistik melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga beras, serta usaha jasa logistik. Perannya sangat penting dalam upaya pengendalian inflasi.

Anggota DPD RI Agustin Teras Narang, Selasa (7/3/2023) berkesempatan menemui dan disambut hangat jajaran Bulog Kantor Wilayah Kalteng. Ini adalah bagian dari giat reses Komite 2 DPD RI dalam upaya memastikan kondisi pasar bahan pokok di daerah berlangsung stabil, khususnya jelang bulan puasa dan sambut lebaran.

“Saya mendengarkan catatan-catatan dari Kepala Bulog Kanwil Kalteng Sony Supriyadi dan mengapresiasi giat mereka dalam menggelar operasi pasar khususnya dalam mengontrol harga dan ketersediaan beras. Termasuk dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang penyaluran beras premiumnya telah mencapai 1.200 ton pada tahun ini. Untuk harga eceran tertinggi yang ditetapkan adalah Rp9.950 per kilogram (kg) atau 49.750 per 5 kilogram,” ujar Teras.

Operasi pasar yang digelar bersama Badan Pangan Nasional adalah langkah strategis dan kolaboratif. Sebuah langkah yang mesti diperkuat dari waktu ke waktu dengan pemangku kepentingan yang lebih luas.

Baca Juga :  Dunia Kampus Mengubah Pola Pikir, Teras Narang Kisahkan Pengalamannya

Selain itu dari catatan kami sejak akhir 2022 lalu hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan juga beras subsidi sebanyak sekitar 700 ton ke masyarakat. Penerima ada di berbagai daerah seperti Palangka Raya, Sampit, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Sukamara.

“Beras menjadi salah satu penyumbang inflasi kita. Data awal Januari, beras berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0.28 persen. Pada Februari kemudian turun menjadi 0,07 persen. Penurunan ini berkat kolaborasi Bulog dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menggelar pasar murah dan pasar penyeimbang,” katanya.

Secara keseluruhan inflasi di Kalteng pada Januari mencapai 5,81 persen. Angka ini turun dari akhir tahun 2022 yang mencapai 6,32 persen. Dalam catatan yang diberikan juga,  Teras mendapatkan catatan tentang beberapa daerah yang tren inflasinya tinggi.

“Saya akan coba komunikasikan juga hal ini agar aspek supply demand bahan-bahan pokok di daerah tersebut dapat dikelola dan tersalurkan dengan baik. Selain beras, minyak goreng juga menjadi perhatian saya mengingat pasokan untuk minyak goreng bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi Rp 14.000 masih belum memadai di lapangan. Ini juga menjadi bagian penting dari perhatian kami. Termasuk soal komoditas lain seperti daging, telur, dan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga :  Agustiar Apresiasi Kinerja Kejati Kalteng

Lebih lanjut, Teras berharap Bulog lebih punya kapasitas dalam menyerap produksi beras dari masyarakat tani Kalteng dengan harga keekonomian yang menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga dengan demikian peran Bulog dalam mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya petani padi di Kalteng dapat lebih terasa lagi. Ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan beras di Gudang-gudang Bulog memadai saat dibutuhkan.

“Selama ini daerah Kalteng sendiri punya banyak lumbung padi seperti Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, hingga Kotawaringin. Ini mestinya mendapat perhatian sehingga peran Bulog semakin kuat sebagai penyeimbang kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Teras mengaku sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Bulog Kalteng dan mendorong terus semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam penanganan inflasi. Dengan kemampuan mengendalikan inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah, diharapkan ke depan ada kerja-kerja dan terobosan baru yang bisa dilakukan Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan. Lebih jauh mendukung kedaulatan pangan di daerah maupun nasional.

PROKALTENG.CO – Perum Bulog mempunyai tugas melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang manajemen logistik melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga beras, serta usaha jasa logistik. Perannya sangat penting dalam upaya pengendalian inflasi.

Anggota DPD RI Agustin Teras Narang, Selasa (7/3/2023) berkesempatan menemui dan disambut hangat jajaran Bulog Kantor Wilayah Kalteng. Ini adalah bagian dari giat reses Komite 2 DPD RI dalam upaya memastikan kondisi pasar bahan pokok di daerah berlangsung stabil, khususnya jelang bulan puasa dan sambut lebaran.

“Saya mendengarkan catatan-catatan dari Kepala Bulog Kanwil Kalteng Sony Supriyadi dan mengapresiasi giat mereka dalam menggelar operasi pasar khususnya dalam mengontrol harga dan ketersediaan beras. Termasuk dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang penyaluran beras premiumnya telah mencapai 1.200 ton pada tahun ini. Untuk harga eceran tertinggi yang ditetapkan adalah Rp9.950 per kilogram (kg) atau 49.750 per 5 kilogram,” ujar Teras.

Operasi pasar yang digelar bersama Badan Pangan Nasional adalah langkah strategis dan kolaboratif. Sebuah langkah yang mesti diperkuat dari waktu ke waktu dengan pemangku kepentingan yang lebih luas.

Baca Juga :  Dunia Kampus Mengubah Pola Pikir, Teras Narang Kisahkan Pengalamannya

Selain itu dari catatan kami sejak akhir 2022 lalu hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan juga beras subsidi sebanyak sekitar 700 ton ke masyarakat. Penerima ada di berbagai daerah seperti Palangka Raya, Sampit, Kapuas, Pulang Pisau, hingga Sukamara.

“Beras menjadi salah satu penyumbang inflasi kita. Data awal Januari, beras berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0.28 persen. Pada Februari kemudian turun menjadi 0,07 persen. Penurunan ini berkat kolaborasi Bulog dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menggelar pasar murah dan pasar penyeimbang,” katanya.

Secara keseluruhan inflasi di Kalteng pada Januari mencapai 5,81 persen. Angka ini turun dari akhir tahun 2022 yang mencapai 6,32 persen. Dalam catatan yang diberikan juga,  Teras mendapatkan catatan tentang beberapa daerah yang tren inflasinya tinggi.

“Saya akan coba komunikasikan juga hal ini agar aspek supply demand bahan-bahan pokok di daerah tersebut dapat dikelola dan tersalurkan dengan baik. Selain beras, minyak goreng juga menjadi perhatian saya mengingat pasokan untuk minyak goreng bersubsidi dengan Harga Eceran Tertinggi Rp 14.000 masih belum memadai di lapangan. Ini juga menjadi bagian penting dari perhatian kami. Termasuk soal komoditas lain seperti daging, telur, dan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga :  Agustiar Apresiasi Kinerja Kejati Kalteng

Lebih lanjut, Teras berharap Bulog lebih punya kapasitas dalam menyerap produksi beras dari masyarakat tani Kalteng dengan harga keekonomian yang menguntungkan kedua belah pihak. Sehingga dengan demikian peran Bulog dalam mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya petani padi di Kalteng dapat lebih terasa lagi. Ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan ketersediaan beras di Gudang-gudang Bulog memadai saat dibutuhkan.

“Selama ini daerah Kalteng sendiri punya banyak lumbung padi seperti Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, hingga Kotawaringin. Ini mestinya mendapat perhatian sehingga peran Bulog semakin kuat sebagai penyeimbang kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Teras mengaku sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Bulog Kalteng dan mendorong terus semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam penanganan inflasi. Dengan kemampuan mengendalikan inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah, diharapkan ke depan ada kerja-kerja dan terobosan baru yang bisa dilakukan Bulog untuk memperkuat ketahanan pangan. Lebih jauh mendukung kedaulatan pangan di daerah maupun nasional.

Terpopuler

Artikel Terbaru