PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan konsumsi BBM hingga 19 persen dan terbatasnya pasokan nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite jadi pemicu utama situasi ini.
Sales Area Manager Ritel Kalteng , Donny Prasetya, menyebut peningkatan kebutuhan itu terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, sehingga distribusi di lapangan terasa makin ketat.
“Kalau kita lihat memang ada peningkatan kebutuhan sekitar 19 persen dibanding sebelumnya, dan ini terjadi di seluruh Kalimantan Tengah,” ujar Donny, Sabtu (18/4/2026).
Dia menjelaskan, selain lonjakan konsumsi, keterlambatan distribusi juga ikut memperpanjang antrean. Namun, stok BBM dipastikan masih tersedia.
“Keterlambatan ada, tapi tidak mempengaruhi ketersediaan produk. Stok tetap ada,” jelasnya.
Menurutnya, dinamika global turut memengaruhi produksi dan suplai energi, yang berdampak pada distribusi di daerah. Di sisi lain, ditemukan penggunaan BBM yang tidak sesuai peruntukan.
“Harusnya menggunakan BBM industri, tetapi ada yang mengisi di SPBU umum karena selisih harga yang cukup jauh,” ungkapnya.
Saat ini, Pertamina tengah mengkaji pengaturan teknis penyaluran BBM, termasuk kemungkinan pengaturan jam penjualan di SPBU agar distribusi lebih merata.
“Itu teknis penyaluran, dan sedang kami koordinasikan dengan stakeholder untuk mendapatkan pola yang paling optimal,” katanya.
Masyarakat diimbau tidak panik dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean tidak semakin panjang.
“Kami mengimbau masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan antrean tidak mengganggu lalu lintas.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Asisten II Setda, Samsul Rizal, menegaskan pihaknya akan mendukung penyaluran BBM sekaligus melakukan pengawasan.
“Pemko akan mendukung penyaluran BBM, memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM, serta melakukan pemantauan agar antrean bisa diatur dengan baik dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya.
Dia menambahkan, koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan agar antrean tidak meluber ke badan jalan dan distribusi lebih tertib.
“Kami juga akan berkoordinasi agar antrean tidak meluber ke badan jalan dan distribusi BBM bisa berjalan lebih tertib,” tutupnya. (adr)


