NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Jajaran Polres Lamandau memastikan kondisi SPBU di wilayah Kabupaten Lamandau tetap aman dan kondusif di tengah isu kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng). Patroli rutin terus dilakukan guna mencegah antrean panjang dan penumpukan kendaraan.
Guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan menjaga ketertiban, jajaran Polres Lamandau terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (7/5).
Langkah preventif ini dilakukan agar fenomena antrean mengular yang terjadi di daerah lain tidak merembet ke wilayah Lamandau.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas IPDA Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM di wilayahnya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Untuk di wilayah Lamandau masih aman dan kondusif. Tidak ada penumpukan kendaraan ataupun antrean panjang di SPBU,” ungkap IPDA Gin Gin Ginanjar.
Stabilitas distribusi BBM di Lamandau juga didukung oleh kebijakan tegas dari pihak pengelola SPBU.
Manajer PT Lamandau Sarana Migasindo, Okky Rudiyatama Putra, menjelaskan bahwa SPBU dengan nomor registrasi 6474602 kini menerapkan aturan ketat guna meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi.
“Kami dari SPBU tidak lagi melayani pembelian oleh oknum pelangsir atau pengetap. Kendaraan wajib hadir langsung di lokasi. Barcode syarat pembelian tidak akan berlaku jika kendaraan tidak ada secara fisik dan setiap unit kendaraan dibatasi maksimal 60 liter untuk Solar subsidi dan 40 liter untuk Pertalite per hari,” tegasnya.
“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan distribusi BBM lebih merata dan tepat sasaran. Selama ini, aktivitas pelangsir kerap merugikan pengguna lain dan memicu antrean panjang,” Lanjut Okky.
Dengan sinergi antara patroli kepolisian dan manajemen SPBU yang disiplin, diharapkan kondisi tertib ini terus terjaga. Kebijakan pembatasan ini ditujukan agar masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan subsidi dapat terlayani dengan baik tanpa harus mengantre berjam-jam.
Pihak manajemen SPBU menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan area pengisian yang lancar, tertib, dan bebas dari praktik penyalahgunaan oknum tidak bertanggung jawab. (bib)


