DEMAM sepak bola dunia selalu menghadirkan suasana yang istimewa. Ribuan orang berkumpul di warung kopi, kafe, lapangan terbuka, hingga ruang publik untuk menyaksikan pertandingan bersama.
Sorak-sorai ketika gol tercipta tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang bernilai.
Di balik euforia nonton bareng (nobar), terdapat peluang besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.
Artinya, setiap peluang yang mampu meningkatkan aktivitas UMKM akan memberikan dampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Dalam perspektif ekonomi, kegiatan nobar menciptakan peningkatan konsumsi masyarakat dalam waktu dan lokasi yang terkonsentrasi.
Penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga membeli makanan, minuman, akses internet, merchandise, hingga berbagai produk pendukung lainnya. Semakin besar jumlah penonton, semakin besar pula perputaran uang yang terjadi.
Di berbagai daerah, penyelenggaraan nobar telah terbukti meningkatkan omzet pelaku usaha kuliner.
Warung kopi yang biasanya melayani puluhan pelanggan dapat menerima pengunjung dua hingga tiga kali lipat saat pertandingan besar berlangsung.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya menghasilkan nilai hiburan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang nyata.


