Namun, peluang tersebut tidak akan menghasilkan manfaat maksimal tanpa strategi yang tepat.
Pertama, UMKM perlu menciptakan produk dan layanan tematik yang relevan dengan suasana pertandingan.
Paket makanan dan minuman khusus nobar, diskon bagi pelanggan yang mengenakan atribut tim tertentu, atau hadiah sederhana bagi penonton dapat meningkatkan daya tarik usaha sekaligus mendorong konsumsi.
Kedua, kolaborasi antarpelaku usaha perlu diperkuat. Penyelenggara nobar dapat bekerja sama dengan pedagang makanan, pelaku ekonomi kreatif, jasa percetakan, dan komunitas olahraga.
Kolaborasi semacam ini menciptakan efek pengganda yang lebih besar dibandingkan jika setiap pelaku usaha bekerja sendiri-sendiri.
Ketiga, pemanfaatan media sosial menjadi sangat penting.
Informasi mengenai jadwal nobar, promosi produk, maupun berbagai aktivitas pendukung dapat disebarluaskan dengan cepat dan biaya relatif rendah.
Dalam ekonomi digital saat ini, kemampuan menarik perhatian konsumen melalui media sosial sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan usaha.
Keempat, pemerintah daerah dapat mengambil peran sebagai fasilitator.
Penyediaan ruang publik yang aman dan nyaman untuk kegiatan nobar dapat mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi sementara yang melibatkan UMKM lokal.
Lapangan kota, taman publik, atau kawasan wisata dapat menjadi lokasi strategis yang mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha.
Bagi daerah seperti Kalimantan Tengah, kegiatan nobar bahkan dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi lokal.
Ketika ratusan orang berkumpul dalam satu lokasi, terjadi peningkatan transaksi yang secara langsung menguntungkan pedagang kecil, pelaku kuliner, dan usaha jasa lainnya.


