BPBD Kota Palangka Raya mencatat lebih dari dua titik api masih muncul meski hujan turun.Petugas gabungan terus melakukan pemadaman dan mengimbau masyarakat tetap waspada selama musim kemarau.
Wakil Ketua I Komisi I DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan karhutla dan menekankan pentingnya langkah pencegahan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Tiga titik karhutla di Kelurahan Kameloh Baru berhasil dilokalisasi, sementara tim gabungan masih melanjutkan proses pemadaman untuk mencegah api kembali meluas.
Kabut asap akibat karhutla kian pekat di Palangka Raya. Pemko tengah mengkaji peningkatan status menjadi tanggap darurat sambil memperkuat upaya penanganan dan pencegahan.
Wali Kota Fairid Naparin menegaskan pelaku pembakaran lahan akan diproses hukum. Hingga 21 Juli 2026, BPBD Palangka Raya mencatat 75 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 29,04 hektare
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 13 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi dalam sehari, Kamis (23/7/2026). Total luas lahan yang terbakar
BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras, angin kencang, dan petir guna mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan.
Pemko Palangka Raya memulai penyusunan Kajian Risiko Bencana dan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah 2026 untuk memperkuat tata kelola penanggulangan bencana.
BPBD Palangka Raya mengingatkan potensi karhutla meningkat seiring prediksi musim kemarau yang lebih panjang, masyarakat diminta waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan saat cuaca panas serta menjaga asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan gangguan kesehatan.
BPBD Kota Palangka Raya mencatat 151 kejadian karhutla sepanjang 2025 dengan total luasan sekitar 47 hektare yang seluruhnya dapat dikendalikan berkat faktor cuaca dan kesiapsiagaan tim di lapangan.
BPBD Kota Palangka Raya meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dengan menyisir dan memangkas pohon-pohon yang dinilai rawan tumbang di berbagai titik.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan April mendatang.
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Melalui tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), BPBD, Dishub, Satpol PP, serta Kecamatan Pahandut. Melaksanakan kegiatan pembersihan saluran drainase di Jalan Seth Adji, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya akan membentuk Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana) di wilayah Kecamatan Rakumpit pada tahun 2024.