Kabut Asap Kian Pekat, Pemko Palangka Raya Pertimbangkan Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin terasa di Kota Palangka Raya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai mengkaji kemungkinan peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat seiring meningkatnya dampak kabut asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan, hingga kini status penanganan karhutla di Kota Palangka Raya masih berada pada level siaga darurat.

Pemerintah akan mengkaji berbagai indikator sebelum memutuskan peningkatan status, mulai dari dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, kondisi perekonomian, hingga operasional penerbangan.

“Apabila status dinaikkan menjadi tanggap darurat, tentu seluruh kekuatan penanganan akan diperkuat. Personel akan ditambah, peralatan dilengkapi, posko diperbanyak, dan kemampuan di lapangan juga akan ditingkatkan,” tegas Fairid Naparin, Selasa (28/7).

Baca Juga :  Heriyus: Pengendalian Karhutla Tanggup Jawab Semua Pihak

Fairid Naparin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melakukan pemantauan dari udara. Pemantauan tersebut dilakukan setelah kabut asap semakin terasa di wilayah perkotaan sejak Senin (27/7).

”Saat pagi hari asap masih menyatu, tetapi menjelang siang mulai terlihat terpisah. Menurut saya, kondisi itu menunjukkan operasi water bombing cukup memberikan dampak sehingga kabut asap yang masuk ke Kota Palangka Raya dapat berkurang,” terangnya.

Electronic money exchangers listing

Pemko Palangka Raya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus mengoordinasikan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, sembari menyiagakan personel di sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

“Kami akan melakukan evaluasi siang ini. Terkait penggunaan masker, Kepala Dinas Pendidikan sudah menerbitkan surat edaran. Selanjutnya akan diputuskan secara menyeluruh apakah kondisi ini sudah memerlukan peningkatan status menjadi tanggap darurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Cari Sekda Visioner, Enam Kandidat Masuk Ruang Uji Terakhir

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai upaya pencegahan yang telah dibangun sebelumnya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin terasa di Kota Palangka Raya.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai mengkaji kemungkinan peningkatan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat seiring meningkatnya dampak kabut asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menjelaskan, hingga kini status penanganan karhutla di Kota Palangka Raya masih berada pada level siaga darurat.

Electronic money exchangers listing

Pemerintah akan mengkaji berbagai indikator sebelum memutuskan peningkatan status, mulai dari dampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, kondisi perekonomian, hingga operasional penerbangan.

“Apabila status dinaikkan menjadi tanggap darurat, tentu seluruh kekuatan penanganan akan diperkuat. Personel akan ditambah, peralatan dilengkapi, posko diperbanyak, dan kemampuan di lapangan juga akan ditingkatkan,” tegas Fairid Naparin, Selasa (28/7).

Baca Juga :  Heriyus: Pengendalian Karhutla Tanggup Jawab Semua Pihak

Fairid Naparin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melakukan pemantauan dari udara. Pemantauan tersebut dilakukan setelah kabut asap semakin terasa di wilayah perkotaan sejak Senin (27/7).

”Saat pagi hari asap masih menyatu, tetapi menjelang siang mulai terlihat terpisah. Menurut saya, kondisi itu menunjukkan operasi water bombing cukup memberikan dampak sehingga kabut asap yang masuk ke Kota Palangka Raya dapat berkurang,” terangnya.

Pemko Palangka Raya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga terus mengoordinasikan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla, sembari menyiagakan personel di sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

“Kami akan melakukan evaluasi siang ini. Terkait penggunaan masker, Kepala Dinas Pendidikan sudah menerbitkan surat edaran. Selanjutnya akan diputuskan secara menyeluruh apakah kondisi ini sudah memerlukan peningkatan status menjadi tanggap darurat,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Cari Sekda Visioner, Enam Kandidat Masuk Ruang Uji Terakhir

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai upaya pencegahan yang telah dibangun sebelumnya.

Terpopuler

Artikel Terbaru