PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya belum berakhir.
Hingga 30 Agustus 2026, sebanyak 399 kejadian karhutla tercatat dengan total luas lahan terbakar mencapai 481,04 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan ratusan kejadian tersebut tersebar di sejumlah kecamatan sejak penetapan Status Siaga Darurat Karhutla pada 1 Juni 2026.
“Dari 1 Juni sampai 30 Agustus 2026, tercatat 399 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan dengan total luasan mencapai 481,04 hektare,” ujar Heri pada Senin (31/8/2026).
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla paling banyak, yakni mencapai 276 kejadian.
Kemudian Kecamatan Sebangau sebanyak 78 kejadian, Pahandut 32 kejadian, Bukit Batu 12 kejadian, serta Rakumpit sebanyak satu kejadian.
Heri mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang cenderung kering dan hujan yang masih minim dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
“Dengan kondisi cuaca seperti sekarang, masyarakat harus lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” pesannya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran lahan.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 112 agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.


