Meski Diguyur Hujan, Titik Api Karhutla Masih Muncul di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan yang sempat mengguyur Kota Palangka Raya belum mampu menghentikan munculnya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, pada Kamis (30/7/2026) masih ditemukan lebih dari dua titik api yang tersebar di dua kelurahan, yakni Bukit Tunggal dan Kameloh Baru.

Petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan gambut yang mudah kembali terbakar saat cuaca panas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan hujan yang turun memang membantu proses penanganan di lapangan karena membuat kondisi lahan lebih lembap.

Baca Juga :  Dari “Terserah” Jadi Kafe Hits, Ini Daya Tarik Terserah.id Palangka Raya

Namun, hujan tersebut belum mampu menghilangkan potensi munculnya titik api.

“Setiap hari tetap ada lebih dari dua titik api, baik saat ada hujan maupun tidak ada hujan. Hujan memang membantu proses pemadaman dan membuat lahan lebih lembap, tetapi potensi karhutla masih tetap ada karena musim kemarau masih berlangsung,” ujarnya pada Jumat (31/7).

Ia menjelaskan, personel BPBD bersama tim gabungan terus melakukan patroli di wilayah rawan karhutla, pemadaman, pembasahan lahan, serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Electronic money exchangers listing

Heri mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski hujan mulai turun dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Oktober 2026.

Baca Juga :  Parkir TPU Km 12 Palangka Raya Sumbang Rp30 Juta Saat Malam Paskah

“Hujan yang terjadi saat ini masih bersifat lokal dan belum merata. Lahan gambut dapat kembali mengering ketika cuaca panas, sehingga potensi kebakaran masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.

BPBD Kota Palangka Raya memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian karhutla. Penanganan di lapangan terus dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait guna meminimalkan dampak kebakaran selama musim kemarau. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hujan yang sempat mengguyur Kota Palangka Raya belum mampu menghentikan munculnya titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat, pada Kamis (30/7/2026) masih ditemukan lebih dari dua titik api yang tersebar di dua kelurahan, yakni Bukit Tunggal dan Kameloh Baru.

Petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pembasahan lahan untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan gambut yang mudah kembali terbakar saat cuaca panas.

Electronic money exchangers listing

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan hujan yang turun memang membantu proses penanganan di lapangan karena membuat kondisi lahan lebih lembap.

Baca Juga :  Dari “Terserah” Jadi Kafe Hits, Ini Daya Tarik Terserah.id Palangka Raya

Namun, hujan tersebut belum mampu menghilangkan potensi munculnya titik api.

“Setiap hari tetap ada lebih dari dua titik api, baik saat ada hujan maupun tidak ada hujan. Hujan memang membantu proses pemadaman dan membuat lahan lebih lembap, tetapi potensi karhutla masih tetap ada karena musim kemarau masih berlangsung,” ujarnya pada Jumat (31/7).

Ia menjelaskan, personel BPBD bersama tim gabungan terus melakukan patroli di wilayah rawan karhutla, pemadaman, pembasahan lahan, serta berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Heri mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski hujan mulai turun dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya, berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau di Kalimantan Tengah diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar Oktober 2026.

Baca Juga :  Parkir TPU Km 12 Palangka Raya Sumbang Rp30 Juta Saat Malam Paskah

“Hujan yang terjadi saat ini masih bersifat lokal dan belum merata. Lahan gambut dapat kembali mengering ketika cuaca panas, sehingga potensi kebakaran masih tinggi. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tegasnya.

BPBD Kota Palangka Raya memastikan hingga saat ini tidak ada korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian karhutla. Penanganan di lapangan terus dilakukan secara terpadu bersama instansi terkait guna meminimalkan dampak kebakaran selama musim kemarau. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru