PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menambah armada helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, penambahan armada tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam Rapat Koordinasi BNPB bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (30/7/2026).
“Tadi Pak Gubernur meminta dan saya menyanggupi. Secara bertahap permintaan beliau ada tujuh, mungkin dalam waktu minggu ini ada satu lagi tambahan water bombing. Nanti secara terus akan ditambah,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, BNPB telah mengoperasikan tiga helikopter water bombing di Kalimantan Tengah. Selain itu juga tersedia dua helikopter patroli serta pesawat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Menurut Suharyanto, OMC menjadi salah satu strategi penting karena kondisi atmosfer Kalimantan Tengah masih memungkinkan terbentuknya awan hujan.
“OMC ini yang perlu ditambah karena sekarang di Kalimantan Tengah masih ada pertumbuhan awan hujan dan ini kita sepakat nanti untuk dimaksimalkan,” katanya.
Dia mengakui pelaksanaan OMC sebelumnya sempat belum optimal karena pesawat yang digunakan sedang menjalani perawatan. Namun kini seluruh armada telah kembali beroperasi normal.
Suharyanto berharap kombinasi OMC dan water bombing mampu mengendalikan kebakaran sehingga kualitas udara di Kalimantan Tengah tetap berada pada kondisi yang aman bagi masyarakat.
“Targetnya kualitas udara di seluruh Kalimantan Tengah diupayakan jangan sampai mengganggu kesehatan,” ucapnya.
Dia menambahkan, penggunaan masker oleh masyarakat saat ini belum diwajibkan. Meski demikian, masyarakat dipersilakan menggunakan masker sebagai langkah pencegahan apabila merasa diperlukan. (adr)


