34 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Debit Air Naik , 9 Kelurahan di Palangka Raya Terdampak

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Sepekan terakhir, Kota Palangka Raya kembali diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Hampir setiap harinya, hujan turun dan sejumlah pihak khawatir akan kembali naiknya debit air, khususnya pada kawasan rawan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani  menyebutkan sebanyak 9 kelurahan yang terdampak akibat kenaikan debit air.

Kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Palangka, Tumbang Tahai, Marang, Petuk Katimpun, Tanjung Pinang, Kameloh Baru, Bereng Bengkel dan Kelurahan Kalampangan.

“Kawasan tersebut menjadi langganan banjir karena memang berada pada daerah aliran sungai (DAS), sehingga cukup cepat tergenang apabila debit air sungai naik. Ketinggian air yang naik ke permukaan jalan pemukiman sekitar 10 sampai 30 cm. Belum ada yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan di Kelurahan Tumbang Tahai, setidaknya sudah 5 hektare lahan pertanian yang tergenang,” kata Emi, Selasa (18/10).

Baca Juga :  Giofani Siap Balas Kekalahan Kalteng Putra di Putaran Pertama

Meskipun saat ini Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng)  telah menetapkan status tanggap darurat banjir di seluruh wilayah provinsi setempat, namun Kota Palangka Raya diakuinya masih menerapkan status siaga banjir.  Akan tetapi berdasarkan hasil rapat koordinasi kebencanaan bersama Pemprov, Kota Palangka Raya disebutkannya sudah diarahkan untuk melakukan persiapan sedini mungkin.

“Setiap hari tim reaksi cepat (TRC) BPBD selalu memantau ketinggian debit air di kawasan yang rawan terendam banjir. Untuk sarana dan prasarana serta teknis penanganan maupun penanggulangan banjir, sudah kami siapkan sejak beberapa bulan lalu. Memang puncak curah hujan telah diprediksi akan terjadi di akhir tahun ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Emi meminta kepada masyarakat yang bermukim di kawasan tepi aliran sungai untuk biasa bersiap dan waspada menanti kemungkinan terburuk yakni adanya bencana banjir. Ia berharap agar masyarakat untuk bisa mengamankan barang-barang berharga dan berbahaya, serta memperhatikan aktivitas keluarga satu sama lain guna menghindari hal yang tak diinginkan.

Baca Juga :  Ini Kata Wagub Kotim saat Meninjau Kinerja Petugas RS Murjani

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Sepekan terakhir, Kota Palangka Raya kembali diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Hampir setiap harinya, hujan turun dan sejumlah pihak khawatir akan kembali naiknya debit air, khususnya pada kawasan rawan banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani  menyebutkan sebanyak 9 kelurahan yang terdampak akibat kenaikan debit air.

Kelurahan tersebut antara lain Kelurahan Palangka, Tumbang Tahai, Marang, Petuk Katimpun, Tanjung Pinang, Kameloh Baru, Bereng Bengkel dan Kelurahan Kalampangan.

“Kawasan tersebut menjadi langganan banjir karena memang berada pada daerah aliran sungai (DAS), sehingga cukup cepat tergenang apabila debit air sungai naik. Ketinggian air yang naik ke permukaan jalan pemukiman sekitar 10 sampai 30 cm. Belum ada yang masuk ke dalam rumah. Sedangkan di Kelurahan Tumbang Tahai, setidaknya sudah 5 hektare lahan pertanian yang tergenang,” kata Emi, Selasa (18/10).

Baca Juga :  Giofani Siap Balas Kekalahan Kalteng Putra di Putaran Pertama

Meskipun saat ini Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng)  telah menetapkan status tanggap darurat banjir di seluruh wilayah provinsi setempat, namun Kota Palangka Raya diakuinya masih menerapkan status siaga banjir.  Akan tetapi berdasarkan hasil rapat koordinasi kebencanaan bersama Pemprov, Kota Palangka Raya disebutkannya sudah diarahkan untuk melakukan persiapan sedini mungkin.

“Setiap hari tim reaksi cepat (TRC) BPBD selalu memantau ketinggian debit air di kawasan yang rawan terendam banjir. Untuk sarana dan prasarana serta teknis penanganan maupun penanggulangan banjir, sudah kami siapkan sejak beberapa bulan lalu. Memang puncak curah hujan telah diprediksi akan terjadi di akhir tahun ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Emi meminta kepada masyarakat yang bermukim di kawasan tepi aliran sungai untuk biasa bersiap dan waspada menanti kemungkinan terburuk yakni adanya bencana banjir. Ia berharap agar masyarakat untuk bisa mengamankan barang-barang berharga dan berbahaya, serta memperhatikan aktivitas keluarga satu sama lain guna menghindari hal yang tak diinginkan.

Baca Juga :  Ini Kata Wagub Kotim saat Meninjau Kinerja Petugas RS Murjani
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru