Nur Ghina Soroti Karhutla: Jangan Bangun Indonesia Emas di Atas Udara Tak Sehat

PROKALTENG.CO — Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan menjadi salah satu isu penting yang disampaikan Nur Ghina Muslimah, SE., M.Ak. saat menjadi Penanggap dalam Diskusi Kebangsaan Nasional bertema “Persatuan Indonesia: Memperkuat Dialog Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan di Nordu Cafe, Jakarta Timur, Minggu (23/8).

Forum tersebut menghadirkan Yosef Sumpurna Ngarang, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM sebagai narasumber; Wayan Ardi Adnyana, Ketua Umum PP KMHDI*, sebagai keynote speaker; serta sejumlah penanggap dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan elemen masyarakat.

Nur Ghina Muslimah menjadi salah satu penanggap yang secara khusus membawa isu  lingkungan dan karhutla di Pulau Kalimantan ke dalam perspektif kebangsaan.

Baca Juga :  Teras Narang Tekankan Pemuda Punya Peran Besar Membentuk Sejarah

Menurut Nur Ghina, persoalan lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Semangat menuju

Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, teknologi, dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengenai kemampuan negara menjamin lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang.

“Persatuan Indonesia harus hadir dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Ketika hutan terbakar, udara tercemar, anak-anak tidak dapat belajar di sekolah, dan masyarakat kehilangan jarak pandang karena asap, maka persoalan itu sudah menjadi persoalan kebangsaan,” demikian pokok penyampaian Nur Ghina dalam forum tersebut.

Karhutla Kalimantan Menjadi Persoalan Kebangsaan

Electronic money exchangers listing

Nur Ghina yang juga calon Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Islam Indonesia (HMI) menyoroti bahwa kondisi karhutla di Kalimantan pada Agustus 2026 menunjukkan ancaman yang masih dinamis.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Dorong Koperasi Berbasis Sawit dan Pertanian Desa

Berdasarkan data BNPB berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga 20 Agustus 2026 terdapat 1.487 hotspot di wilayah Kalimantan.

Rinciannya adalah:

Kalimantan Tengah: 767 hotspot

Kalimantan Barat: 560 hotspot

Kalimantan Selatan: 74 hotspot

Kalimantan Timur: 74 hotspot

Kalimantan Utara: 3 hotspot

PROKALTENG.CO — Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan menjadi salah satu isu penting yang disampaikan Nur Ghina Muslimah, SE., M.Ak. saat menjadi Penanggap dalam Diskusi Kebangsaan Nasional bertema “Persatuan Indonesia: Memperkuat Dialog Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045”, yang diselenggarakan di Nordu Cafe, Jakarta Timur, Minggu (23/8).

Forum tersebut menghadirkan Yosef Sumpurna Ngarang, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Pemenuhan HAM sebagai narasumber; Wayan Ardi Adnyana, Ketua Umum PP KMHDI*, sebagai keynote speaker; serta sejumlah penanggap dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan elemen masyarakat.

Nur Ghina Muslimah menjadi salah satu penanggap yang secara khusus membawa isu  lingkungan dan karhutla di Pulau Kalimantan ke dalam perspektif kebangsaan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Teras Narang Tekankan Pemuda Punya Peran Besar Membentuk Sejarah

Menurut Nur Ghina, persoalan lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional. Semangat menuju

Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, teknologi, dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengenai kemampuan negara menjamin lingkungan yang sehat dan aman bagi generasi mendatang.

“Persatuan Indonesia harus hadir dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Ketika hutan terbakar, udara tercemar, anak-anak tidak dapat belajar di sekolah, dan masyarakat kehilangan jarak pandang karena asap, maka persoalan itu sudah menjadi persoalan kebangsaan,” demikian pokok penyampaian Nur Ghina dalam forum tersebut.

Karhutla Kalimantan Menjadi Persoalan Kebangsaan

Nur Ghina yang juga calon Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Islam Indonesia (HMI) menyoroti bahwa kondisi karhutla di Kalimantan pada Agustus 2026 menunjukkan ancaman yang masih dinamis.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Dorong Koperasi Berbasis Sawit dan Pertanian Desa

Berdasarkan data BNPB berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga 20 Agustus 2026 terdapat 1.487 hotspot di wilayah Kalimantan.

Rinciannya adalah:

Kalimantan Tengah: 767 hotspot

Kalimantan Barat: 560 hotspot

Kalimantan Selatan: 74 hotspot

Kalimantan Timur: 74 hotspot

Kalimantan Utara: 3 hotspot

Terpopuler

Artikel Terbaru