Jangan Sampai Indonesia Emas 2045 Dibangun di Atas Udara yang Tidak Sehat
Nur Ghina menegaskan bahwa isu lingkungan harus masuk dalam pembicaraan besar mengenai Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Indonesia tidak dapat disebut maju apabila pertumbuhan ekonomi tidak diikuti dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang baik.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi kita. Indonesia Emas juga tentang apakah anak-anak kita dapat tumbuh dengan udara yang bersih, apakah masyarakat dapat hidup sehat, apakah sekolah dapat berjalan normal, dan apakah hutan kita masih mampu menopang kehidupan generasi berikutnya,”tegasnya.
Ia juga menilai bahwa kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi nasional.
Kehadiran pemerintah pusat di lapangan, menurut Nur Ghina, harus diikuti dengan penguatan kebijakan jangka panjang, bukan hanya pemadaman ketika api telah membesar.
Menjaga Kalimantan adalah Menjaga Masa Depan Indonesia
Diskusi Kebangsaan Nasional tersebut akhirnya menjadi ruang untuk menghubungkan persoalan kebangsaan dengan persoalan lingkungan yang sedang dirasakan masyarakat.
Bagi Nur Ghina, karhutla Kalimantan merupakan ujian nyata terhadap semangat Persatuan Indonesia.
Ketika satu wilayah menghadapi asap, masyarakat di wilayah lain tidak boleh bersikap seolah persoalan tersebut bukan bagian dari masalah nasional.
Jangan Sampai Indonesia Emas 2045 Dibangun di Atas Udara yang Tidak Sehat
Nur Ghina menegaskan bahwa isu lingkungan harus masuk dalam pembicaraan besar mengenai Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Indonesia tidak dapat disebut maju apabila pertumbuhan ekonomi tidak diikuti dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat yang baik.
“Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi kita. Indonesia Emas juga tentang apakah anak-anak kita dapat tumbuh dengan udara yang bersih, apakah masyarakat dapat hidup sehat, apakah sekolah dapat berjalan normal, dan apakah hutan kita masih mampu menopang kehidupan generasi berikutnya,”tegasnya.
Ia juga menilai bahwa kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah serta kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi nasional.
Kehadiran pemerintah pusat di lapangan, menurut Nur Ghina, harus diikuti dengan penguatan kebijakan jangka panjang, bukan hanya pemadaman ketika api telah membesar.
Menjaga Kalimantan adalah Menjaga Masa Depan Indonesia
Diskusi Kebangsaan Nasional tersebut akhirnya menjadi ruang untuk menghubungkan persoalan kebangsaan dengan persoalan lingkungan yang sedang dirasakan masyarakat.
Bagi Nur Ghina, karhutla Kalimantan merupakan ujian nyata terhadap semangat Persatuan Indonesia.
Ketika satu wilayah menghadapi asap, masyarakat di wilayah lain tidak boleh bersikap seolah persoalan tersebut bukan bagian dari masalah nasional.