Ia mendorong lima agenda penguatan penanganan karhutla di Kalimantan:
Pertama, memperkuat deteksi dini dan ground check.
Setiap hotspot harus segera diverifikasi agar respons dapat dilakukan secepat mungkin.
Kedua, memperkuat perlindungan ekosistem gambut.
Kawasan gambut harus mendapat perhatian khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul setelah kebakaran permukaan terlihat padam.
Ketiga, memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas provinsi.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, akademisi, pemuda, dan masyarakat harus memiliki koordinasi yang efektif.
Keempat, memperkuat penegakan hukum.
Setiap tindakan pembakaran yang melanggar hukum harus ditindak secara tegas dan transparan.
Kelima, memperkuat masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan dan lahan harus diberikan edukasi, sarana, dan kapasitas untuk mencegah serta menangani kebakaran sejak dini.
Ia mendorong lima agenda penguatan penanganan karhutla di Kalimantan:
Pertama, memperkuat deteksi dini dan ground check.
Setiap hotspot harus segera diverifikasi agar respons dapat dilakukan secepat mungkin.
Kedua, memperkuat perlindungan ekosistem gambut.
Kawasan gambut harus mendapat perhatian khusus karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul setelah kebakaran permukaan terlihat padam.
Ketiga, memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas provinsi.
Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, akademisi, pemuda, dan masyarakat harus memiliki koordinasi yang efektif.
Keempat, memperkuat penegakan hukum.
Setiap tindakan pembakaran yang melanggar hukum harus ditindak secara tegas dan transparan.
Kelima, memperkuat masyarakat sebagai garda terdepan pencegahan.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan dan lahan harus diberikan edukasi, sarana, dan kapasitas untuk mencegah serta menangani kebakaran sejak dini.