Data tersebut memperlihatkan bahwa seluruh wilayah administratif Kalimantan tetap membutuhkan kewaspadaan, meskipun tingkat konsentrasinya berbeda-beda.
Namun, Nur Ghina mengingatkan bahwa angka hotspot tidak boleh secara langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas wilayah yang terbakar.
Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot dan setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan lokasi, penyebab, kondisi, serta luas area yang terbakar.
“Data satelit penting untuk deteksi dini, tetapi data tersebut harus bertemu dengan data lapangan. Karena itu, ground check, laporan masyarakat, pemantauan kualitas udara, dan respons petugas menjadi sangat penting,”kata Nur Ghina.
Kalimantan Tengah: 19.992 Hotspot dan 1.639 Kejadian Karhutla
Perhatian khusus diberikan kepada Kalimantan Tengah.
Dalam rapat penanganan karhutla yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya pada 22 Agustus 2026, Kepala BPBPK Kalimantan Tengah (Kalteng) melaporkan bahwa sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 hotspot di Kalteng.
Pada periode yang sama tercatat 1.639 kejadian karhutla, dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota di Kalteng.
Sementara berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalteng tercatat 7.634,46 hektare.
Sebanyak 13 kabupaten/kota di provinsi tersebut telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.
Penanganan di Kalimantan Tengah juga melibatkan sekitar 10.700 personel, yang terdiri dari BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta berbagai unsur masyarakat.
Bagi Nur Ghina, data tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla tidak dapat hanya dilihat dari jumlah titik panas, tetapi harus dilihat dari jumlah kejadian, luas wilayah terdampak, kondisi masyarakat, kualitas udara, dan kemampuan pemerintah melakukan pemadaman serta pencegahan.
Kalimantan Barat: Wilayah dengan Luas Karhutla Signifikan
Kalimantan Barat juga menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian besar pemerintah.
Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla di Kalimantan Barat pada periode Januari–Juni 2026 mencapai 28.680,47 hektare, menjadikannya salah satu provinsi dengan luas karhutla terbesar di Indonesia pada periode tersebut.


