PALANGKA RAYA, PROKALENG.CO – Sektor perkebunan dan pertanian menjadi tulang punggung pengembangan Koperasi Merah Putih di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Potensi besar dari komoditas seperti kelapa sawit serta hasil pertanian dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi koperasi di tingkat desa.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng Rahmawati menyampaikan, sebagian besar koperasi yang telah terbentuk memanfaatkan potensi lokal yang didominasi sektor perkebunan dan pertanian.
Menurutnya, komoditas sawit masih menjadi unggulan di sejumlah wilayah, sementara sektor pertanian seperti padi dan hortikultura juga mulai dikembangkan sebagai basis usaha koperasi.
“Potensi kita memang ada di perkebunan dan pertanian. Ini yang kita dorong menjadi kekuatan utama koperasi di daerah,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pengembangan koperasi tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga diarahkan pada penguatan rantai distribusi hingga pemasaran hasil.
Sejumlah koperasi bahkan telah mulai menjalankan usaha secara nyata, seperti produksi beras serta distribusi hasil kebun masyarakat.
Hal ini menunjukkan bahwa koperasi memiliki peluang untuk berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal. Selain itu, peluang kemitraan dengan perusahaan juga terbuka lebar, khususnya di sektor perkebunan.
Kerja sama ini diharapkan dapat membantu koperasi dalam hal permodalan, pendampingan, hingga akses pasar.
“Kalau bisa terhubung dengan perusahaan, tentu akan lebih kuat. Baik dari sisi pembinaan maupun pemasaran hasil,” tambahnya.
Pemerintah daerah pun mendorong agar koperasi dapat mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan potensi ekonomi desa, termasuk memperkuat posisi tawar petani dan pekebun.
Dengan dukungan yang tepat, koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalteng. (*rif/ans/kpg)


