PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sungai-sungai yang membelah rimba, hutan tropis yang masih perawan, hingga air terjun tersembunyi di pedalaman menjadi kekuatan utama pariwisata Kalimantan Tengah (Kalteng).
Memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, dr Seniriaty, mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai potensi wisata daerah. Ajakan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan ekonomi lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap Bumi Tambun Bungai.
Menurut Seniriaty, pariwisata tidak hanya berbicara tentang jumlah kunjungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian alam.
Tahun 2026 disebut sebagai momentum untuk memperkuat promosi destinasi unggulan Kalteng agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Wisata lokal adalah kekuatan kita. Dengan berwisata di daerah sendiri, masyarakat ikut menggerakkan ekonomi pelaku UMKM, pemandu wisata, pengelola transportasi sungai, hingga penginapan. Ini langkah sederhana, tetapi dampaknya besar,” ujarnya, Senin (13/4).
Sejumlah destinasi unggulan kembali didorong menjadi magnet kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah Taman Nasional Tanjung Puting, kawasan konservasi yang telah lama menjadi ikon pariwisata Kalteng. Taman nasional ini merupakan salah satu pusat konservasi orangutan terbesar di dunia, khususnya subspesies Pongo pygmaeus wurmbii.
Keberadaan orangutan Kalimantan tersebut telah mengangkat nama Tanjung Puting ke panggung internasional. Berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan sebagian Kabupaten Seruyan. Kawasan ini menawarkan pengalaman susur sungai menggunakan kelotok, kunjungan ke pusat rehabilitasi orangutan, serta keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah. Destinasi ini menjadi contoh integrasi antara konservasi dan pariwisata berbasis ekowisata.
Selain itu, potensi wisata alam pedalaman juga menjadi perhatian, seperti Air Terjun Mantubuh di Desa Pendasiron, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Air terjun ini dikenal sebagai destinasi tersembunyi dengan panorama hutan yang masih asri dan aliran air yang jernih. Suasana tenang dan alami menjadikannya alternatif wisata bagi pencinta petualangan dan ketenangan.
Di wilayah ibu kota provinsi, Taman Nasional Sebangau turut menjadi andalan. Kawasan ini memiliki ekosistem hutan rawa gambut dengan sungai berair hitam yang khas. Wisatawan dapat menikmati susur Sungai Koran menggunakan kelotok dari Dermaga Kereng Bangkirai, trekking hutan, hingga mengamati satwa endemik seperti orangutan liar, owa, dan berbagai jenis burung.
Bagi pencinta pendakian, Gunung Bukit Raya menjadi kebanggaan tersendiri. Gunung dengan ketinggian 2.278 meter di atas permukaan laut ini merupakan puncak tertinggi di Kalimantan dan termasuk dalam daftar Seven Summits Indonesia. Terletak di kawasan Taman Nasional Bukit Baka–Bukit Raya, gunung ini menawarkan jalur pendakian yang menantang dengan lanskap hutan hujan tropis dan vegetasi lumut khas pegunungan.
“Kita ingin pariwisata Kalteng tumbuh dengan karakter. Alam tetap terjaga, budaya tetap hidup, dan masyarakat menjadi pelaku utama,” tegasnya. (ovi/ans/kpg)


