NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Suasana di Alun-alun Kabupaten Lamandau tampak begitu semarak pada Senin malam (3/8/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk menyaksikan secara langsung Pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau.
Usai salat Magrib Antusiasme warga sudah terlihat memadati area alun-alun. Berbagai macam pertunjukan dan hiburan yang disajikan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang haus akan hiburan rakyat.
Namun, kemeriahan malam puncak pembukaan tersebut tercederai oleh maraknya aksi keributan. Hanya dalam kurun waktu satu malam, jajaran Polres Lamandau terpaksa harus turun tangan dan mengamankan setidaknya 6 kali perkelahian yang pecah di sekitar area acara.
Maraknya insiden ini sangat disayangkan, padahal Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam berbagai kesempatan terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas, ketertiban, dan keamanan bersama demi kesuksesan perayaan hari jadi kabupaten tersebut.
Banyak warga yang menyayangkan kurangnya kedewasaan sebagian pengunjung dalam menjaga ketertiban umum. Salah satu pengunjung, Rita, mengungkapkan rasa kecewanya atas ulah oknum-oknum yang merusak suasana pesta rakyat tersebut.
“Sangat disayangkan ya, padahal acaranya sudah bagus dan ramai sekali untuk hiburan warga. Tapi karena ada yang berkelahi, suasana jadi mencekam dan bikin waswas, apalagi buat kami yang membawa anak-anak,” ujar Rita dengan nada kecewa.
Guna mencegah kejadian serupa terulang pada malam-malam berikutnya, pihak aparat kepolisian dari Polres Lamandau dikabarkan akan memperketat pengamanan dan memperbanyak personel di titik-titik rawan di sekitar lokasi Alun-alun Lamandau. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO — Suasana di Alun-alun Kabupaten Lamandau tampak begitu semarak pada Senin malam (3/8/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk menyaksikan secara langsung Pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-24 Kabupaten Lamandau.
Usai salat Magrib Antusiasme warga sudah terlihat memadati area alun-alun. Berbagai macam pertunjukan dan hiburan yang disajikan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat yang haus akan hiburan rakyat.
Namun, kemeriahan malam puncak pembukaan tersebut tercederai oleh maraknya aksi keributan. Hanya dalam kurun waktu satu malam, jajaran Polres Lamandau terpaksa harus turun tangan dan mengamankan setidaknya 6 kali perkelahian yang pecah di sekitar area acara.
Maraknya insiden ini sangat disayangkan, padahal Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, dalam berbagai kesempatan terus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusifitas, ketertiban, dan keamanan bersama demi kesuksesan perayaan hari jadi kabupaten tersebut.
Banyak warga yang menyayangkan kurangnya kedewasaan sebagian pengunjung dalam menjaga ketertiban umum. Salah satu pengunjung, Rita, mengungkapkan rasa kecewanya atas ulah oknum-oknum yang merusak suasana pesta rakyat tersebut.
“Sangat disayangkan ya, padahal acaranya sudah bagus dan ramai sekali untuk hiburan warga. Tapi karena ada yang berkelahi, suasana jadi mencekam dan bikin waswas, apalagi buat kami yang membawa anak-anak,” ujar Rita dengan nada kecewa.
Guna mencegah kejadian serupa terulang pada malam-malam berikutnya, pihak aparat kepolisian dari Polres Lamandau dikabarkan akan memperketat pengamanan dan memperbanyak personel di titik-titik rawan di sekitar lokasi Alun-alun Lamandau. (bib)