Dua bakal calon Rektor UPR memaparkan gagasan berbeda. Prof. Bhayu menyoroti afirmasi mahasiswa Kalteng, sedangkan Prof. Liswara memprioritaskan penguatan riset dan perbaikan sarana kampus.
Rektor UPR memastikan proses perpanjangan akreditasi berjalan sesuai prosedur dan menegaskan mahasiswa tidak perlu khawatir karena wisuda serta keabsahan ijazah tetap aman.
Mantan Presiden BEM UPR periode 2021–2022, Beni Parulian Siregar, menyoroti berbagai persoalan yang membelit Universitas Palangka Raya, mulai dari kasus hukum, transisi BLU, hingga Pilrek.
Perdagangan karbon membuka peluang baru bagi Kalimantan Tengah untuk mengubah kekayaan hutan dan lahan gambut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Periode 2026–2030, Prof Bhayu Rhama, menegaskan komitmennya menjadikan pembenahan infrastruktur kampus sebagai prioritas utama.
Verifikasi calon Rektor UPR kini menjadi kewenangan Senat Universitas. Empat dari delapan bakal calon dipastikan lolos administrasi dan hasil resmi akan diumumkan pada 17 Juni 2026.
Proses verifikasi administrasi pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030 telah rampung. Empat bakal calon dinyatakan lolos dan melaju ke tahap berikutnya.