Pilrek UPR 2026 Memanas, Dekan FK Resmi Mendaftarkan Diri

PALANGKA RAYA. PROKALTENG.CO – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Palangka Raya (UPR), Natalia Sri Martani, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor UPR periode 2026-2030.

Penyerahan berkas pendaftaran tersebut dilakukan langsung kepada pihak panitia pemilihan pada pukul 09.00 WIB, digedung  Rektorat UPR, Selasa (26/5/2026) pagi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Fakultas Kedokteran untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kontestasi kepemimpinan tersebut.

“Motivasi utama saya maju dalam bursa Pilrek ini adalah untuk memberikan dedikasi terbaik bagi institusi,” ungkapnya saat wawancara awak media usai menyerahan berkas pendaftaran.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga alasan utama di balik keputusannya untuk ikut bertarung.

Pertama, pencalonan ini merupakan bentuk penghormatan dan upaya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Rektor UPR saat ini, Prof. Salampak, yang dinilainya telah memberikan dampak sangat positif, khususnya bagi Fakultas Kedokteran.

Baca Juga :  Dedi Tenggara Jadi Pendaftar Pertama Pilrek UPR 2026

“Prof. Salampak di mata kami adalah rektor yang nyaris sempurna. Kepemimpinan beliau sangat memberikan dampak bagi kita. Namun, karena terbentur aturan, beliau tidak bisa mengikuti hingga dua periode,” tambahnya

Electronic money exchangers listing

Alasan kedua, Natalia menyoroti pentingnya representasi fakultas dalam pemilihan rektor.

Berdasarkan pantauannya, hampir seluruh fakultas di lingkungan UPR, mulai dari Fakultas Pertanian, Teknik, FKIP, Hukum, MIPA, hingga FISIP, telah memiliki perwakilan yang mendaftar.

“Apa kabar Kedokteran? Intinya kami mengharapkan bahwa Fakultas Kedokteran itu tidak hanya berposisi sebagai peserta atau pencoblos saja, tetapi juga ikut berkontestasi. Urusan menang atau kalah itu hal biasa, yang terpenting kami ikut menyukseskan pemilihan rektor ini. Kalau menang itu bonus, meskipun kami sadar calon lain juga hebat-hebat. Namun, kami siap bertarung secara sehat dan kalaupun kalah, kami akan kalah secara kesatria,” paparnya.

Baca Juga :  HUT ke-78 Kemenkumham, Hendra Ekaputra: Pelayanan Harus Lebih Optimal

Adapun alasan ketiga, keputusan ini didasari oleh keinginan untuk menjaga independensi Fakultas Kedokteran.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum panitia pemilihan terbentuk, sudah banyak klaim dan tarikan politik dari berbagai pihak. Hal tersebut justru membulatkan tekadnya untuk maju membawa nama fakultasnya sendiri.

“Dalam kontestasi ini, kami mengusung tiga visi utama yang menjadi cetak biru program kerjanya ke depan, yaitu Keberlanjutan, Bersinergi, dan Berdampak,” tuturnya

Menutup keterangannya, ia menitipkan pesan penting kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030 untuk mengedepankan etika dan integritas.

“Pesan saya, jaga sportivitas. Fokus bertarung saja,” pungkasnya.(her)

PALANGKA RAYA. PROKALTENG.CO – Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Palangka Raya (UPR), Natalia Sri Martani, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Balon) Rektor UPR periode 2026-2030.

Penyerahan berkas pendaftaran tersebut dilakukan langsung kepada pihak panitia pemilihan pada pukul 09.00 WIB, digedung  Rektorat UPR, Selasa (26/5/2026) pagi.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Fakultas Kedokteran untuk tidak hanya menjadi penonton dalam kontestasi kepemimpinan tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Motivasi utama saya maju dalam bursa Pilrek ini adalah untuk memberikan dedikasi terbaik bagi institusi,” ungkapnya saat wawancara awak media usai menyerahan berkas pendaftaran.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga alasan utama di balik keputusannya untuk ikut bertarung.

Pertama, pencalonan ini merupakan bentuk penghormatan dan upaya melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Rektor UPR saat ini, Prof. Salampak, yang dinilainya telah memberikan dampak sangat positif, khususnya bagi Fakultas Kedokteran.

Baca Juga :  Dedi Tenggara Jadi Pendaftar Pertama Pilrek UPR 2026

“Prof. Salampak di mata kami adalah rektor yang nyaris sempurna. Kepemimpinan beliau sangat memberikan dampak bagi kita. Namun, karena terbentur aturan, beliau tidak bisa mengikuti hingga dua periode,” tambahnya

Alasan kedua, Natalia menyoroti pentingnya representasi fakultas dalam pemilihan rektor.

Berdasarkan pantauannya, hampir seluruh fakultas di lingkungan UPR, mulai dari Fakultas Pertanian, Teknik, FKIP, Hukum, MIPA, hingga FISIP, telah memiliki perwakilan yang mendaftar.

“Apa kabar Kedokteran? Intinya kami mengharapkan bahwa Fakultas Kedokteran itu tidak hanya berposisi sebagai peserta atau pencoblos saja, tetapi juga ikut berkontestasi. Urusan menang atau kalah itu hal biasa, yang terpenting kami ikut menyukseskan pemilihan rektor ini. Kalau menang itu bonus, meskipun kami sadar calon lain juga hebat-hebat. Namun, kami siap bertarung secara sehat dan kalaupun kalah, kami akan kalah secara kesatria,” paparnya.

Baca Juga :  HUT ke-78 Kemenkumham, Hendra Ekaputra: Pelayanan Harus Lebih Optimal

Adapun alasan ketiga, keputusan ini didasari oleh keinginan untuk menjaga independensi Fakultas Kedokteran.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum panitia pemilihan terbentuk, sudah banyak klaim dan tarikan politik dari berbagai pihak. Hal tersebut justru membulatkan tekadnya untuk maju membawa nama fakultasnya sendiri.

“Dalam kontestasi ini, kami mengusung tiga visi utama yang menjadi cetak biru program kerjanya ke depan, yaitu Keberlanjutan, Bersinergi, dan Berdampak,” tuturnya

Menutup keterangannya, ia menitipkan pesan penting kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pemilihan Rektor UPR periode 2026-2030 untuk mengedepankan etika dan integritas.

“Pesan saya, jaga sportivitas. Fokus bertarung saja,” pungkasnya.(her)

Terpopuler

Artikel Terbaru