Rektor UPR memastikan proses perpanjangan akreditasi berjalan sesuai prosedur dan menegaskan mahasiswa tidak perlu khawatir karena wisuda serta keabsahan ijazah tetap aman.
Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Periode 2026–2030, Prof Bhayu Rhama, menegaskan komitmennya menjadikan pembenahan infrastruktur kampus sebagai prioritas utama.
Pemilihan Rektor UPR 2026 semakin ramai setelah Dekan Fakultas Kedokteran Natalia Sri Martani resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor periode 2026-2030.
Prof Bhayu Rhama resmi mendaftar sebagai calon Rektor UPR 2026-2030 dengan mengusung visi “Borneo Impact and Global Recognition” untuk membawa UPR berdampak nyata dan diakui internasional.
Putri mantan Rektor UPR, Dr. Thea Farina Embang, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UPR periode 2026-2030 dengan mengusung konsep kampus berdampak dan semangat inklusif.
Sebanyak lima calon telah mendaftar dalam Pilrek UPR 2026-2030, salah satunya Dr. Natalina Asi yang menyoroti pentingnya peningkatan daya saing lulusan dan kolaborasi seluruh elemen kampus.
Kemendiktisaintek memastikan program studi Teknik tetap diakui dan tidak dihapus. Perguruan tinggi juga diberi kebebasan menentukan nomenklatur sesuai kebutuhan akademik masing-masing