Pilrek UPR memasuki tahap penentuan. Nomor urut tiga calon rektor resmi ditetapkan sebelum berlanjut ke wawancara dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pemilihan Tahap I Calon Rektor UPR menetapkan Dr. Thea Farina, Prof. Liswara Neneng, dan Prof. Bhayu Rhama sebagai tiga besar yang akan melanjutkan proses seleksi di Kemendiktisaintek.
Tahap final pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin dekat. Mengawal momen krusial ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR mengambil sika
Mantan Presiden BEM UPR periode 2021–2022, Beni Parulian Siregar, menyoroti berbagai persoalan yang membelit Universitas Palangka Raya, mulai dari kasus hukum, transisi BLU, hingga Pilrek.
Pemilihan Rektor UPR 2026 semakin ramai setelah Dekan Fakultas Kedokteran Natalia Sri Martani resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor periode 2026-2030.
Maju di Pilrek UPR 2026, Prof Uras Tantulo mengusung visi transformasi kampus menuju universitas riset gambut tropis yang unggul, mandiri, dan bereputasi internasional.
Prof Bhayu Rhama resmi mendaftar sebagai calon Rektor UPR 2026-2030 dengan mengusung visi “Borneo Impact and Global Recognition” untuk membawa UPR berdampak nyata dan diakui internasional.
Putri mantan Rektor UPR, Dr. Thea Farina Embang, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UPR periode 2026-2030 dengan mengusung konsep kampus berdampak dan semangat inklusif.
Sebanyak lima calon telah mendaftar dalam Pilrek UPR 2026-2030, salah satunya Dr. Natalina Asi yang menyoroti pentingnya peningkatan daya saing lulusan dan kolaborasi seluruh elemen kampus.
Dr. Ir. Dedi Tenggara dari Fakultas Teknik menjadi kandidat pertama yang resmi mendaftarkan diri dalam proses Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya 2026.
Sejumlah nama kuat mulai mengemuka dalam Pemilihan Rektor UPR 2026, namun hingga menjelang penutupan pendaftaran baru satu kandidat yang resmi menyerahkan berkas ke panitia.