PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Prof Uras Tantulo resmi maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR) 2026 dengan membawa gagasan transformasi besar untuk menjadikan UPR sebagai kampus berkelas dunia.
Saat diwawancara awak media usai penyerahan berkas pendaftaran pada Senin (25/5/2026) pagi. Prof. Uras mengungkapkan, motivasi utamanya maju dalam kontestasi ini didorong oleh keinginan untuk memaksimalkan potensi besar UPR.
“Kita melihat bahwa UPR ini universitas yang berpotensi untuk menjadi besar. Tidak hanya secara nasional dan regional, tapi juga internasional,” ujarnya.
Ia menilai, keunikan sumber daya alam Kalteng, khususnya lahan gambut, merupakan kekuatan utama yang harus dimanfaatkan.
”Kita punya lahan gambut yang merupakan keunikan di Kalteng, dan itu sudah ada di Pola Ilmiah Pokok (PIP) UPR,” tambahnya.
Menurutnya, pengelolaan potensi sumber daya alam yang selaras dengan kemandirian institusi membutuhkan sosok pimpinan yang visioner.
Potensi besar sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki UPR harus segera dikonsolidasikan agar kampus tidak tertinggal.
“Kalau kita begini-begini saja, nanti kita selesai, tenggelam. Padahal potensi SDM kita banyak. Kita bisa bertransformasi dari universitas yang biasa-biasa saja menjadi kelas satu. Kita tidak bisa bergerak perlahan, harus melompat,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Prof. Uras merumuskan visi besar pencalonannya, UPR sebagai universitas riset dan inovasi gambut tropis yang unggul, bereputasi internasional, dan mandiri melalui tata kelola BLU (Badan Layanan Umum) berbasis ekonomi hijau dan kearifan lokal
Pendekatan ekonomi hijau, kata dia, akan digunakan untuk mengangkat UPR secara ekonomi dan finansial menuju kemandirian, dengan tetap berpijak pada kearifan lokal.
Jika ekosistem ini terbentuk, ia meyakini dampaknya akan sangat signifikan terhadap peningkatan publikasi ilmiah dan perluasan kerja sama riset dengan lembaga-lembaga luar negeri bereputasi internasional.
Guna merealisasikan visi tersebut, ia mengusung tagline (bersama), sebuah komitmen untuk merangkul seluruh elemen kampus. Ia menegaskan, gagasan besar ini tidak bisa dicapai jika hanya dikerjakan oleh satu pihak.
“‘Bersama Mentransformasi UPR Menjadi Universitas Unggul, Mandiri, Bereputasi Global, dan Berdampak’. Saya tidak bisa sendiri, tidak akan kuat. Semua pihak dan teman-teman harus didukung,” tambahnya, seraya menekankan bahwa misinya juga selaras dengan visi misi Kemendikbudristek.
Terkait persiapannya menghadapi proses pemilihan, Prof. Uras menyebut persiapan fisik dan penyamaan frekuensi pemikiran sebagai fokus utama saat ini. Ia berharap para pemilih, khususnya di jajaran Senat Universitas, dapat menangkap visi transformasi yang ia tawarkan.
“Persiapan pertama tentu kesehatan. Yang kedua adalah pemikiran dan pemahaman yang ingin saya bagikan kepada pemilih, terutama anggota Senat. Saya harap anggota Senat bisa melihat secara jernih bahwa kita ini harus melompat, dan bersama-sama kita bisa mewujudkannya,” tutupnya. (her)


