Secara kumulatif, Semester I-2026 tumbuh 3,66 persen dibandingkan Semester I-2025. PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mencapai Rp 64,7 triliun.
Angka 3,66 persen tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan ekonomi tetap tumbuh.
Tetapi jika Indonesia ingin mendorong pertumbuhan nasional menuju 6 persen, Kalteng masih memiliki pekerjaan besar untuk mempercepat produktivitas ekonominya.
Tantangan berikutnya terlihat dari struktur ekonomi.
Pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalteng.
Sementara pertambangan dan perkebunan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi daerah.
Struktur seperti ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalteng masih kuat dipengaruhi sektor berbasis sumber daya alam.
Ketergantungan terhadap komoditas bukan sesuatu yang harus ditolak. Kelapa sawit, batu bara, dan komoditas lainnya justru merupakan kekuatan ekonomi Kalteng.
Masalahnya muncul ketika komoditas hanya dijual sebagai bahan mentah dan nilai tambah terbesar justru tercipta di luar daerah.
Karena itu, agenda berikutnya bukan meninggalkan sektor primer, melainkan menaikkan kelasnya melalui hilirisasi.
Secara kumulatif, Semester I-2026 tumbuh 3,66 persen dibandingkan Semester I-2025. PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mencapai Rp 64,7 triliun.
Angka 3,66 persen tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan ekonomi tetap tumbuh.
Tetapi jika Indonesia ingin mendorong pertumbuhan nasional menuju 6 persen, Kalteng masih memiliki pekerjaan besar untuk mempercepat produktivitas ekonominya.
Tantangan berikutnya terlihat dari struktur ekonomi.
Pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalteng.
Sementara pertambangan dan perkebunan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi daerah.
Struktur seperti ini menunjukkan bahwa ekonomi Kalteng masih kuat dipengaruhi sektor berbasis sumber daya alam.
Ketergantungan terhadap komoditas bukan sesuatu yang harus ditolak. Kelapa sawit, batu bara, dan komoditas lainnya justru merupakan kekuatan ekonomi Kalteng.
Masalahnya muncul ketika komoditas hanya dijual sebagai bahan mentah dan nilai tambah terbesar justru tercipta di luar daerah.
Karena itu, agenda berikutnya bukan meninggalkan sektor primer, melainkan menaikkan kelasnya melalui hilirisasi.