PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, terus meluas. Hingga Kamis (9/7/2026), luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 41,5 hektare atau bertambah sekitar 10 hektare dibandingkan laporan sebelumnya. Untuk mempercepat penanganan, dua unit helikopter dikerahkan melakukan water bombing.
Karhutla yang mulai terjadi sejak 2 Juli 2026 itu masih sulit dikendalikan karena membakar lapisan gambut. Bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah membuat kobaran mudah muncul kembali saat suhu udara meningkat dan angin bertiup kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan pada hari keenam kobaran api sempat melemah. Namun memasuki hari ketujuh, api kembali membesar sehingga upaya pemadaman melalui jalur darat dinilai tidak lagi mencukupi.
“Memasuki hari ke-8 kebakaran hutan dan lahan di Desa Tumbang Nusa mendapatkan bantuan dua unit helikopter untuk melakukan water bombing di lokasi kebakaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).
Menurut Herman, bantuan dua unit helikopter tersebut merupakan hasil koordinasi BPBD Kabupaten Pulang Pisau bersama BPBD Kalteng yang mengajukan dukungan penanganan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedua helikopter mulai melakukan penyiraman dari udara sejak Kamis (9/7/2026) untuk menekan penyebaran api.
Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Meski api di permukaan terlihat padam, bara masih tersimpan di bawah tanah sehingga sewaktu-waktu dapat kembali menyala.
Selain itu, minimnya sumber air, medan yang sulit dijangkau, serta vegetasi berupa semak belukar yang mudah terbakar membuat proses penanganan berlangsung cukup berat.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kalteng, BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Dalkarhutla Dinas Kehutanan, Manggala Agni, TNI-Polri, UPT KPHP Kahayan Hilir, KPSHK, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi agar kebakaran tidak terus meluas.
Petugas juga terus memantau perkembangan di lapangan sembari mengoptimalkan pemadaman melalui jalur darat maupun udara untuk mencegah api menjalar ke kawasan yang lebih luas. (jef)


