PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mendeteksi 137 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah pada Jumat (10/7/2026). Data tersebut menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau.
Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat jumlah hotspot terbanyak dengan 33 titik. Selanjutnya Lamandau 23 titik, Pulang Pisau 19 titik, Kapuas 17 titik, dan Sukamara 13 titik.
Sementara itu, Kabupaten Gunung Mas tercatat memiliki 8 titik panas, Kotawaringin Barat 7 titik, Katingan dan Seruyan masing-masing 5 titik, Barito Timur dan Barito Utara masing-masing 2 titik, serta Barito Selatan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya masing-masing 1 titik.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah. Menurutnya, kemunculan hotspot merupakan salah satu indikator yang perlu diwaspadai dalam upaya pencegahan karhutla.
Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat tetap mewaspadai perubahan cuaca. Meski secara umum kondisi cuaca di Kalteng diprakirakan cerah berawan hingga berawan, hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun serta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla maupun cuaca ekstrem,” kata Chandra saat ditemui awak media, Jumat (10/7/2026).
BMKG menegaskan pemantauan hotspot dilakukan secara berkala sebagai bagian dari sistem peringatan dini. Dengan demikian, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. (jef)

